Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Rumah Adat Karo yang Megah

Rumah Adat Karo yang Megah

Karo merupakan suku adat yang tinggal di daerah Karo yang merupakan bagian dari Provinsi Sumetera Utara. Hingga saat ini suku tersebut masih punya bangunan tradisional atau etnik yang terdiri dari beberapa jenis seperti Lesung, Sapo Page, Geriten dan Jambur. Meski berbeda-beda namun konsep desain dan arsitekturnya tidak begitu jauh berbeda.

Beberapa ciri utama dari rumah adat Karo yang megah antara lain adalah, selalu dibuat menggunakan konsep rumah panggung yang tinggi. Tiang konstruksi dan penyangganya punya ukuran yang sangat besar dan punya ketinggian kurang lebih dua meter di atas permukaan tanah. Semua elementnya menggunakan bahan dari kayu yang sudah tua. Tapi khusus untuk tangga dan beberapa element yang lain, tidak menggunakan bahan dari kayu melainkan batang bambu.

Kemudian untuk dindingnya punya posisi yang miring keluar beberapa derajat, tidak lurus ke atas. Sehingga ruang yang ada di dalam menjadi lebih luas meski lantainya tetap punya ukuran yang sama. Selain itu jumlah pintunya ada dua dan punya ukuran yang sama, masing-masing menghadap pada arah yang saling berlawanan yaitu barat dan timur. Proses pembuatan bangunan ini tidak menggunakan paku, tapi kayu yang digunakan disatukan dengan cara diikat memakai tali dari ijuk.

Kemudian untuk atapnya, pada bagian ujungnya ada hiasan tanduk. Namun adakalanya hiasan tanduk ini diganti dengan patung kecil yang berwujud kepada kerbau. Atap ini tidak hanya satu saja, namun terdiri dari beberapa tingkat. Semuanya dibuat dari bahan rumput jerami atau ilalang yang sudah dikeringkan.

Dari bagian bawah hingga paling ujung atas, ukuran atap ini terus mengecil. Element inilah yang membuat bangunan rumah Suku Karo terlihat tinggi dan menjulang ke langit. Kemudian bagian pinggir bawah dari atap ini dibuatkan hiasan yang punya bentuk melengkung dan lancip ke atas.

Dan yang makin membuat tampilan element ini terlihat makin istimewa adalah, masing-masing dari atap punya semacam anak atap lain yang berbentuk segitiga dan agak tegak ke atas. Bagian yang ada di samping membentuk fasad atau bidang segitiga yang lancip. Dan pada bagian atas atau puncak atap inilah hiasan dari tanduk atau kepala kerbau diletakan.

Beberapa bagian yang ada di dalam ruang maupun luar diberi hiasan ornament berupa relief yang menggunakan kombinasi warna kuning, merah, putih, biru, dan hitam. Ornament yang bentuknya memanjang tersebut diaplikasikan pada dinding luar yang berada di tengah dan bawah serta pagar yang ada di dekat tiang penyangga atau konstruksi. Kemudian, dinding yang ada diantara tingkatan atap juga diberi ornament hiasan yang sama.

Sama dengan jumlah pintu yang digunakan, tangga bambu yang dijadikan sebagai akses untuk nakin ke dalam bangunan atau ruang juga punya jumlah yang sama. Namun yang cukup menarik adalah, anak tangga yang dibuat harus menggunakan jumlah yang ganjil. Ini adalah bagian dari adat kepercayaan yang tidak bisa diganggu gugat, bahkan sampai saat ini.

Selanjutnya di depan pintu ada teras atau serambi yang dibuat dari bambu yang masih utuh atau bulat. Ruang serambi ini dinamakan dengan Ture. Fungsi utamanya adalah untuk membuat kerajinan tenun. Orang yang mengerjakan tugas ini adalah anak gadis yang menginjak usia remaja dan selalu dilakukan pada pagi hingga sore hari.

Yang menarik adalah, ketika malam tiba, nama serambi ini tidak Ture lagi, namun menjadi Naki-naki. Fungsinya juga bukan untuk membuat tenunan, namun sebagai tempat bagi pasangan kekasih yang ingin melakukan perjumpaan.

Walau kurang begitu terkenal dibanding rumah adat dari suku yang lain, namun desain arsitektur rumah Suku Karo ini bisa dibilang punya nilai seni yang sangat tinggi dan menjadi bagian dari seni arstektur Indonesia.

Sumber gambar : http://shabiterz.blogspot.com

 

 

 
Artikel Lainnya :
 Menciptakan Nuansa Romantis dan Tradisional Bali Pada Ruang Makan Terbuka Ide Menarik Membuat Desain Plafon Dari Plywood 
 Rumah yang Menempel pada Dinding Keindahan Arsitektur Gedung Sate di Bandung Jawa Barat 
 Becak dan Rangkaian Bunga Untuk Memperindah Tampilan Ruang Bangunan Indah di Gua Sunyaragi Cirebon Jawa Barat 
 Bangunan Perguruan Tinggi Paling Elegan Teknik Menyatukan Tampilan Kolam dan Rumah di Bali  
 Mengenal Konsep Desain Striped Untuk Interior Jenis Cat Dinding dan Teknik Aplikasinya 
 Jembatan Paling Eksotis di Dunia Cara Membuat Lantai Bambu 
 Desain Interior Gaya Shabby Chic Agar Nat Menjadi Kuat dan Tahan Lama 
 Mempercantik Tampilan Tangga Luar Ruang Dengan Lampu Jenis Pintu Kamar Mandi 
 Tata Kelola Manajemen Proyek Bangunan Peran Arsitek Dalam Estetika Bangunan 
 Desain futuristik pada Museum PP IPTEK Mengenal Aneka Model Sofa Untuk Interior Ruang Anda 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Instagram - Image Bali Arsitek dan Kontraktor Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2016 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Web developed by BaliWS
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker