Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Arti Garis Sempadan Bangunan dan Fungsinya

Arti Garis Sempadan Bangunan dan Fungsinya

Garis sempadan bangunan atau sering disingkat dengan sebutan GSP yaitu garis batas paling luar dari kepemilihan lahan atau tanah yang bisa digunakan untuk mendirikan bangunan. Tiap daerah atau wilayah kota dan kabupaten di seluruh Indonesia punya aturan sendiri-sendiri melalui perda (peraturan daerah) yang membahas masalah ini.

Tujuan dari pengaturan ini adalah untuk menciptakan sistem pembangunan fisik yang sekaligus bisa menjaga kerharmonisan antara lingkungan dan beberapa aspek sosial masyarakat sehingga bisa memunculkan suasana kota yang teratur, tertib, indah dan sebagainya.

Jadi secara garis besar, arti garis sempadan bangunan adalah suatu metode yang dipakai untuk mengatur letak dan posisi bangunan berikut pagarnya yang akan didirikan pada suatu lahan agar bisa suatu tata kota dan lingkungan yang nyaman bagi masyarakat. Pembuatan sempadan ini juga sering dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah atau PAD karena agar bisa mendapat surat garis sempadan harus membayar semacam pungutan restribusi.

Garis sempadan ini ada beberapa jenis. Yang pertama yaitu garis sempadan jalan atau GSJ yang merupakan batas garis halaman paling depan yang bisa dipakai untuk mendirikan bangunan. Di bagian depan ini biasanya terdapat instalasi untuk saluran air, pembuangan limbah, galian kabel listrik atau telpun dan sebagainya. Oleh karena itu GSJ hanya bisa dipakai untuk membuat pagar pembatas saja. Aturan mengenai GSJ ini bisa diperoleh pada kantor Dinas Tata Kota atau Badan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Yang kedua adalah garis sempedan bangunan atau sempadan depan yang disingkat dengan GSB. Jarak antara GSB dan GSJ ini biasanya juga diatur sesuai dengan perencanaan tata ruang kota. Adapun tujuannya adalah agar di setiap bangunan atau rumah punya halaman depan yang bisa dijadikan sebagai media penghijauan kota dan menciptakan sistem peresapan air yang baik serta membuat tampilan rumah menjadi terlihat lebih menarik.

Dengan adanya GSB juga bisa menciptakan sistem keamanan yang lebih baik dan bisa menjadi tempat untuk anak-anak bermain sehingga mereka tidak akan berada di pinggir jalan yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas yang ada di depan rumah. Selain itu GSB dapat mengurangi suara bising serta melindungi bangunan karena ada tempat yang cukup untuk membuat teritis.

Jenis sempadan yang ketiga adalah garis jarak bebas samping atau sempadan samping. Garis ini dibuat dengan tujuan untuk menciptakan sistem sirkulasi udara yang baik dalam ruang dan bisa untuk mengurangi udara yang lembab dan panas. Tapi pengaplikasiannya hanya bisa dilakukan pada bangunan tunggal yang tidak berimpitan atau menyatu dengan bangunan lain yang berada di sampingnya.

Tujuan lainnya yaitu agar sinar matahari terutama yang muncul pada pagi hari bisa masuk dalam ruang dan rumah secara lebih maksimal dengan tujuan untuk menciptakan sistem kesehatan yang baik bagi penghuninya. Selain itu garis sempadan samping juga bisa digunakan sebagai tempat untuk membuat teritis samping bangunan.

Yang kelima atau terakhir adalah sempadan belakang atau garis jarak bebas belakang. Garis ini menjadi batas lahan yang bisa dipakai untuk membuat bangunan pada halaman atau lahan yang berada di bagian belakang. Pengaturannya disesuaikan dengan jenis bangunan yang akan dibuat dan lingkungan yang ada di sekitarnya.

Tujuan dari penggunaan garis sempadan belakang antara lain adalah untuk menciptakan sistem pencahayaan dan sirkulasi udara alami pada bangunan yang ada di belakang. Sedang lahan yang tersedia bisa digunakan untuk membuat taman sehingga penghuni rumah bisa mendapat pasokan udara dan oksigen dengan mudah. Taman ini juga bisa dipakai untuk bermain anak-anak serta untuk berkumpul antar penghuni rumah.

Selain itu garis sempadan belakang juga punya fungsi sebagai pencegahan terjadinya bencana kebakaran. Garis sempadan belakang juga bisa dipakai untuk area service misalnya mencuci sekaligus menjemur pakaian agar tampilan depan rumah tetap terlihat cantik.

Sumber gambar : http://vano-architect.blogspot.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Menciptakan Nuansa Romantis dan Tradisional Bali Pada Ruang Makan Terbuka Landscape Rumah Kampung Bali Dengan Tampilan yang Sangat Alami 
 Jenis Data yang Dibutuhkan Untuk Mengukur Tanah Bangunan Ruang Terbuka di atas Bukit di Bali 
 Trend Desain Arsitektur Rumah 2012 : Modern Minimalis Menghias Kolam Renang di Bali Dengan Patung Kepala 
 Merawat Kayu Rumah Berdasarkan Jenisnya Arsitektur Bangunan Perusahaan Terbesar 
 Rumah Kopel Dan Masalah Yang Sering Muncul Pengertian dan Fungsi Ventilasi Silang 
 Membuat Jendela Gantung Tips Menjaga Kebersihan Lantai Rumah 
 Peristiwa Alam yang Sering Memunculkan Masalah Pada Proyek Bangunan Rumah Prefab dan Knock Down 
 Membuat Desain Kolam Bundar di Taman Bali Taman Terindah di Dunia 
 Memilih dan Merawat Genset Rumah Perbedaan dan Persamaan Rumah Tropis dan Minimalis 
 Membuat Desain Wardrobe Teknik Pencahayaan Dalam Ruang atau Rumah agar Lebih Indah 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker