Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Menciptakan Sistem Child Proofing House Dalam Rumah

Menciptakan Sistem Child Proofing House Dalam Rumah

Salah satu hal yang sering dilupakan orang ketika membangun atau mendirikan rumah adalah factor keamanan terutama untuk anak-anak. Bahkah menurut hasil sebuah penelitian, hampir 70% rumah hunian yang ada di dunia tidak menerapkan sistem keamanan untuk mereka atau sering disebut dengan nama child proofing house. Hal ini tentu saja bisa menimbulkan bahaya yang berakibat pada kecelakaan.

Ada beberapa bagian yang perlu diperhatikan untuk menciptakan sistem child proofing house dalam rumah. Pertama adalah bagian yang ada di pojok dan yang bersifat tajam. Misalnya meja untuk minum kopi. Banyak yang tidak menyadari meja ukuran pendek ini bisa membuat anak mendapat cedera. Demikian pula dengan perabot lainnya seperti lemari, kursi atau dinding yang membentuk sudut lancip. Ada baiknya bagian yang lancip ini dirubah bentuknya menjadi bulat atau oval. Atau bisa juga tempelan dari bahan lain yang bersifat lunak seperti karet.

Yang kedua adalah kunci dan kait. Misalnya obat-obatan yang ditaruh dalam lemari tapi lemari tersebut tidak diberi pengaman berupa kunci. Apalagi lemari tersebut punya ukuran yang pendek dan mudah dijangkau oleh anak-anak. Jika kurang waspada, anak tersebut bisa mengambil obat yang ada di dalam lemari dan menelannya. Jika ini terjadi tentu sangat membahayakan bila obat tersebut khusus untuk orang dewasa saja.

Setiap lemari atau laci yang dipakai untuk menyimpan benda yang berbahaya atau obat-obatan sebaiknya diletakan di tempat khusus dan dilengkapi dengan kunci pengaman. Kemudian kunci tersebut disimpan di tempat tersendiri yang tidak bisa dijangkau oleh anak-anak. Banyak anak yang suka iseng dan kurang memahami bahaya yang muncul akibat perbuatannya sendiri.

Sedangkan bagian yang ketiga yaitu stop kontak. Banyak diantara kita yang hanya menutup stop kontak dengan peralatan seadanya. Meski sudah tertutup namun jika punya anak yang usianya lebih dari tiga tahun, dia sudah bisa melakukan pembongkaran pada penutup tersebut namun dia tidak sadar akan bahaya yang bisa muncul yaitu kesetrum.

Untuk menghindari resiko yang lebih tinggi, sebaiknya stop kontak jika sedang tidak digunakan sebaiknya ditutup dengan alat lain yang lebih kuat dan aman sehingga tidak mudah dibuka atau dibongkar. Apalagi jika ruang tersebut sering digunakan oleh anak-anak untuk bermain namun orang tua tidak bisa mengawasi secara langsung.

Bagian lain yang nomor empat yaitu jendela. Komponen tersebut juga perlu mendapat perhatian ekstra. Penggunaan teralis adalah hal mutlak yang harus dilakukan. Terutama jika posisi jendela berada pada tempat yang rendah dan memakai sistem buka tutup yang ada di samping, tidak di bagian atas. Jendela ini bisa terbuka secara penuh tanpa ada penghalang sama sekali.

Jika anak balita kita melihat sesuatu di luar jendela yang menarik hatinya, dia akan mencoba untuk menjangkau jendela tersebut dan melompatinya. Akibatnya tentu anak tersebut akan jatuh dan bisa menimbulkan luka-luka di tubuhnya. Teralis untuk pengaman yang dipasang juga harus dibuat sedemikian rupa agar tidak mudah dijadikan sebagai media untuk bermain atau memanjat.

Terakhir atau yang kelima adalah dapur terutama bagian yang dipakai untuk meletakan kompor atau alat perapian yang lain. Posisinya harus lebih tinggi sehingga anak tidak mudah menjangkau alat tersebut. Banyak anak kecil yang iseng suka memencet atau memutar-mutar tombol untuk menyalakan api.

Jika orang tua sedang tidak ada di tempat itu tentu bahanya yang muncul jadi lebih tinggi. Selain kebakaran, keselamatan anak bisa terancam. Jika perlu dapur juga dilengkapi dengan pintu dan jika sedang tidak digunakan pintu ditutup dan dikunci.

Sumber gambar : http://www.parentsupportspace.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Mengenal Jenis Alat Untuk Memasang Tiang Pancang Pengertian dan Fungsi Innercourt dan Konsep Pembuatannya 
 Tips Desain Rumah Tahan Banjir Cara Mengurus Sertifikat Tanah Wakaf 
 Cara Membuat Hiasan Dinding dari Teralis Kayu dan Tanaman Hias Jenis Batu Koral dan Cara Memasangnya 
 Kolam Cantik di Dunia Perbedaan dan Persamaan Rumah Tropis dan Minimalis 
 Nuansa Bali yang Elegan di Kamar Tidur Mengetahui Bagian Kusen Jendela dan Pintu dan Cara Merawatnya 
 Mengatasi Dinding Rumah yang Merembes Jenis-jenis Bangunan Tradisional Suku Lore Sulawesi Tengah 
 Menggunakan Patung Etnik Untuk Memperindah Tampilan Kolam Desain Unik Museum Purna Bhakti Pertiwi 
 Paduan Modern dan Etnik Dayak Pada Atap dan Jendela Rumah Villa Bernuansa Tradisional Bali Berlantai Dua 
 Desain Interior Gaya Shabby Chic Bangunan Berbentuk Teratai yang Unik dan Indah 
 Teknik Membuat dan Menentukan Desain Fasad pada Rumah Menggunakan Bambu Untuk Hiasan Interior 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2015 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker