Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Membuat dan Menghitung Ukuran Tangga

Membuat dan Menghitung Ukuran Tangga

Salah satu element paling penting dan mutlak harus ada pada bangunan atau rumah bertingkat adalah tangga. Fungsinya adalah untuk akses dan media penghubung antara lantai yang berada di atas dan yang ada di bawah. Dan pada sisi yang lain tangga juga bisa menjadi komponen untuk memperindah tampilan ruang atau interior.

Namun meski bisa digunakan untuk membuat tampilan ruang terlihat lebih menarik, pembuatan tangga harus memperhitungkan beberapa hal terutama yang berkaitan dengan keamanan maupun kenyamanan. Syarat tersebut antara lain adalah pertama harus terletak pada wilayah dan posisi yang mudah dijangkau oleh penghuni terutama yang tinggal di lantai atas. Karena hal ini punya kaitan dengan kemudahan untuk turun dan naik serta untuk memudahkan mereka turun apabila terjadi suatu hal yang tidak diinginkan misalnya kebakaran dan sebagainya.

Selain itu pembuatan tangga tersebut juga harus memperhitungkan bentuk maupun dimensinya agar mudah dijadikan akses untuk menaikan atau menurunkan barang serta perabot yang punya ukurannya besar dan punya bobot yang berat. kemudian yang terakhir, tangga harus dilengkapi dengan sistem penerangan yang cukup baik pada waktu siang maupun malam hari.

Bagian lain yang juga punya faktor penting terhadap nilai keamanan dan kenyaman tangga yaitu ukurannya. Oleh karena itu kita harus tahu cara dan teknik menghitung ukuran tangga dengan cara yang benar.

Pertama adalah ukuran sudutnya. Tangga yang baik dan efisien penggunaannya adalah tangga yang punya ukuran sudut sekitar 40 derajat. Jika bisa dibuat lebih rendah lagi tentu akan semakin bagus, namun juga harus memperhitungkan ukuran luas ruang sehingga tidak terlalu memakan tempat. Ukuran sudut yang lebih dari 40 derajat terlalu curam dan bisa menimbulkan bahaya bila sedang dipakai terutama ketika sedang turun.

Dan agar tangga itu dapat nyaman jika dilewati, ukuran tegak atau optrade dan ukuran mendatar atau aantrede harus punya perbandingan yang tepat. Teknik hitungan dimensinya bisa memakai rumus 1 Aantrade ditambah 2 Optrade sama dengan 57 hingga 60 sentimeter.

Perhitungan ini disesuaikan dengan hasil penelitian untuk orang Indonesia yang umurnya sudah dewasa. Panjang langkah orang Indonesia adalah sekitar 57 hingga 60 sentimeter. Dan pada saat melangkahkan kaki untuk naik atau dalam posisi vertikal, tenaga yang harus dikeluarkan nilainya dua kali lebih besar dibanding dengan ketika melangkahkan kaki di bidang horizontal atau datar.

Contohnya adalah sebagai berikut, misanya ada bangunan yang ukuran tinggi lantainya adalah tiga setengah meter. Lalu anak tangga yang tegak atau optrade adalah 18 sentimeter. Jadi jumlah optradenya adalah 350 cm : 18 hasilnya adalah 18,4 lalu dibulatkan menjadi 19.

Lalu untuk lebar aantradenya bisa dihitung seperti ini, lebar (antara 57 hingga 60 cm) - 2 x 18,4 hasilnya adalah 20,2 hingga 23,2 cm. Ukuran ini lalu dapat dibulatkan hingga menjadi 20 sampai 23 sentimeter dengan tujuan untuk membuat proses pengerjaan lebih mudah dilakukan. Karena bila memakai ukuran dimensi hingga millimeter tentu akan menimbulkan kesulitan tersendiri.

Kemudian untuk menentukan ukuran lebarnya, bisa menggunakan dasar banyaknya orang atau penghuni yang memakai tangga tersebut. Jika dilalui oleh hanya satu orang saja ukuran 80 cm sudah cukup. Namun bila yang melewati dua orang bisa dilebarkan lagi jadi 120 cm. Dan jika sering dipakai oleh tiga orang sekaligus, maka harus menggunakan ukuran lebar 160 cm.

Sedang untuk anak tangganya, lebar yang paling bagus yaitu 30 cm, minimal 22 cm. Kemudian tinggi terbaik adalah 15 hingga 18 cm. Namun jika ada yang menggunakan ukuran 20 cm, hal ini masih bisa ditoleransi.

Sumber gambar : http://www.lulusoso.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Cara Menggunakan Rak Buku Untuk Partisi Mau Jual Rumah? Cara Menaksir Harga Rumah Anda 
 Membangun Rumah Ramah Lingkungan/Eco Friendly Ide Menarik Membuat Desain Tangga Teras Dari Kayu 
 Pintu Pagar Tradisional Bali yang Eksotis Menggunakan Motif Garis Untuk Menghias Ruang 
 Paduan Antara Arsitektur Minimalis dan Kontemporer Halte Bus Terunik di Dunia 
 Fungsi dan Cara Memilih Vanities Gapura Keraton Cirebon yang Menggunakan Gaya Majapahit 
 Mempercantik Tampilan Ruang Dengan Pixel Membuat Desain Gazebo Bali yang Asri dan Alami 
 Keuntungan Menggunakan Batu Bata Untuk Membangun Rumah Kelebihan Genteng Aspal dan Cara Perawatannya 
 Desain Fasad Bangunan Bernilai Seni Jenis-jenis Dynabolt dan Fungsinya 
 Mengenal Jenis Agregat Membuat Desain Kamar Untuk Bayi 
 Rumah Klasik Dengan Nuansa Elektik Tips Rancangan Rumah Terbuka 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker