Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Aneka Teknik dan Cara Mengawetkan Kayu Bangunan

Aneka Teknik dan Cara Mengawetkan Kayu Bangunan

Agar umur penggunaannya bisa lama, kayu yang dipakai untuk membuat bangunan harus dipilih dari jenis yang kualitasnya bagus. Dan bukan itu saja, sebelum dipasang kayu dapat diawetkan lebih dahulu. Teknik dan cara mengawetkan kayu bangunan ini ada beberapa metode.

Yang pertama dengan cara tradisional yaitu kayu diberi lapisan pengawet dari bahan seperti tir, minyak oli, cat dan sebagainya. Dana yang dikeluarkan untuk melakukan pekerjaan ini sangat murah karena semua bahan bisa menggunakan yang afkir atau bekas. Tapi dalam jangka waktu tertentu, lapisan pengawet ini bisa hilang.

Misalnya cairan tir atau minyak oli, jika sering terkena air bisa luntur. Selain itu bahan ini tidak bisa meresap hingga ke dalam serat kayu. Akibatnya jika ada serangan perusak kayu yang ganas seperti rayap atau jamur kayu tetap bisa lapuk dan keropos. Dan jika kayu dipasang pada tempat yang mudah terlihat misalnya untuk hiasan interior, tentu tampilannya menjadi tidak bagus. Oleh karena itu sebaiknya metode ini hanya diaplikasikan untuk sementara waktu saja, bukan dalam jangka waktu yang lama dan bersifat permanen.

Lebih bagus menggunakan cara yang kedua yaitu dengan direndam. Proses perendaman ini ada tiga macam yaitu rendaman panas, dingin dan kombinasi panas dingin. Bahan yang digunakan untuk perendaman adalah larutan garam. Kelebihan dari metode ini antara lain kayu yang akan direndam jumlahnya bisa lebih banyak dalam waktu yang bersamaan dan larutan rendaman bisa dipakai berulang kali. Jadi dalam segi pembiayaan, dana yang harus dikeluarkan jauh lebih irit.

Hanya saja waktu yang dibutuhkan lebih lama karena untuk mendapatkan hasil yang terbaik perendaman harus dilakukan hingga beberapa hari, terutama untuk rendaman dingin. Jika sistem yang dipakai adalah rendaman panas harus selalu dijaga karena ada resiko kayu dapat terbakar. Selain itu kayu yang kondisinya masih basah tidak bisa direndam karena daya serapnya kurang begitu maksimal.

Cara terbaik adalah menggunakan sistem modern yaitu dengan cara vakum dan tekanan. Sistem ini memberi keuntungan berupa waktu yang dibutuhkan lebih singkat dan bisa digunakan baik untuk kayu yang masih basah atau sudah kering tanpa resiko apapun termasuk kayu yang dapat terbakar. Namun sayangnya biaya yang harus dikeluarkan juga lebih mahal dan biasanya hanya dilakukan oleh perusahaan saja. Jadi tidak dikerjakan secara personal.

Metode vakum dan tekanan ini ada dua jenis yaitu proses sel penuh dan proses sel kosong. Yang dimaksud dengan sel penuh adalah larutan pengawet yang digunakan mengisi seluruh bagian serat atau sel kayu. Cara kerjanya pertama kayu yang mau diawetkan lebih dulu dimasukan ke dalam tangki lalu ditutup rapat. Setelah itu dilakukan proses pengosongan udara sekitar sembilan puluh menit. Ketika proses pengosongan udara atau vakum ini sedang berlangsung, bahan untuk mengawetkan kayu dimasukan dengan selang hingga tangki terisi penuh.

Jika semua bahan pengawet sudah masuk dan pengosongan udara selesai dikerjakan, dilanjutkan dengan proses penekanan yang memakan waktu selama kurang lebih dua jam. Setelah itu bahan pengawet dikeluarkan lagi dan dilakukan pengosongan udara kembali namun waktunya hanya sekitar sepuluh menit saja agar bahan pengawet yang menempel pada kayu bisa dibersihkan.

Sedangkan metode sel kosong, langkah pertama yang dilakukan adalah kayu dimasukan dalam tangki dan ditutup dengan rapat kemudian diberi tekanan dalam waktu sekitar duapuluh menit. Lalu campuran pengawet dimasukan hingga penuh dan proses tekanan ditingkatkan ukurannya selama dua jam.

Setelah dua jam proses tekanan dihentikan dan bahan untuk pengawetan dikeluarkan. Jika sudah selesai dilakukan proses vakum lagi untuk membersihkan pengawet yang masih menempel pada kayu agar menjadi bersih. Setelah itu kayu bisa dikeluarkan dan siap untuk digunakan.

Sumber gambar : http://classiccars.about.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Kelebihan Porselen Untuk Lantai Kamar Mandi Trik Mengontrakan Rumah 
 Paduan Modern dan Etnik Dayak Pada Atap dan Jendela Rumah Bagaimana Memulai Bisnis Developer Perumahan 
 Gapura Tradisional Minang di Bukit Tinggi Mengapa Desain Arsitek Kebanyakan “Biasa-Biasa” Saja? 
 Mengenal Bangunan Jineng Bali Membuat Desain Sofa Cantik di Bawah Lantai 
 Kelebihan Perabot Microfiber dan Teknik Perawatannya Menata Ruang Unfinished 
 Tips Membuat Desain Ruko Teknik Membuat Sambungan Paralon dan Pipa PVC 
 Menempatkan AC Secara Baik dan Benar Fungsi dan Cara Memilih Angkur 
 Menghias Kaca Dengan Teknik Grafir dan Air Brush Cara Menggunakan Genteng Tanah Liat Untuk Membuat Dinding 
 Skema Kubus Modern pada Rumah Membuat Desain Ruang Bernuansakan Timur Tengah 
 Menjadikan Pohon sebagai Point of View pada Bangunan Membuat Paper Crete (Beton Kertas) 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2016 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Web developed by BaliWS
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker