Info KPR - Image Bali Arsitek dan Kontraktor
 
 
   
Loading
 

INFO KPR

 

PERSYARATAN MEMPEROLEH KPR ATAU KPA

 
Secara umum persyaratan dan ketentuan yang diperlakukan oleh bank untuk nasabah yang akan mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) untuk membeli rumah dan apartemen baik unit baru atau second relatif sama. Baik dari sisi administrasi maupun dari sisi penentuan kreditnya. Ada beberapa persyaratan yang merupakan standar persyaratan yang diberlakukan oleh bank-bank dalam memproses permohonan KPR atau KPA Anda.

Untuk mengajukan KPR atau KPA, pemohon harus melampirkan:
  1. KTP suami dan atau istri (bila sudah menikah)
  2. Kartu Keluarga
  3. Buku Nikah (bila sudah menikah)
  4. Keterangan penghasilan atau slip gaji.
  5. Laporan keuangan (untuk wiraswasta)
    Apabila Anda adalah seorang wiraswasta yang tidak memiliki slip gaji, Anda bisa melampirkan buku rekening Anda dilengkapi dengan pembukuan bisnis Anda beberapa bulan terakhir. Bank akan menilai berapa rata-rata penghasilan bersih Anda dalam sebulan.
  6. Copy rekening bank tiga bulan terakhir
  7. NPWP Pribadi (untuk kredit di atas Rp. 100 juta)
  8. SPT PPh Pribadi (untuk kredit di atas Rp. 50 juta). 
  9. Foto kopi sertifikat induk dan atau pecahan (bila membelinya dari developer)
  10. Foto kopi sertifikat Hak Milik atau Hak Guna Bangun atau Strata Title pada Apartemen. Sertifkat Hak Guna Usaha tidak dapat diterima oleh bank karena tidak dapat dijadikan jaminan. 
  11. Foto kopi IMB (Izin Mendirikan Bangunan)
  12. Fotokopi bukti pembayaran PBB terakhir. Ini sangat diperlukan utamanya dalam menghitung nilai jual obyek pajak (NJOP).
TIPS :

Pada saat dilakukan analisa terhadap aplikasi kredit Anda, bank akan mengakses Sistem Informasi Debitur atau SID yang dikelola oleh Bank Indonesia. Disana bank akan mengetahui seluruh kredit Anda yang masih ada. Informasi status kewajiban bulanan Anda yang diperoleh dari SID tersebut akan mengurangi perhitungan kemampuan mengangsur Anda.
Contoh : misalkan Anda memiliki kredit mobil di lembaga leasing tertentu dimana kewajiban bulanannya adalah Rp 3 juta. Penghasialn bersih Anda misalkan 15 juta. Jika bank menentukan bahwa angsuran maksimal yang dapat dibebankan kepada Anda adalah 40% dari penghasilan bersih Anda, maka besarnya angsuran mobil dimaksud akan mengurangi penghasilan bersih.
Jadi perhtiungannya :
Angsuran maksimal yang dpt dibebankan (dengan adanya kredit lain)
= (Penghasilan bersih-kewajiban lain) x 40%
= ( Rp 15.000.000,00 – Rp 3.000.000,00) x 40%
= Rp 12.000.000,00 x 40%
= Rp 4.800.000,00
Hitungan ini akan berbeda jika seandainya Anda tidak memiliki kewajiban apapun, yaitu :
Angsuran maksimal yang dpt dibebankan
= (Penghasilan bersih-kewajiban lain) x 40%
= ( Rp 15.000.000,00 – Rp 0) x 40%
= Rp 15.000.000,00 x 40%
= Rp 6.000.000,00
Pada perhitungan kedua Anda dapat mengambil angsuran maksimal Rp 6.000.000,- sehingga Anda bisa mengambil palfon kredit yang lebih besar.
Ini juga akan berlaku jika Anda memiliki kartu kredit. Angsuran minimal kartu kredit tiap bulannya akan mengurangi kemampuan angsur KPR Anda.
Oleh karena itu, jika Anda memiliki ekspektasi yang besar untuk mendapatkan plafond KPR yang tinggi, maka sebelum Anda mengajukan KPR usahakan tidak ada kewajiban apapun yang tertera di SID. Lunasi semua hutang Anda (utamanya kartu kredit) dan lakukan pengecekan data kredit Anda di SID Bank Indonesia.

Semoga bermanfaat :)
 
  
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker