Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Teknik Membuat Basement

Teknik Membuat Basement

Perluasan ruang pada bangunan biasanya menggunakan dua sistem yaitu dengan cara ditinggikan atau menambah bangunan pada bagian samping, depan maupun belakang. Selain itu sebenarnya masih ada satu cara lagi yang bisa diterapkan yaitu membuat ruang bawah tanah. Ruang bawah tanah ini dinamakan dengan basement.

Di luar negeri, pemakaian basement ini bukan merupakan hal yang asing lagi. Tapi di Indonesia basement lebih sering diaplikasi pada bangunan umum yang ukurannya besar seperti hotel, mall, super market, gedung perkantoran dan sebagainya. Selain itu di sini basement juga lebih sering hanya digunakan sebagai tempat parker kendaraan atau gudang.

Jika mau membuat basement di rumah hunian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Yang pertama adalah garis sempadannya. Hal-hal yang berhubungan dengan garis sempadan ini pernah diulas beberapa waktu yang lalu. Menurut situs hunianku, garis sempadan pada basemen selalu lebih maju jika dibandingkan dngan GSB atau garis sempadan bangunan serta berdekatan dengan garis sempadan pagar.

Kedua, perhatikan pula kondisi yang ada di sekitar daerah bangunan. Karena daerah sekitar itu sering dipakai untuk membangun sistem jaringan telpun, kabil listrik, plumbing dan sebagainya. Perhatikan juga daerah yang punya batasan langsung dengan lahan tetangga.

Karena dinding di basement tidak bisa dibuat saling berdempaetan dengan dinding lain. Hal ini bisa mempengaruhi kekuatan kosntruksi dan bangunan. Namun jika terpaksa harus berdempetan, bisa memakai sheet pile yang terbuat dari beton atau baja dan punya fungsi jadi dinding penahan atau retaining wall.

Selanjutnya yang ketiga yaitu memperhatikan posisi bagian muka air tanah., sebab tiap dearah kondisinya selalu tidak sama. Apabila muka air ukurannya tinggi, perlu menyediakan pompa lalu area kerja diblok denganterpal atau plastik. Tujuannya agar ketika proses pembuatan konstruksi dialkukan tidak muncul gangguan yang berupa genangan air. setelah itu buat pari agar air dapat dialirkan ke tempat lain.

Jika bangunannya normal pemipaan air bisa menerapkan konsep gravitasi yang dibantu memakai alat meaknis. Contohnya bila basement ini diberri toilet dan kamar mandi, air buangannya harus bisa dialirkan pada tempat yang lebih rendah. Padahal basement adalah ruang yang posisinya ada di bagian paling rendah. Jadi air harus dipompa lebih dulu ke atas. metode lain yang juga bisa diterapkan yaitu membuat septic tank di bawah basement.

Kemudian untuk dindingnya, harus dibuat sekokoh dan sekuat mungkin. Sebab fungsinya bukan hanya sebagai penahan atau retaining saja, tapi juga menahan air. Ukuran ketebalan yang paling baik adalah sekitar limabelas hingga tujuhbelas setengah sentimeter, disesuaikan dengan ukuran dalam lantai. Agar tidak terjadi rembesan air, sebaiknya dinding ini dilengkapi dengan lapisan anti air atau waterproofing.

Selain itu pemilihan material dan bahan juga perlu mendapat perhatian. Perlu diketahui, masalah yang sering muncul pada penggunaan basement salah satunya yaitu kelembaban. Penyebabnya adalah ruang ini kurang mendapat pencahayaan dari matahari. Hal ini menimbulkan efek kondisi ruang menjadi kurang sehat. Selain itu proses pemberian warna atau pengecatan jadi agak sulit dikerjakan sebab cat tersebut tidak mudah merata.

Untuk mengatasi masalah ini, gunakan car yang sifatnya anti air. Penggunaan wallpaper sama sekali tidak disarankan sebab bahan ini tidak tahan terhadap kelembaban. Selain itu karpet juga tidak perlu dipakai dengan alasan yang sama. Terlebih lagi jika terlalu sering kena lembab karpet bisa memunculkan aroma yang kurang sedap.

Penggunaan perabot sebaiknya dipilih dari bahan plastik sebab lebih kuat terhadap lembab. Jika memakai bahan dari kayu, lebih rentan kena lembab dan jamur akan mudah muncul. Apalagi bila kayu tersebut berupa triplek, plywood, dan lainnya. Bahan ini punya resiko lebih mudah rusak.

Sumber gambar : http://www.indysbestbasements.com

 
Artikel Lainnya :
 Ide Menarik Membuat Hiasan Lampu Gantung dari Tali Memilih Kain Untuk Hiasan Interior 
 Menentukan Arah Hadap Rumah Bagaimana Merencanakan Kolam Hias Sebagai Element Pemanis Rumah 
 Jenis Alat Berat Pembuat Bangunan Cara Mengurus Sertifikat Tanah Wakaf 
 Perbandingan Rumah Kayu dan Bambu Rumah Panggung yang Modern dan Unik 
 Atap Ilalang yang Menyatu Dengan Dinding di Rumah Bali Membuat Gudang Atau Tempat Penyimpanan Barang 
 Fungsi dan kelebihan Glass Block Serta Cara Merawatnya Keuntungan dan Cara Membuat Plafon dari Potongan Kayu 
 Keuntungan Menggunakan Dinding Bambu Atap Balkon Atas di Rumah Bali yang Menawan 
 Gapura Kupu-kupu di Taman Nasional Bantimurung Ide Menarik Menyatukan Kelambu Tempat Tidur dan Plafon 
 Desain Gazebo yang Unik dari Bali Gapura Bali Dengan Paduan Warna yang Serasi 
 Aplikasi Kain Gorden Pada Ruang Klasik dan Modern Mengenal Sejarah Arsitektur Belanda di Indonesia 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker