Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Aneka Jenis Pekerjaan Finishing Bangunan

Aneka Jenis Pekerjaan Finishing Bangunan

Yang dimaksud dengan finishing bangunan yaitu pekerjaan yang berkaitan dengan penutupan, pelapisan, serta membuat tampilan bangunan menjadi tampak indah. Pekerjaan ini dilaksanakan setelah semua proses pembuatan struktur selesai di lakukan. Jadi finishing adalah proses paling akhir dari keseluruhan rangkaian pembuatan bangunan.

Secara garis besar jenis pekerjaan finishing ini terdiri dari dua bagian yaitu finishing kering dan basah. Masing-masing masih terbagi lagi menjadi beberapa sub bagian. Finishing kering, jenis pekerjaannya antara lain adalah membuat dinding tembok. Ada dinding yang dilengkapi dengan lapisan penutup atau tetap dibiarkan terbuka. Dinding yang dibiarkan terbuka biasanya berupa dinding ekspose. Bagian yang ditonjolkan yaitu susunan batu bata atau batu alam maupun bahan lain.

Sedangkan pada dinding yang diberi lapisan, pekerjaan ini dilanjutkan dengan pembuatan plester atau aci. Kegiatan pembuatan plester di lakukan di dua tempat yaitu dalam dan luar ruang. Selain dinding pemlesteran juga dilakukan pada bagian lain yaitu lantai. Lapisan penutup dinding pada umumnya menggunakan adonan semen dan pasir lalu dihaluskan dengan adonan semen saja.

Sedangkan untuk lantai, metodenya lebih bervariasi. Ada yang menggunakan ubin dari keramik, teraso, marmer dan sebagainya. Dan seperti dinding, pembuatan lapisan lantai juga dikerjakan di dalam dan luar ruang. Ada beberapa orang yang memakai material untuk membuat lapisan lantai namun diaplikasi untuk membuat lapisan penutup dinding meski jumlahnya tidak begitu banyak. Jenis ruang yang paling sering diberi lapisan penutup ini adalah kamar mandi.

Jika semua proses pengerjaan finishing basah selesai, dapat dilanjutkan dengan finishing kering. Pekerjaan ini antara lain yaitu memasang atap berikut kelengkapannya yaitu plafon. Keduanya juga punya jenis yang bermacam-macam baik material, desain maupun metode pemasangannya.

Pekerjaan lainnya adalah memasang pintu, jendela atau dinding lain yang tidak materialnya tidak menggunakan dinding batu bata dan sebagainya. Dinding ini ada yang dibuat dari kayu, kaca dan beberapa bahan lain yang bisa dipasang secara langsung tanpa melalui proses finishing basah.

Dari sini finishing basah dilanjutkan dengan pemberian warna. Bagian yang diberi warna adalah dinding, plafon, jendela, pintu dan sebagainya. Pemberian warna bisa dilakukan dengan cat yang semua jenis disesuaikan dengan komponennya. Misalnya cat untuk dinding tentu jenisnya tidak sama dengan cat yang digunakan untuk memberi warna pada pintu dan jendela. Dan selain cat, bahan lain yang bisa dipakai untuk menutup dinding adalah wallpaper.

Jika ada komponen khusus misalnya jendela dan pintu yang dikombinasi dengan material lain seperti kaca, tentu sebelum proses pewarnaan bahan tersebut harus dipasang lebih dulu. Hal yang sama juga terjadi jika pintu dan jendela diberi teralis dan sebagainya.

Selain pemberian warna pada ruang dalam dan eksterior, jenis pekerjaan finishing yang lain yaitu memasang beberapa element kelengkapan. Misalnya memasang lampu penerangan atau lampu hias, memasang kain gorden pada pintu dan jendela serta pernak-pernik yang lain. Pekerjaan ini lebih banyak dilakukan di dalam ruang, kecuali lampu yang digunakan untuk penerangan luar.

Sambil mengerjakan finishing kering bisa dibarengi dengan pekerjaan lain yang punya hubungan dengan element yang berada di luar ruang. Misalnya membuat taman maupun pagar serta pintu gerbang. Khusus pembuatan pagar, pembuatan pondasi atau dinding bisa dilakukan ketika proses finishing basah sedang dikerjakan. Sedangkan pemberian warna atau pamasangan material lain dilakukan bersamaan dengan proses finishing kering.

Kecuali jika pagarnya memakai pagar hidup, pengerjaannya bisa dilakukan bersamaan dengan proses pembuatan taman maupun pemerataan tanah yang ada di halaman atau sekitar bangunan rumah. Jika semuanya sudah selesai tinggal memasukan aneka macam perabot yang diperlukan seperti meja, kursi dan sebagainya. Baru setelah itu bangunan rumah siap untuk dihuni.

Sumber gambar : http://iconbtdcontracting.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Mengenal Pengertian Floating Houses Menempatkan AC Secara Baik dan Benar 
 Ide Menarik Membuat Tempat Tidur Anak Bertema Mobil Cara Memilih Jenis Asuransi untuk Melindungi Aset Rumah Anda 
 Tips Desain Plafon Rumah Aplikasi Kain Gorden Pada Ruang Klasik dan Modern 
 Pondasi Rumah Unik di Taman Mekarsari Bogor Cara Membuat Desain Tugu dan Tips Menata Landscapenya 
 Membuat Kusen Dari Beton Cor Paduan Kuning Merah Rumah Kayu di Jawa Barat 
 Perbandingan Rumah Tumbuh Ke Atas dan Ke Samping Teknik Mendesain Pilar 
 Tip dan Ide Menarik Menghias Lampu Gantung Dengan Bunga Konsep Rumah Sehat 
 Membuat Desain Dapur Terbuka (Open Kitchen) Fungsi dan Jenis Lapisan Plester Dinding 
 Desain Furniture Paling Aneh Cara Membuat Desain Ruang Untuk Pameran Lukisan 
 Penggunaan Gypsum Untuk Membuat Dinding Agen Properti Indonesia - Ajakan Kerja Sama  
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Instagram - Image Bali Arsitek dan Kontraktor Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2016 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Web developed by BaliWS
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker