Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Mengurangi Dampak Negatif Asbes

Mengurangi Dampak Negatif Asbes

Penggunaan atap dari asbes punya beberapa kelebihan, diantaranya yaitu teknik pemasangannya sangat mudah dilakukan dan tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama seperti atap dari tanah liat atau atap baja. Selain itu daya tahan asbes sangat kuat serta tidak mudah bocor. Harganya juga lebih murah dan mudah ditemukan karena banyak toko bahan bangunan yang menjual atau menyediakannya.

Namun sayang sekali, menurut beberapa hasil riset dan penelitian ternyata penggunaan bahan ini bisa memunculkan masalah kesehatan. Jika terhisap oleh hidung partikel yang mudah lepas dan berterbangan lalu terhisap oleh hidung bisa menimbulkan beberapa jenis penyakit seperti paru-paru, kanker dan sebagainya. Namun bagaimana jika kita tetap tertarik memilih bahan ini untuk dijadikan atap?. Ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak negatif asbes tersebut.

Misalnya saja kita meninggikan dinding yang diberi asbes, sehingga dapat mengurangi partikel yang jatuh dan terhisap oleh hidung. Jadi sebelum sempat jatuh ke bawah, partikel tersebut akan tertiup oleh angin lalu terbang serta jatuh ke tempat yang lain yang jaraknya cukup jauh dari rumah. Namun sebelumnya perlu dihitung, apakah ongkos untuk meninggikan dinding ini lebih mahal bila dibandingkan dengan mengganti asbes dengan material yang lain seperti genteng dari tanah liat. Jika ternyata dana yang harus dikeluarkan lebih tinggi, bisa menggunakan teknik atau alternatif lainnya.

Alternatif lain yang bisa dijadikan pilihan antara lain adalah menutup atap asbes tersebut dengan plafon yang rapat seperti triplek, gypsum dan sebagainya. Jadi partikel dari yang keluar dari atap asbes tidak akan jatuh dan masuk ke dalam ruang melainkan akan mengenai bagian atas palfon. Buatlah sistem yang bagus agar penggunaan plafon ini tidak menjadikan ruang dalam rumah jadi panas atau pengap.

Oleh karena itu pemasangan plafon juga harus dilengkapi dengan penciptaan sistem sirkulasi udara yang baik agar suhu yang ada di dalam ruang tetap terasa segar dan sejuk. Perlu diketahui, jika pemasangan plafon bisa membuat ukuran ketinggian ruang menjadi berkurang. Ruang yang terlalu rendah akan membuat sistem sirkulasi udara tidak bisa berjalan dengan normal. Apalagi jika plafon tersebut dibuat datar, tidak mengikuti bentuk atap yang miring. Ukuran tinggi ruang makin banyak berkurang.

Selain itu jika bisa tercipta sistem sirkulasi udara yang baik, maka udara dan angin bisa masuk dan keluar dengan lancar. Hal ini bisa membuat partikel asbes yang jatuh di dalam ruang dapat segera tersapu oleh angin dan terbawa ke luar ruang. Jadi penghuni tetap aman dan terlindungi dari resiko yang membahayakan. Usahakan ada jendela di beberapa bagian dinding baik yang ada di samping kiri dan kanan maupun depan dan belakang. Lebih bagus lagi jika di bagian atas jendela diberi kelengkapan lain yaitu sistem ventilasi udara.

Kemudian minimal setiap lima tahun sekali, gantilah atap asbes dengan yang baru. Asbes yang umurnya sudah lebih dari lima tahun sifatnya menjadi lebih rapuh dan kondisi ini dapat membuat partikel yang melekat lebih mudah terlepas. Terlebih lagi jika sering terjadi pergantian cuaca dari panas dan dingin atau hujan. Hal ini bisa menjadikan terjadinya kerapuhan pada asbes semakin cepat terjadi.

Bila atap tersebut baru saja dipasang, sebaiknya ruang yang ada di bawah tidak langsung dihuni atau digunakan. Asbes yang baru masih banyak mengandung sisa bahan berbentuk debu yang mudah berterbangan. Jadi biarkan dulu beberapa hari sampai debu tersebut hilang semua dan ruang dibersihkan lebih dulu.

Kemudian yang terakhir ketika sedang memasang asbes, disarankan untuk menggunakan masker atau penutup hidung terlebih pada waktu memotong. Karena jaraknya cukup dekat, kemungkinan hidung menghisap partikel jadi lebih besar. Maka dari itu perlu perlindungan khusus.

Sumber gambar : http://www.nioh.ac.za

 

 
Artikel Lainnya :
 Langkah-langkah yang Harus Dipertimbangkan sebelum Melakukan Renovasi Rumah Menggunakan Atap Transparan 
 Membuat dan Menghitung Ukuran Tangga Trend Condotel dan Apartment di Bali 
 Nuansa Bali yang Elegan di Kamar Tidur Tip dan Ide Menarik Menghias Lampu Gantung Dengan Bunga 
 Jenis Data yang Dibutuhkan Untuk Mengukur Tanah Bangunan Bagaimana Mewujudkan Gemercik Air Terjun Buatan yang Nyaman dalam Rumah 
 Perbedaan Desain Istana di Eropa dan Asia Membuat Taman Rumah Kaca 
 Menggunakan Furniture Bekas Pakai Rumah Pohon yang Fantastik 
 Aneka Jenis Kolam Ikan pada Rumah dan Teknik Pembuatannya Menjaga Daerah Lalu Lintas Tinggi Dalam Rumah 
 Penggunaan Batu Susun untuk Bangunan Rumah Tips Untuk Menghemat Biaya Renovasi Murah 
 Jenis Batu Koral dan Cara Memasangnya Membangun Rumah Ramah Lingkungan/Eco Friendly 
 Paduan Modern dan Tradisional Pada Bangunan Rumah Mengenal Hasil Arsitektur Karya Ir. Soekarno 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2015 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker