Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Teknik Membuat Sambungan Paralon dan Pipa PVC

Teknik Membuat Sambungan Paralon dan Pipa PVC

Pipa paralon dan PVC atau Poly Vinil Chlorid adalah komponen yang punya fungsi cukup vital di rumah atau bangunan dan gedung yang lain. Kegunaan utamanya yaitu untuk membuat sistem instalasi air dan sanitasi. Ada pula yang memakai pipa ini untuk memberi perlindungan terhadap sambungan kabel maupun sistem instalasi listrik.

Masalah yang paling sering dihadapi dalam penggunaan paralon dan pipa PVC ini adalah adanya sambungan yang terlepas atau bocor da patah. Oleh sebab itu kita harus mengetahui metode dan cara atau teknik membuat sambungan paralon dan pipa PVC dengan baik dan benar.

Sistem penyambungan pipa untuk instalasi air, sanitasi dan listrik sebaiknya dilakukan sebelum dinding dan komponen lain diberi lapisan penutup. Misalnya pada atap, sambungan yang ada di tempat ini harus dipasang sebelum plafon dibuat. Sedangkan pada dinding waktu terbaik adalah sebelum diberi lapisan aci atau ditutup dengan adonan semen dan pasir.

Khusus untuk saluran air dan sanitasi, penyambungannya harus dilakukan dengan sempurna dan rapat. Jika terjadi kebocoran proses perbaikannya akan membutuhkan waktu yang lama dan dana yang tidak sedikit karena harus melakukan pembongkaran dan pekerjaan finishing harus diulang lagi. Sedangkan pada saluran listrik, kebocoran pipa dapat membuat penghuni merasa takut dan tidak nyaman karena saluran listrik tersebut bisa menimbulkan bahaya kesetrum, kebakaran dan lain-lain.

Hal pertama yang harus dilakukan untuk menghindari beberapa masalah tersebut adalah membeli dan memilih pipa paralon dan PVC yang kualitasnya baik serta terjamin keasliannya. Belilah di toko yang menjadi agen resmi penjualan produk-produk tersebut. Jika sudah yakin bila pipa yang dibeli merupakan produk yang asli barulah kita melangkah pada pekerjaan pemasangan maupun penyambungan.

Tapi sebelum kegiatan ini dikerjakan sebaiknya menyiapkan lebih hulu beberapa jenis peralatan yang dibutuhkan. Antara lain yaitu sambungan pipa, lem paralon dan PVC, ampelas, kain bersih dan kering dan gergaji. Khusus untuk sambungan pipa, ada beberapa jenis misalnya sambungan lurus, sembilan puluh derajat, sambungan tiga arah dan sambugan empat arah.

Sebelum disambung, sebaiknya pipa dan sambungan dibersihkan dulu menggunakan kain bersih sehingga tidak ada kotoran yang menempel terutama minyak karena kotoran atau minyak bisa membuat sambungan tidak melekat secara kuat dan erat. Oleh sebab itu harus dihilangkan.

Setelah itu bagian ujung pipa yang mau disambung diampelas dengan perlahan. Hal yang sama juga dilakukan pada bagian dalam sambungan. Tujuannya adalah permukaan yang ada di tempat itu menjadi kasar, sehingga proses penyatuan sambungan dapat berjalan sempurna dan hasilnya bisa melekat erat. Perlu diketahui, pipa paralon dan PVC punya sifat yang agak licin. Jika tidak dibuat kasar, lem juga tidak bisa melekat dengan erat.

Yang perlu diperhatikan, pengampelasan tidak boleh dilakukan dengan keras dan terlalu lama. Hal ini bisa membuat ketebalan pipa maupun sambungan menjadi berkurang. Akibatnya adalah sambungan menjadi longgar jadi resiko terjadinya kebocoran menjadi besar. Peristiwa seperti ini tentu harus dihindari.

Berikutnya adalah mengoleskan lem pada permukaan pipa dan bagian dalam sambungan. Untuk pipa yang digunakan sebagai saluran sanitasi dan air ada yang tidak menggunakan lem, namun memakai sejenis bahan perekat yang bentuknya seperti selotip namun sangat tipis serta bersifat elastis. Bahan ini akan bisa membuat sambungan semakin melekat erat jika dipakai ketika sudah kering dan terkena air.

Setelah lem dioleskan, sambungan tidak langsung dipasang melainkan ditunggu beberapa menit hingga lem agak mengering. Setelah itu sambungan bisa dilekatkan dan disatukan dengan cara diputar-putar hingga masuk dan melekat erat. Jika sudah benar-benar kering, barulah bisa dapat digunakan sesuai dengan fungsinya.

Sumber gambar : http://www.gcplomberie.com

 
Artikel Lainnya :
 Fungsi dan Kelebihan Stell Floor Deck Desain Rumah Minimalis yang Menakjubkan 
 Kelebihan Lantai Terakota dan Cara Memasangnya Memilih dan Memasang Lis Profil Kayu 
 Cara Membuat Hiasan Dinding dari Teralis Kayu dan Tanaman Hias Cara Mendesain Rumah Sehat Tanpa Nyamuk 
 Teknik dan Cara Membuat Desain Gedung Olahraga Tips Cara Hemat Dalam Merenovasi Rumah 
 Fasad Indah Keraton Yogyakarta Membuat Perabot Furniture Bergaya Tas Bagasi 
 Kolam Cantik Dilengkapi Saung untuk Bersantai Desain Interior Ruang Perjanjian Linggarjati 
 Desain Gereja Unik di Flores Butuh Interior Designer di Bali? Hubungi Kami ! 
 Penyatuan Serasi Gaya Modern dan Tradisional Bali Pada Rumah Bertingkat Perhatian Penting Sebelum Membangun Ruko 
 Becak dan Rangkaian Bunga Untuk Memperindah Tampilan Ruang Jenis-jenis Dynabolt dan Fungsinya 
 Pemanfaatan Material Bangunan sebagai Penahan Radiasi Panas Matahari Meningkatkan Nilai Jual Kamar Hotel dengan Lantai Terrazzo (Teraso) 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker