Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Fasad Unik di Gedung Monumen Pers Solo

Fasad Unik di Gedung Monumen Pers Solo

Meski kalah besar jika dibandingkan dengan Semarang atau Yogyakarta, namun kota Solo punya arti tersendiri bagi perjalanan sejarah dunia jurnalistik dan pers di Indonesia. Karena di kota inilah pertama kali diselenggarakan kongres wartawan seluruh Indonesia pada tanggal sembilan Februari tahun 1946. Hari yang sangat bersejarah ini kemudian diperingati sebagai Hari Pers Nasional Indonesia.

Selanjutnya di kota Solo yang menjadi tuan rumah pertama kongres tersebut, dibangun sebuah monumen atau gedung yang dinamakan dengan Monumen Pers. Letak gedung monumen ini ada di Jalan Gajah Mada, tidak jauh dari pusat kota.

Bagian yang paling menarik dari desain bangunan monument ini adalah fasa atau dinding yang ada di depan. Fasad unik di gedung Monumen Pers Solo ini punya tampilan seperti bangunan candi yang sering di temukan di daerah Provinsi Jawa Tengah. Apalagi warna yang digunakan adalah kelabu, seperti warna batu andesit yang sering digunakan untuk membuat bangunan candi pada jaman dulu.

Bagian atas dari fasad ini terdapat ornament yang tampilannya seperti stupa, dimana bagian yang ada di atas dan paling tengah punya ukuran yang lebih besar. Di bawah stupa besar, ada hiasan gambar burung garuda yang merupakan lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia. di samping kiri dan kanan gambar burung garuda ini ada stupa kecil yang dilengkapi dengan hiasan profil pada bagian bawahnya.

Selanjutnya di bawah gambar burung garuda adalah hiasan lain berupa profil yang memanjang. Di bawah hiasan profil inilah terdapat tulisan warna kuning "MONUMEN PERS NASIONAL". Kemudian di bawah tulisan ini terdapat gambar lambang dari PWI atau Persatuan Wartawan Indonesia.

Di bawah dinding fasad ada ruang terbuka yang berfungsi sebagai beranda atau teras. Bagian ini sangat menarik, karena dilengkapi dengan hiasan naga yang jumlahnya ada empat dan diletakan pada bagian tengah serta sisi pinggir kiri dan kanan. Penggunaan hiasan naga dengan ukuran yang sangat besar ini masing-masing punya makna tersendiri.

Naga yang pertama mengandung arti sebagai tanggal pembacaan teks proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia yaitu tanggal 17 Agustus 1945. Kemudian naga yang kedua mengandung arti lahirnya organisasi wartawan Indonesia yaitu PWI sekaligus Hari Pers Indonesia tanggal 2 februari 1946, lalu naga yang ketiga sebagai simbol dari peresmian gedung ini yang dilakukan pada tanggal 26 April 1978 oleh Presiden Soeharto. Kemudian yang terakhir naga keempat mengandung makna penyerahan gedung kepada pihak pengelola pada tanggal 26 April 1980.

Keempat binatang ini berada di bagian depan, tepat di atas tangga berundak yang menjadi akses utama untuk masuk ke dalam ruang atau bangunan. Selain itu binatang naga tersebut langsung menghadap kearah depan dengan posisi badan yang memanjang ke belakang. Dan di belakang naga dan teras inilah terdapat pintu yang jumlahnya ada tiga dengan ukuran yang sangat besar dan menggunakan daun pintu ganda.

Sementara itu, di belakang fasad yang ada di lantai atas, terlihat dinding atap bangunan yang punya tampilan tidak kalah menarik. Atap tersebut menciptakan ornament seperti gelombang yang melengkung-lengkung dengan ukuran yang sama dan teratur. Bagian atas dari lengkungan ini diberi hiasan seperti stupa kecil yang menjadikan tampilan atap tersebut terlihat makin unik.

Sedangkan di bawah atap yang bentuknya melengkung ke atas, dijadikan sebagai tempat untuk meletakan jendela dengan ukuran yang cukup besar. Ukuran jendela yang besar ini menjadikan rsistem sirkulasi udara dalam ruang bisa berjalan dengan baik.

Sumber gambar : http://freepoison.wordpress.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Arsitektur Museum Karst yang Indah di Jawa Tengah Tradisi yang Mempengaruhi Ragam-Bentuk Arsitektur Tradisional di Bali  
 Tips dan Cara Membuat Kursi Taman Dari Roda Kereta Menghadirkan Nuansa Religi di Taman Bali 
 Jenis Skema Pewarnaan Pada Dinding Interior Membangun Rumah Ramah Lingkungan/Eco Friendly 
 Mengecat Lantai Kayu Mencari Kontraktor Murah di Bali  
 Tips dan Cara Menata Kamar Tidur untuk Anak Keindahan dan Cara Membuat Desain Pintu Bambu  
 Feng Shui dan Primbon dalam Membangun Rumah Keindahan Desain Menara Masjid di Samarinda 
 Cara membuat Dipan Portable Dari Kayu dan Rotan Masalah Yang Paling Sering Muncul Pada Penggunaan Batu Alam 
 Tips Menggunakan Batu Koral untuk Menghias Teras Gaya Arsitektur Keraton Sumenep 
 Kombinasi Mewah dan Etnik Bali di Kamar Mandi Menjaga Daerah Lalu Lintas Tinggi Dalam Rumah 
 Mengetahui Bagian Kusen Jendela dan Pintu dan Cara Merawatnya Tips Untuk Menghemat Biaya Renovasi Murah 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker