Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Teknik Pembuatan Septik Tank

Teknik Pembuatan Septik Tank

Bagian dari rumah yang punya fungsi sangat vital namun jarang mendapat perhatian yaitu tempat pembuangan kotoran biologis penghuni atau sering disebut dengan septic tank. Bayangkan saja jika ada bangunan rumah yang megah tapi tidak dilengkapi dengan fasilitas tersebut. Pasti yang muncul adalah kondisi yang tidak nyaman. Karena memang septic tank punya kaitan yang sangat erat dengan kegiatan biologis penghunui.

Permasalahan yang sering muncul dalam penggunaan septic tank adalah terlalu cepat penuh dan mudah mampat. Masalah ini muncul karena teknik pembuatannya tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan. Lalu bagaimanakah cara dan teknik pembuatan septic tank yang memenuhi standar kelayakan?. Di Indonesia, standar pembuatan septic tank telah ditentukan oleh lembaga Standar Nasional Indonesia atau SNI. Standar yang ditetapkan tersebut meliputi sistem, prosedur dan ukuran dalam proses pembuatannya.

SNI telah membuat ketetapan jika ukuran dan dimensi septic tank yang baik harus disesuaikan dengan jumlah penghuni yang tinggal dan menetap di dalam rumah. Misalnya jika suatu rumah ada penghuni sebanya lima orang, maka minimal volume lumpur septic tank yang dibuat adalah 0,45 meter persegi, ruang basahnya seluas 1,2 meter persegi serta ruang untuk ambang batas bebasnya adalah 0,4 meter persegi.

Ini artinya adalah septic tank yang panjangnya punya ukuran 1,6 meter dan lebar 0,8 meter serta tingginya 1,6 meter. Dengan kapasitas dan dimensi ini, jika penghuni rumah tidak mengalami penambahan, dalam jangka waktu tiga tahun fasilitas ini dapat digunakan secara kontinyu tanpa harus dikuras.

Selain ukuran dan dimensi serta volume, hal lain yang juga harus diperhatikan sewaktu membuat septic tank adalah daya tahan dan kekuatan dinding ruang atau tankinya. Dinding tersebut harus bisa kuat dan tahan pada zat asam yang berasal dari limbah pembuangan atau domestik dan bisa bersifat anti air. Jika muncul rembesan sedikit saja pada celah yang ada di dinding, hal ini dapat membuat tanah yang ada di sekitarnya jadi tercemar.

Bahan untuk membuat dinding atau ruang septic tank ini bisa menggunakan batu kali, batu bata, beton dan batako. Namun bila ingin praktis dan mengurangi resiko terjadinya kebocoran, saat ini banyak orang yang lebih tertarik untuk menggunakan tanki jadi produksi pabrik yang terbuat dari keramik, paralon atau PVC, plastik dan pelat beton.

Sedangkan untuk jarak, SNI juga telah membuat standarisasi yang baku. Jarak minimal antara bangunan dan septic tank adalah satu setengah meter, lebih jauh akan semakin bagus. Lalu untuk jarak antara sumur untuk mengampil air bersih dan septic tank minimalnya adalah sepuluh meter. Tapi jika sumur yang dibuat merupakan sumur resapan, jarak tersebut bida dibuat lebih pendek jadi lima meter. Jika terlalu dekat, ada kemungkinan muncul rembesan kotoran dari ruang septic tank dan masuk dalam sumur. Jika ini terjadi bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Lalu untuk yang tinggal di daerah perkotaan, septic tank yang dibuat agak berbeda sebab kotoran tidak langsung meresap ke dalam tanah tapi dialirkan pada alur pembuangan yang terintregrasi dengan saluran pembuangan di seluruh kita. Sehingga harus dilengkapi lagi dengan fasilitas lain yiatu tempat penampungan kotoran sementara sebelum disalurkan di tempat pembuangan akhir.

Selanjutnya untuk menghindari agar septic tank tidak cepat penuh, ketika pipa dipasang aturlah kemiringannya paling sedikit 2%. Artinya, setiap satu meter ada selisih ketinggian 2 sentimeter. Ukuran pipa itu minimal empat inchi dan jika jumlah toiletnya lebih dari satu, ukuran pipa harus lebih besar lagi. Dan pemasangan pipa ini harus diatur sedemikian rupa agar tidak ada belokan.

Sumber gambar : http://gunnellengineering.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Ciri Taman Rumah yang Menggunakan Gaya Eropa dan Mediterania Membuat Lubang Pada Dinding Keramik 
 Keuntungan dan Tips Menghias Jendela dengan Tanaman Hias Skema Kubus Modern pada Rumah  
 Rumah Dome Yogyakarta Mengenal Jenis Batu Bata dan Cara Memilihnya 
 Gaya Arsitektur Vernakular Minimalis yang Trendy Ruang Terbuka di atas Bukit di Bali 
 Membuat Desain Kursi Taman yang Modern dan Unik Ide Menarik Membuat Desain Tangga Teras Dari Kayu 
 Jenis Arah Sinar Cahaya Lampu Interior Dan Eksterior Kelebihan dan Cara Memilih Atap Polycarbonate 
 Dekorasi Kamar Mandi Termewah Fungsi dan Kelebihan Stell Floor Deck 
 Cara Membuat dan Tips Membuat Desain Taman sekolah Teknik Memasang Pondasi Batu Kali 
 Teknik Melakukan Pembongkaran Rumah Menggunakan Exhaust Fan Sebagai Alternatif Ventilasi Rumah 
 Rumah Cantik Berdinding Kayu Pengertian dan Cara Membuat Taman Tematik 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker