Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Cara Melakukan Renovasi Gedung Tua

Cara Melakukan Renovasi Gedung Tua

Beda dengan bangunan biasa, ketika melakukan renovasi gedung yang umurnya sudah tua harus memperhitungkan banyak hal. Kecuali jika bangunan tersebut akan dirombak secara total serta menghilangkan bentuk asli dan desain utama dari gedung atau bangunan tersebut.

Karena gedung tua punya daya tarik yang lebih istimewa jika dibandingkan dengan gedung lain yang lebih modern. Terlebih lagi bila gedung tersebut punya nilai seni atau sejarah yang cukup tinggi, misalnya pernah dipakai untuk mengadakan suatu acara dimana pengaruhnya masih bisa terasa hingga saat ini. Biasanya proses renovasi tersebut akan menimbulkan pendapat yang pro dan kontra dari beberapa pihak meski itu merupakan gedung milik pribadi.

Karena itu kita harus mengetahui teknik dan cara melakukan renovasi gedung tua denga baik dan benar. Pertama yaitu kita menghubungi pihak yang berwenang seperti balai purbakala, dinas pariwisata dan budaya serta lembaga lain yang punya kewajiban untuk menangani masalah ini. Bila gedung yang mau direnovasi tersebut merupakan salah satu gedung cagar budaya yang harus dilindungi, tentu ada beberapa aturan yang tidak bisa dilanggar begitu saja.

Apabila sudah mendapatkan ijin untuk melakukan renovasi, hubungi juga ahli bangunan atau arsitektur yang sudah punya pengalaman tentang masalah ini. Apabila dirasa perlu, libatkan pula para ahli sejarah dan budaya yang mengetahui seluk beluk tentang gedung tersebut baik dari sisi nilai sejarah, arsitektur dan budaya yang menjadi latar belakang berdirinya gedung itu.

Lakukan konsultasi pada mereka, bagian mana saja dari gedung tersebut yang bisa dirubah serta diperbaiki serta bagian lain yang tidak boleh diganti atau dirubah sama sekali bentuk dan desain serta arsitekturnya. Yang jelas adalah renovasi itu tidak boleh merubah bentuk asli bangunan dan beberapa element yang lain. Karena perubahan tersebut bisa mengurangi bahkan menghilangkan nilai-nilai budaya, seni dan sejarah yang terkandung di dalamnya.

Misalnya saja ketika kita ingin merubah atap sirap. Biasanya para ahli bangunan dan budaya atau sejarah hanya memberi rekomendasi atap tersebut bisa diganti dengan atap sirap yang baru. Hal yang sama juga terjadi pada bagian konstruksi, struktur dan kerangkanya dapat diganti dengan struktur dari baja atau bahan lain yang lebih kuat dari kayu.

Namun untuk sirapnya tidak boleh diganti dengan bahan lain. Maksimal adalah genteng boleh diganti dengan jenis lain namun yang warnanya sama atau punya tampilan yang agak sama. Untuk desain dan bentuknya, pada umumnya tidak boleh dirubah. Jadi harus tetap menggunakan gaya yang sama.

Demikian pula dengan beberapa element yang lain seperti pintu atau jendela, juga hanya boleh diganti dengan yang baru namun bahan, bentuk dan gayanya tidak boleh dirubah. Bagian dinding juga mendapat perlakukan yang sama. Kecuali jika dinding tersebut sudah terlalu tua dan tidak kuat lagi menahan beban, bisa dirobohkan dan diganti dengan dinding yang baru tapi pola dan bentuknya juga tidak ada perubahan.

Kemudian untuk lantai karena tidak ada beban yang harus ditahan, biasanya lebih awet dan tidak ada yang rusak. Namun jika tampilanya ingin diperbarui, bagian tersebut juga tidak boleh boleh dibongkar. Kita bisa menggunakan lantai yang baru dengan cara ditumpuk. Sehingga lantai yang lama tetap ada di bangunan atau gedung tersebut. Tujuannya adalah jika suatu saat ada penelitian lagi, lantai yang lama masih bisa digali kembali.

Selanjutnya sebelum proses renovasi dikerjakan, buatlah dokumentasi gedung dari berbagai arah dan sudut baik yang ada di dalam dan luar ruang. Dokumentasi ini bisa berupa foto, film, gambar sketsa dan sebagainya. Dan jika dirasa perlu, lakukan penelitian di museum kota, perpustakaan atau tempat lain yang sekiranya memuat data tentang sejarah gedung tersebut.

Sumber gambar : http://www.flickr.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Mengenal Jenis-jenis Genteng Jenis-jenis Bangunan Tradisional Suku Lore Sulawesi Tengah 
 Gedung Kuning Khas Riau Tips Bagaimana Menciptakan Kesan Alami di Apartemen 
 Teknik Menggunakan Keramik Bekas Tips Membeli Perumahan Murah 
 Perbedaan dan Persamaan Furniture Gaya Victoria dan Klasik Membuat Desain Kursi Taman yang Modern dan Unik 
 Tampilan Rumah yang Membentuk Huruf G Mau Membangun Rumah di Bali, Anda butuh Arsitek atau Kontraktor? 
 Villa Tropis di Bali yang Segar dan Cerah Cara Membuat Hiasan Lampu Gantung Krat Botol 
 Butuh Interior Designer di Bali? Hubungi Kami ! Jenis-jenis Water Proofing 
 Landscape Taman Tepi Pantai di Pulau Bali Persamaan dan Perbedaan Desain Plafon Rumah Eropa dan Amerika 
 Teknik dan Cara Membuat Dipan Goyang atau Gantung Yang Perlu Diperhatikan Saat Serah Terima Rumah 
 Jenis Biaya Untuk Transaksi Jual Beli Rumah Menelusuri Ciri Khas Ragam Hias Nusantara 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker