Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Kelebihan dan Cara Membuat Pagar Kaca

Kelebihan dan Cara Membuat Pagar Kaca

Bahan untuk membuat pagar terdiri dari beberapa jenis. Saat ini yang paling popular yaitu pagar dari logam. Selain itu masih ada lagi pagar yang terbuat dari kayu dinding atau dari tanaman dan sering dinamakan dengan pagar hidup. Di luar bahan tersebut masih ada satu material lagi yang juga bisa digunakan untuk membuat pagar namun pemakaiannya belum begitu popular, yaitu pagar kaca.

Dan sesuai dengan namanya, pagar ini memang menggunakan bahan utama dari kaca. Banyak kelebihan dan keunggulan yang dimiliki dari pagar jenis ini. Bila ingin menciptakan suatu sistem keamaan rumah atau bangunan yang lebih bagus, pagar kaca sangat cocok diaplikasikan. Karena setiap ada orang atau tamu yang ingin masuk ke dalam komplek bangunan bisa langsung terlihat tanpa ada halangan sedikitpun.

Jadi jika ada orang yang bermaksud tidak baik bisa langsung ketahuan, sebab gerak-geriknya bisa diamati dari dalam rumah. Maka sifat kaca yang tembus pandang ini akan membuat orang yang ingin melakukan tidak kejahatan akan berpikir pasti lebih dulu dan akhirnya menggagalkan rencana tidak baiknya tersebut. Terlebih lagi pagar kaca tidak bisa dipanjat karena punya resiko yang cukup besar jika ada yang nekad melakukannya.

Keunggulan lainnya, pagar kaca mampu membuat tampilan dan desain serta arsitektur rumah dan bangunan bisa terlihat secara utuh tanpa ada halangan sama sekali. Berbeda dengan pagar dari bahan lain yang pada umumnya bersifat tidak tembus pandang. Pagar dari kayu atau logam meski bisa dibuat tembus pandang namun fokusnya tidak bisa terlihat secara maksimal. Karena tetap ada celah-celah yang menghalanginya.

Cara membuat pagar kaca juga tidak terlalu sulit dilakukan. Metode maupun sistemnya kurang lebih sama dengan jenis pagar yang lain, yaitu membuat konstruksi lebih dahulu. Konstruksi ini bisa dibuat dari kayu dan logam, tinggal disesuaikan saja dengan selera atau keinginan. Namun yang terbaik adalah dari logam seperti stainless steel atau logam yang diberi lapisan chrome. Dua jenis bahan tersebut sangat cocok diaplikasikan pada rumah yang menggunakan gaya modern dan minimalis.

Setelah konstruksi dan kerangka dibuat, kaca bisa dipasang. Tekniknya tidak ditempelkan namun disatukan dengan konstruksi dan kerangka menggunakan suatu alat seperti penjapit yang punya bentuk huruf ‘U'. Selain pada logam, pemakaian alat penjepit ini bisa diterapkan pada media lain seperti dinding dari batu bata, beton bertulang, kayu dan sebagainya. Tujuannya adalah agar kaca bisa berdiri dengan tegak dan tidak mudah goyah.

Penjepit berbentuk huruf ‘U' ini bisa diganti dengan lis dari alumunium atau semacam cerukan yang namanya adalah sekonengan. Alat ini bisa dibeli di toko-toko kaca atau toko besi. Khusus untuk sekonengan harus diberi perlengkapan lain berupa lapisan dari sealent atau karet. Fungsi lapisan ini adalah untuk menghindari terjadinya getaran yang bisa membuat kaca menjadi retak atau pecah.

Selain itu kaca untuk pagar sebaiknya dipasang dengan ukuran ketinggian antara 130 sampai 140 sentimeter. Sehingga pagar tidak mudah rusak atau tergotes dan muncul benturan dari benda lain yang sifatnya keras. Hal ini lebih sering terjadi pada bangunan yang berada di pinggir jalan dan banyak mobil, motor dan kendaraan lain yang melewatinya.

Dan yang harus diperhatikan kaca yang digunakan untuk membuat pagar ini harus lebih tebal, paling sedikit delapan millimeter. Lebih bagus lagi jika ketebalannya adalah duabelas millimeter, terutama untuk pagar yang ukurannya lebih besar dan panjang.

Kemudian untuk perawatannya juga sama dengan perabot lain yang juga dibuat dari kaca bening. Namun karena berada di luar ruang, maka kemungkinan terkena kotoran menjadi lebih sering, sehingga pekerjaan pembersihan harus makin rajin dilakukan.

Sumber gambar : http://www.krystalglassfencing.com.au

 

 
Artikel Lainnya :
 Tujuan Menjaga Jarak Bangunan Tips Membangun Rumah Baru Anda 
 Mempercantik Ruang Dengan Kaca Patri Perbedaan Utama penggunaan Kayu Pada Rumah Minimalis dan Non Minimalis 
 Taman Tertua di Dunia Membuat Mural Untuk Memperindah Tampilan Dinding 
 Teknik Merawat Lantai Kayu Menyamarkan Kesan Berat Interior 
 Jenis Desain Mebel Antik Ide Menarik Membuat Plafon Dari Batu Bata 
 Teknik Mencampur Warna Cat Cara Mendesain Rumah Sehat Tanpa Nyamuk 
 Rumah Bali Bernuansa Tempo dulu Management Penggunaan Alat Berat Bangunan 
 Mengamati Arah Perkembangan Gaya Arsitektur Rumah Indonesia di Tahun 2012 Butuh Interior Designer di Bali? Hubungi Kami ! 
 Membuat Hiasan Pada Dinding yang Retak Mengenal Karakteristik Rumah Sehat 
 Desain Pintu Jendela Rumah Mediterania dan Tropis Memperbaiki dan Mengganti Kusen yang Dimakan Rayap 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker