Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Mengenal Jenis Instalasi Pada Kolam Renang dan Perlatannya

Mengenal Jenis Instalasi Pada Kolam Renang dan Perlatannya

Dilihat dari sistem sirkulasnya, ada dua jenis instalasi pada kolam renang . Yang pertama yaitu sistem sirkulasi overflaw dan kedua adalah sistem sirkulasi skimmer. Meski berbeda namun dua sistem ini punya tujuan utama yang tidak berbeda yaitu untuk membersihkan permukaan kolam dari segala macam kotoran yang tidak bisa tenggelam dan mengambang.

Sistem kerja dari sirkulasi overflaw, pertama pompa yang berasa dari balancing tank menghisap air lalu dikirim ke dalam kolam dengan cara proses filtrasi yang dilakukan dalam mesin filter. Lalu air akan masuk ke dalam kolam melewati inlet selanjutnya masuk dalam saluran yang lain sebagai penampungan. Namanya adalah gutter. Dari gutter ini air masuk lagi ke balancing tank

Pada umumnya kolam yang digunakan untuk tujuan komersil lebih suka menerapkan sistem ini. Alasannya air yang terbuang jumlahnya tidak banyak bila ukuran ketinggian kolam bertambah. Penambahan ketinggian ini bisa disebabkan karena pengguna kolam yang terlalu banyak. Jika ada tambahan air dari hujan yang turun, juga bisa ditampuing dalam balancing tank.

Sedangkan pada sistem sirkulasi skimmer, prosesnya tidak membutuhkan balanding tank lagi. Air bisa dihisap secara langsung dengan pompa sirkulasi. Proses ini berlangsung di dalam kolam melewati skimmer lalu dibalikan lagi masuk ke kolam. Jika ada penambahan ketinggian kolam karena air hujan dan pengguna, bisa langsung dilimpahkan pada saluran pembuangan. Tapi bila terjadi pengurangan air karena penguapan, penambahan air dilakukan dari dalam kolam.

Sistem ini lebih sering diaplikasikan pada kolam renang pribadi atau yang penggunanya tidak begitu banyak. Kelemahan dari sistem ini adalah air yang terbuang menjadi lebih banyak karena juga sering terjadi penambahan air di dalam kolam.

Kemudian untuk perlengkapannya, sistem sirkulasi dan instalasi kolam membutuhkan beberapa element, diantaranya adalah pompa sirkulasi yang punya fungsi sebagai pompa transfer untuk menyalurkan air dari balancing tank atau skimmer dan memasukannya lagi di dalam kolam. Ada beberapa jenis pompa transfer, seperti pompa centrifugal dan pompa end suction.

Perlengkapan yang kedua adalah filter, digunakan sebagai mesin penyaringan dan filtrasi pada air yang mau dimasukan dalam kolam sehingga kondisinya selalu dalam keadaan yang bersih. Jenisnya juga ada dua yaitu sand filter dan catridge filter.

Kemudian yang ketiga yaitu balancing tank yang khusus dipakai pada sistem sirkulasi overflaw. Fungsi dari alat ini adalah untuk menyeimbangkan volume air. Jika hujan sedang turun, luapan air yang masuk dalam kolam ditampung oleh alat ini. Namun jika ada air yang berkurang karena penguapan, air dalam balancing tank dimasukan ke dalam kolam lagi.

Sedangkan peralatan yang keempat adalah chemical feeder yang punya fungsinya sebagai alat penambah bahan kimia yang dipakai untuk merawat air menggunakan instalasi inlet. Chemical feeder ini ada dua macam yaitu automatic chemical chlorine feeder dan chemical dosing pump.

Peralatan kelima dinamakan skimmer box yang hanya dipakai pada sistem sirkulasi skimmer. Gunanya adalah untuk titik hisap pompa sirkulasi. Dengan menggunakan alat ini, kotoran yang ada di permukaan bisa terhisap sehingga kolam selalu bersih. Sedangkan inlet yang merupakan alat keenam adalah tempat untuk memposisikan air yang masuk dan kembali ke kolam.

Terakhir alat ketujuh adalah maindrain, dipakai untuk menguras dan membuang air kolam. Tapi untuk kolam yang memakai sistem sirkulasi overflow, maindrain dipakai juga untuk titik hisap pada pompa hias misalnya air mancur dan sebagainya.

Selain beberapa peralatan tersebut, kolam renang masih membutuhkan beberapa jenis bahan kimia seperti kaporit untuk menghindari munculnya lumut dan bakteri, lalu ada soda ash untuk meninggikan kadar Ph air, tawas untuk menenggelamkan kotoran yang tidak bisa terhisap oleh filter dan beberapa jenis bahan kimia lain misalnya PAC, asam klorida dan sebagainya.

Sumber gambar : http://www.thelaserlounge.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Mengapa Terrazzo Lebih Baik dari Keramik? Gaya Desain Eklektik Untuk Rumah dan Ruang 
 Konstruksi dan Desain Rumah Panggung Tradisional di Tengah Sungai di Jawa Barat Arti, Fungsi dan Cara Memilih Slipcovers 
 Memilih Tukang Untuk Renovasi Rumah Mengenal Karakteristik Rumah Sehat 
 Membuat Kamar Mandi Di Kamar Tidur Menghindari Kebocoran Pada Plafon Gypsum  
 Keuntungan dan Cara Membuat Dinding Rumput Kelebihan dan Cara Membuat Pagar Kaca 
 Bentuk Bangunan Paling Lucu Condotel, Pilihan Investasi Terkini Yang Kian Merebak di Bali 
 Mengenal Jenis Batu Bata dan Cara Memilihnya Rumah Putih Bergaya Kontemporer 
 Mengenal Jenis Rumput Taman dan Teknik Perawatannya Tips dan Cara Membuat Lantai dari Papan Kayu yang Masih Utuh 
 Kenapa Harus Membuat Gambar Kerja pada Pembangunan Rumah? Mensiasati Satu Poros Rumah Panjang 
 Green Arsitektur dengan Rumah Bambu Membuat Sertifikat Tanah Girik atau Adat 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker