Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Penggunaan Kayu dan Kaca Pada Rumah Bernuansa Alami

Penggunaan Kayu dan Kaca Pada Rumah Bernuansa Alami

Kaca biasanya lebih sering digunakan untuk bangunan rumah yang menggunakan konsep desain modern. Apalagi jika kaca tersebut adalah dari jenis yang bening. Karena bangunan rumah yang menggunakan gaya klasik lebih sering menggunakan kaca yang punya tampilan lebih buram dan tidak bersifat transaparan.

Namun bangunan rumah yang berada di daerah Oregon Amerika Serikat ini justru menerapkan konsep yang sangat berbeda. Semua dinding, terutama yang berada dibagian depan hampir semuannya menggunakan kaca bening. Agar tidak memunculkan karakter yang terlalu terang, maka dinding kaca tersebut dipadu dengan element lain yang terbuat dari kayu, dengan warna coklat tua kemerahan.

Pintu pagar yang berada di bagian samping rumah juga menggunakan bahan kayu. Ukurannya pendek, hanya sepinggang orang dewasa. Kayu yang digunakan punya ukuran kecil dan disusun secara horizontal atau melintang. Meski tidak begitu renggang, namun susunan kayu pada pagar ini tetap mampu memperlihatkan bentuk bangunan walau tidak begitu jelas dan transaparan.

Kaca yang berada dibagian depan terbagi menjadi beberapa bagian dengan ukuran yang berbeda-beda. Maing-masing dinding kaca ini dipisah dengan kayu kusen yang pada bagian pinggirnya terdapat garis kecil warna coklat gelap.

Dibagian depan dinding, terdapat beberapa tiang yang juga terbuat dari kayu dengan warna yang sama, yaitu coklat tua kemerahan. Selanjutnya masing-masing tiang ini disatukan dengan kayu lain yang dipasang secara melintang. Adapun kegunaannya adalah sebagai penyangga beban dari atap yang berada di atas bangunan.
Dari depan dinding kaca ini terlihat tampilan dalam ruang yang didominasi oleh warna krem, sehingga bisa menyatu dengan tampilan dinding yang berada di luar serta kayu coklat yang diaplikasikan pada beberapa element baik eksterior maupun interior.

Sedangkan dinding yang berada dibagian samping menggunakan bahan batu granit. Meski menggunakan bahan yang berbeda, namun dinding batu granit ini punya tampilan yang tidak jauh berbeda dengan dinding kaca yang berada dibagian muka atau depan. Element ini tetap bisa menyatu tanpa memunculkan kesan yang terlihat kontras.

Disebelah dinding batu granit ini terdapat dinding lain yang dilapisi dengan susunan kayu kecil yang ditata secara melintang. Meski tidak begitu terlihat dengan jelas, namun dinding ini juga mampu menghadirkan kesan yang lebih alami dan natural.

Diantara dinding granit dan dindng yang diberi lapisan penutup kayu, terdapat suatu bidang atau dinding kecil yang tampilannya menyerupai daun pintu dengan posisi menyamping. Papan kayu dengan ukuran yang kecil disusun secara horizontal namun dengan posisi miring. Susunan kayu miring ini kemudian disatukan dengan kayu kusen yang pada bagian dalamnya diberi lubang untuk menempatkan kayu miring tersebut. Bentuk dari dinding kayu ini menghasilkan kesan yang agak unik.

Selanjutnya atap yang berada diatas bangunan, punya tampilan yang sangat sederhana, yaitu hanya berbentuk miring tanpa menggunakan genting. Hanya saja, atap miring ini punya tampilan yang sedikit berbeda dibanding dengan atap miring pada bangunan rumah yang lain, dimana pada bagian depan posisinya lebih pendek dari atap yang berada dibelakang. Susunan kayu untuk penahan atap posisinya berada dibawah plafon. Sedangkan plafon tersebut juga ditutup dengan susunan kayu kecil yang ditata secara rapat.

Karakter yang lebih alami dan natural juga muncul dari sistem pencahayaan yang digunakan. Lampu yang digunakan untuk penerangan hanya mengeluarkan sinar yang bersifat tamaram saja, tidak begitu terang. Hal ini menjadikan suasana yang dingin dan sejuk serta menyatu dengan alam makin nyata tercipta.

Sumber gambar : http://www.besthousedesign.com

 
Artikel Lainnya :
 Penataan Furniture Bali di Ruang Tamu Desain Interior Ruang Perjanjian Linggarjati 
 Peran Arsitek Dalam Estetika Bangunan Menjadikan Lemari Sebagai Penyekat Ruang 
 Arti dan Fungsi Penting Void Keuntungan Menggunakan Dinding Bambu 
 Kenapa Memilih Bambu sebagai Bahan bangunan? Bentuk Huruf ‘V’ pada Rumah Bali 
 Arsitektur Balaikota Paling Jelita Desain Gapura Paling Manis di Dunia 
 Membuat Ruang Tamu Berkonsep Outdoor Feng Shui dan Primbon dalam Membangun Rumah  
 Alasan untuk Melakukan Renovasi Benarkah Profesi Arsitek Belum di Apresiasi di Indonesia? 
 Teknik Mendesain Pilar Halte Bus Terunik di Dunia 
 Kolam Renang Atas Bukit di Bali yang Eksotis Nilai Artistik Arsitektur Pasar Tradisional Triwindu di Solo Jawa Tengah 
 Ide Menarik Membuat Hiasan Interior dari Kardus Bekas Sentuhan Seni Interior Etnik Bali 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker