Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Aneka Jenis Beton Fiber Untuk Bangunan

Aneka Jenis Beton Fiber Untuk Bangunan

Beton fiber yaitu beton yang bahan pembuatannya diberi tambahan serat yang disatukan dengan amterial lainnya. Serat tersebut dapat berupa bahan organik seperti kayu, kelapa, tebu dan bahan lain yang diambil dari alam secara langsung. Sedang jenis serat non organik misalnya baja dan bahan lain yang bisa membuat kualitas beton menjadi lebih bagus dan kuat.

Penggunaan beton fiber ini dapat memberi beberapa keuntungan. Misalnya untuk meningkatkan sifat mekaniknya. Sifat mekanik tersebut meliputi kekuatan daya tekan, daya lentur serta daya tarik. Jika serat fiber yang digunakan merupakan bahan yang harganya lebih murah, tentu dalam segi pembiayaan bisa dilakukan penghematan. Terutama pada fiber yang memakai bahan alami, sistem kerjanya jadi lebih sempurna.

Beton fiber juga bisa membuat konstruksi bangunan tidak mudah mengalami perubahan bentuk dan ukuran yang sering timbul karena ada perubahan cuaca yang ekstrim, terlebih pada beton yang ukurannya lebih besar dan punya permukaan yang luas. Misalnya pada bandara, pelabuhan laut, jalan raya, jembatan dan sebagainya. Perubahan bentuk dan ukuran beton yang melenceng dari standar bisa membuat kualitas dan kekuatan serta daya tahan bangunan jadi menurun.

Jenis beton fiber untuk bangunan ini terdapat beberapa macam. Fiber yang sering digunakan di Indonesia misalnya metallic fibers yang dibuat dari bahan serat baja. Pada umumnya bahan ini dipakai untuk membuat campuran agregrat kasar. Pemakaiannya bisa menaikan daya tekan pada beton. Namun tentu saja harus dibuat dengan komposisi dan takaran yang tepat.

Sedangkan mineral fiber, bahannya berupa serat yang biasanya dipakai untuk membuat gelas dan barang lain yang sejenis. Maka mineral fiber juga sering dinamakan dengan fiberglass. Jika akan dipakai untuk membuat beton, biasanya punya bentuk bulat kecil seperti mainan yang digunakan oleh anak-anak yaitu kelereng. Dan seperti metallic fiber, penggunaannya juga dengan cara yang sama yaitu dicampurkan pada material agregrat kasar.

Jenis beton fiber yang lain yaitu polymeric fiber atau sering disebut dengan nama serat plimer. Bahan yang digunakan untuk membuatnya merupakan serat sintetis yang diproses dengan cara dicampur beberapa bahan kimia. Karena serat sintetis yang dipakai ada bermacam-macam maka polymeric fiber juga terbagi lagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan material yang digunakan untuk membuatnya. Ada fiber nylon, polyster, acrylic, carbon, polypropyle atau polythylene dan sebagainya. Bentuknya ada yang berupa serbuk, seperti kapas atau seperti gulungan benang yang tidak teratur.

Jenis yang terakhir adalah naturally ocuring fiber yang disebut dengan serat alami. Sumber yang dipakai untuk membuatnya ada dua yaitu dari tumbuhan dan hewan. Jika dari tumbuhan, antara lain adalah tebu, batang pohon kelapa atau glugu, kayu yang dibuat menjadi serbuk dan lain-lain. Jika diambil dari hewan contohnya yaitu beberapa macam kulit dan bulu binatang atau bagian tubuh yang lain seperti tulang dan sebagainya. Namun pemakaian bahan dari binatang ini sampai saat sekarang masih jarang diaplikasikan.

Penggunaan serat alami ini juga bisa membuat daya tekan beton menjadi lebih bagus dan tinggi dibanding dengan jenis beton yang lain. Sedangkan serat yang terbuat dari tanaman tebu sangat bagus untuk membuat beton ringan atau beton busa. Namun karena bahan alami pada umumnya punya kualitas yang berbeda-beda, sebelum diaplikasikan harus dilakukan penelitian lebih dulu.

Kualitas ini dipengaruhi oleh beberapa hal. Misalnya daerah asal serat tersebut karena cuaca dan kondisi tanah yang dipakai untuk menanam tanaman punya pengaruh yang cukup besar terhadap kekuatan kayu atau serat dari pohon kelapa. Umur tanaman ketika ditebang juga punya peran yang tidak sedikit pada ketahanan dan kualitas serat yang dibuat.

Sumber gambar : http://www.brighthubengineering.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Desain Interior Ruang Tamu Keraton Cirebon Tips Cara Menata Ruang Tamu yang Kecil 
 Teknik Pewarnaan Lorong Rumah 5 Langkah Mendekorasi Ruangan Menyambut Perayaan Hari Raya 
 Membuat Peneduh dan Mempercantik Fasade Rumah dari Tanaman Rambat Mengapa Desain Arsitek Kebanyakan “Biasa-Biasa” Saja? 
 Penangulangan Banjir di Areal Pemukiman Dengan Membuat Lubang Biopori Teknik Menyatukan Tampilan Kolam dan Rumah di Bali  
 Keuntungan dan Tips Membuat Taman Terasering Ruko sebagai Alternatif Mengatasi Tempat Tinggal dan Usaha yang Jauh 
 Pengertian Mezzanine dan Teknik Membuatnya Menyelaraskan Bentuk, Ukuran Bangunan Serta Furniture Yang Digunakan 
 Teknik Mencampur Warna Cat Menata Ruang Unfinished 
 Gunakan Interior Designer, Furniture Toko belum tentu Cocok untuk Ruang Anda ! Mengukur Ketegakan Bidang 
 Rumah Dua Lantai dengan Tampilan yang Nyaris Sama Landscape Komplek Villa di Tepi Pantai Pulau Bali 
 Nuansa Kolonial di Rumah Bali Benarkah Profesi Arsitek Belum di Apresiasi di Indonesia? 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2015 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker