Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Cara Menghitung Kebutuhan Keramik dan Kesalahan yang Sering Terjadi

Cara Menghitung Kebutuhan Keramik dan Kesalahan yang Sering Terjadi

Menghitung kebutuhan keramik untuk membuat lantai pada suatu ruang atau dinding itu sangat mudah dilakukan. Namun jika tetap terjadi kesalahan, ada beberapa resiko yang membuat waktu pemasangan jadi lebih lama karena harus membeli sisa kekurangan tersebut. Apalagi jika tempat pembelian pertama sudah tidak punya stok lagi dah harus mencari ke toko keramik yang lain. Ini tentu membutuhkan waktu yang lebih lama.

Resiko lain yang harus ditanggung adalah jika ternyata motif, pola serta ukuran keramik yang sudah terpasang ternyata sudah habis terjual. Masalah ini mengakibatkan sisa lantai atau dinding yang belum tertutup oleh keramik harus diisi jenis keramik lain yang motif, pola dan ukurannya bisa berbeda. Tentu hasil yang didapat jadi tidak terlihat indah bahkan bisa menjadi jelek sebab tampilannya tidak seragam.

Kerugian lain yang juga ikut muncul adalah dari sisi pembiayaan. Jika kita membeli keramik dalam jumlah yang banyak sekaligus tentu harganya lebih murah bila hanya beli beberapa kardus saja. Belum lagi jika menghitung ongkos transportasi maupun tukang untuk memasangnya, tentu biaya yang harus dikeluarkan jadi semakin tinggi.

Lalu, bagaimanakah cara menghitung kebutuhan keramik yang benar?. Cukup sederhana saja, kita tinggal menghitung luas bidang atau ruang yang mau ditutup dengan keramik. Misalnya ada ruang yang ukuran panjangnya lima meter dan lebar empat meter sehingga luas lantainya adalah duapuluh meter persegi. Luas ini adalah kebutuhan keramik yang harus disediakan. Lalu dihitung setiap satu kardus keramik punya ukuran luas satu meter persegi. Sehingga keramik yang harus dibeli jumlahnya juga duapuluh kardus.

Meski teknik perhitungan ini sangat mudah tapi ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian. Pertama jangan membeli keramik dalam jumlah yang pas, namun tambahlah sekitar lima hingga sepuluh persen dari total jumlah kebutuhan. Tujuannya untuk berjaga-jaga jika ada keramik yang pecah.

Hitung pula ukuran dan jumlah keramik yang dipasang pada bagian pinggir dan pojok karena ada yang membutuhkan keramik dalam bentuk potongan yang tidak utuh. Hitunglan dengan teliti dan cermat, apakah sisa potongan tersebut masih bisa digunakan lagi atau tidak. Terutama jika lantai keramik punya motof-motif tertentu yang harus dipasang secara berdampingan dengan keramik yang lain. Lebih bagus lagi jika kita membuat gambar sketsa atau shop drawing untuk pola serta teknik pemasangan keramik. Jadi perhitungannya bisa dilakukan secara lebih akurat dan teliti.

Meski sudah dihitung dengan cermat, namun adakalanya masih terjadi kesalahan juga. Beberapa jenis kesalahan yang sering muncul dalam perhitungan kebutuhan keramik antara lain yaitu lupa hanya menghitung luas ruangan saja tanpa memperhatikan potongan keramik yang ada di bagian pojok atau sudut yang sering disebut dengan las-lasan.

Ukuran keramik ada yang tidak selalu pas. Misalnya kita membuat perhitungan keramik ukuran empatpuluh kali empatpuluh sentimeter. Namun di toko keramik hanya tersedia ukuran tigapuluh kali tigapuluh dan kita membuat perhitungan kembali, hanya sekedar menambah beberapa persen saja. Akibatnya keramik yang dibeli ternyata kurang.

Meski sudah disarankan agar menambah lima sampai sepuluh persen dari jumlah total kebutuhan namun dengan alasan penghematan ada yang hanya membeli dalam jumlah yang pas saja karena berpikir jika perhitungan itu sudah sangat akurat. Tapi ada hal lain di luar dugaan yang bisa saja terjadi.

Misalnya terjadi kesalahan dalam pemotongan atau ada beberapa keramik yang warna dan motif serta ukurannya tidak sama persis. Seperti ada yang kusam, motifnya rusak dan sebagainya. Hal ini tentu saja akan memunculkan permasalahan tersendiri yang menjadikan proses pemasangan keramik jadi terhambat.

Sumber gambar : http://www.jwanson.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Tips Merancang Rumah Tinggal Sendiri Ide Menarik Membuat Taman Dinding dari Batako 
 Melakukan Renovasi Berdasarkan Usia Bangunan Perbedaan Interior Kantor Yahoo dan Google 
 Paduan Coklat dan Putih pada Bangunan Villa di Bali Perbandingan Sumur Bor Mesin dan Manual 
 Rumah Antik yang Cantik Bagaimana Cara Memilih Bahan Bangunan Yang Sehat ? 
 Mengatur Ruang Cuci Cara Menggunakan Genteng Tanah Liat Untuk Membuat Dinding 
 Perbandingan Rumah Tumbuh Ke Atas dan Ke Samping Jenis Batu Koral dan Cara Memasangnya 
 Konsep Arsitektur Bangunan Hotel yang Mempesona Investasi di Bali, Membeli Tanah atau Mengontrak Tanah? 
 Pengertian dan Fungsi Ventilasi Silang Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Penataan Interior 
 Tips Cara Hemat Dalam Merenovasi Rumah Mengenal Lebih Dekat Dengan Pergola 
  Meningkatkan Nilai Jual Hotel dengan Desain Arsitektur Unik Cara Melakukan Renovasi Gedung Tua 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker