Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Mengenal Jenis Batu Bata dan Cara Memilihnya

Mengenal Jenis Batu Bata dan Cara Memilihnya

Batu bata adalah bahan bangunan yang paling sering digunakan untuk membuat dinding, pagar dan beberapa element yang lain. Di Indonesia, batu bata yang paling populer adalah yang terbuat dari tanah liat atau lempung. Sejak jaman dulu batu bata ini telah jadi bahan pilihan utama dalam pembuatan bangunan.

Batu bata dari tanah liat ini terbagi menjadi dua jenis yaitu batu bata merah dan batu bata muka. Batu bata merah warnanya tidak selalu seragam namun kebanyakan adalah merah kecoklatan. Teksturnya agak kasar dan tidak rapi. Tingkat kekerasannya juga tidak sama. Hal ini disebabkan karena tidak ada standar baku dalam proses pembakarannya. Batu bata ini sering dipakai untuk membuat dinding yang diberi lapisan penutup atau plester.

Sedang batu bata muka, permukaannya lebih halus dan licin. Warnanya sama meski tidak seratus persen persis. Pada umumnya dipakai untuk membuat dinding ekspose dan hiasan interior atau eksterior sehingga tidak perlu ditutup dengan plester. Batu bata ini juga sering dinamakan batu bata imitasi.

Selain dari tanah liat, sebenarnya masih ada beberapa jenis batu bata yang lain. Misalnya batu bata yang terbuat dari pasir dan kapur yang komposisi campurannya adalah 8:1. Sifatnya sangat padat dan kuat. Karena itu batu bata ini sering difungsikan untuk membuat dinding atau bagian bangunan lain yang selalu dalam kondisi basah dan berada di dalam air.

Negara yang paling sering membuatnya adalah Amerika, Australia dan negara-negara yang ada di kawasan Timur Tengah serta wilayah lain yang beriklim sub tropis. Daerah yang punya iklim tersebut memang punya persediaan pasir lebih banyak sementara kandungan tanah liatnya lebih sedikit.

Lalu ada batu bata lain lagi yang disebut dengan batu bata mortar. Bahan yang digunakan untuk membuatnya adalah pasir dan semen yang dicampur dengan air. Berbeda dengan batau bata dari tanah liat, proses pengerasannya tidak dengan cara dibakar atau dipanggan namun dipadatkan. Meski kebanyakan diproduksi oleh negara-negara tropis, batu bata jenis ini kurang disukai sebab ongkos produksinya lebih mahal.

Beberapa tahun yang lalu ada sekelompok mahasiswa dari Indonesia yang berhasil menemukan bahan baru untuk membuat batu bata yaitu dari kotoran sapi. Kelebihan dari batu bata ini antara lain adalah bobotnya lebih ringan sekitar duapuluh persen, tapi daya tekan dan kekuatannya juga lebih tinggi dengan prosentase yang sama. Bahan baku pembuatannya mudah ditemukan dengan harga yang cukup murah. Jadi dilihat dari sisi pembiayaan, dana yang harus dikeluarkan menjadi lebih irit. Beberapa ahli bangunan menamakan batu bata ini dengan sebutan EcoFaeBrick.

Setelah mengetahui beberapa jenis batu bata untuk membuat bangunan, tidak ada salahnya pula mengetahui bagaimana cara memilih batu bata yang kualitasnya paling bagus. Pertama batu bata tersebut jika diketok dengan tangan akan menimbulkan suara nyaring yang khas dan tidak berat. Jika bobotnya lebih berat dan suaranya tidak nyaring, itu merupakan pertanda jika batu bata itu kualitasnya tidak baik dan mudah pecah bahkan bisa hancur.

Batu bata yang baik juga tidak bisa menyerap air dalam jumlah yang banyak, maksimal sepuluh persen saja. Untuk mengetahui daya serapnya, bisa dilakukan dengan cara merendam batu bata tersebut dalam air selama satu hari penuh kemudian ditimbang untuk mengetahui bobotnya yang baru. Dari sini bisa diketahui seberapa besar batu bata tersebut bisa menyerap air. Jika bobotnya bertambah banyak, tentu batu bata ini kualitasnya kurang bagus jadi tidak perlu dipilih.

Kualitas batu bata yang baik juga dapat diamati dari porinya yang padat serta jumlah rongganya tidak terlalu banyak.

Sumber gambar : http://www.urbanrevivals.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Ide dan Cara Membuat Taman Kecil di Tempat Tidur Membuat Taman dengan Aneka Pohon Sayur dan Buah 
 Membuat Desain Sofa Cantik di Bawah Lantai Fungsi dan Cara Membuat Maket Bangunan 
 Konstruksi dan Desain Rumah Panggung Tradisional di Tengah Sungai di Jawa Barat Mengenal Teknik Desain Gaya Retro 
  Mengapa Desain Arsitek Kebanyakan “Biasa-Biasa” Saja? Perbedaan Bak Mandi dan Shower 
 Pintu Pagar Tradisional Bali yang Eksotis Atap Bambu yang Unik Pada Bangunan Rumah Adat Cikondang Jawa Barat 
 Tujuan dan Jenis Plester Dinding Persamaan dan Perbedaan Desain Plafon Rumah Eropa dan Amerika 
 Keindahan Istana Maimun Medan Mengenal Lebih Jauh Tentang Rumah Raswari 
 Rumah Bergaya Spanyol Layakkah Membangun Rumah Diatas Tanah Kontrakan? 
 Rumah Panggung Bergaya Modern Desain Pagar Rumah Mencerminkan Sifat Pemilik Rumah 
 Fungsi dan Cara Memilih Besi Wiremesh Ruang Keluarga dan Tidur yang Menyatu dan Menggunakan Ornament Khas Bali 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker