Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Finishing Batu Bata Expose

Finishing Batu Bata Expose

Meski banyak yang ditutup dengan lapisan semen dan pasir, namun jumlah orang yang tertarik untuk menonjolkan tampilan batu bata tanpa plester jumlahnya juga tidak sedikit. Bahkan sejak dulu konsep ini sudah sering diaplikasikan tidak saja hanya pada bagian dinding namun juga di bagian plafon. Batu bata tanpa lapisan penutup ini dinamakan dengan batu expose.

Agar tampilannya lebih menarik, batu expose ini juga diberi kelengkapan yang berupa proses finishing. Metode dan teknik finishing batu bata ekspose ini jumlahnya ada beberapa. Misalnya pada bangunan tempat ibadah dan rumah tradisional yang ada di Bali. Batu bata disusun secara rapat sehingga garis spasi atau siar hampir tidak kelihatan. Agr bisa tampil sempurna, batu bata yang digunakan harus punya ukuran presisi yang pas dan selalu sama dan teksturnya halus.

Jika batu bata tidak rapi dan presisinya tidak sama, garis siar yang muncul menjadi tidak indah. Perekat yang digunakan untuk menyusun batu bata juga harus dipilih dari jenis yang kualitasnya paling tinggi namun tidak jumlahnya tidak boleh terlalu banyak agar daya rekatnya makin kuat.

Pada batu bata yang konvesional, cara penerapannya lebih mudah dilakukan. Namun batu bata yang dipakai harus punya tampilan yang seragam baik ukuran, bentuk dan kualitasnya. Selain itu batu tersebut harus dipasang dalam kondisi yang utuh. Jika ada yang pecah atau hanya retak saja, sebaiknya tidak ikut dipasang karena bisa mengurangi keindahan tampilan nat.

Teknik pemasangannya sama dengan batu bata yang diberi lapisan plester, namun jarak siarnya tidak boleh berbeda baik yang horizontal maupun vertikal. Material yang dipakai untuk membuat siar harus bersih dan tidak mengandung butiran atau kerikil yang besar. Jadi harus selalu halus. Agar bisa memperoleh pasir yang halus, bisa menggunakan ayakan yang ukuran diameternya kecil. Bila batu bata expose ini diaplikasikan di luar ruang, sebaiknya diberi coating anti jamur dan lumut.

Untuk batu bata tempelan, pada umumnya menggunakan bahan terakota hasil produksi pabrik modern. Ukurannya ada yang lebih besar dari batu bata alami namun ada pula yang lebih kecil. Batu bata ini tidak langsung dipakai untuk membuat dinding namun hanya ditempelkan pada dinding atau element yang sudah jadi, tidak berbeda dengan pemasangan keramik atau material yang lain.

Karena proses produksinya menggunakan mesin, batu bata jenis ini ukuran presesinya sangat pas dan tingkat kerapiannya lebih tinggi dibanding batu bata yang dibuat secara alami. Tapi karena sangat rapi, kadangkala hal ini justru mengurangi kesan natural seperti jenis batu bata yang lain. Agar kesan natural tersebut bisa muncul sebaiknya ukuran natnya dibuat lebih besar. Selain itu batu bata ini tidak boleh dipasang dengan konsep yang sama seperti batu bata yang ada di Bali. Jadi siarnya tetap harus ditampilkan atau dimunculkan. Jika tidak tampilan batu bata ini akan tampak seperti dinding biasa.

Alaternatif lain yang bisa diterapkan pada penggunaan batu tempelan adalah tetap memakai batu bata tempelan namun hasil produksi pengrajin. Mereka biasanya menggunakan bahan semen dan pasir atau tanah liat lalu dibakar. Meski presisinya kurang rapi namun hal inilah yang membuat tampilannya lebih alami.

Lalu untuk natnya dibuat dari dari pecahan batu bata yang dihaluskan lalu dibuat adonan dengan lem beton. Adonan ini kemudian dioleskan memakai kuas. Pekerjaan ini memang kurang praktis dan membutuhkan waktu yang lebih lama. Namun hasil tampilan konsep finishing ini terlihat lebih indah dan cantik serta alami.

Sumber gambar : http://activerain.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Skema Kubus Modern pada Rumah Cara Membangun Suasana Nyaman pada Rumah 
 Mau Membangun Rumah di Bali, Anda butuh Arsitek atau Kontraktor? Bangunan Kuil Tertua di Dunia 
 Membuat Peneduh dan Mempercantik Fasade Rumah dari Tanaman Rambat Mengatur Sistem Pencahayaan dan Interior Ruang Televisi 
 Pagar Tanaman Paling Jelita Desain Rumah Minimalis yang Alami 
 Desain Gereja Unik di Flores Bagaimana Cara Menghias Dinding Rumah dengan Keramik Motif 
 Tips Membuat Desain Pagar Dari Batu Bata Rumah Kotak yang Saling Menyambung 
 Mempercantik Ruang Dengan Warna Kelebihan dan Cara Membuat Desain Kolam Renang Dalam Ruang 
 Kolam Taman Bali yang Permai Landsacpe Komplek Perumahan Adat Wae Rebo di NTT yang Indah 
 Bagaimana Menyiapkan Hunian Sehat? Teknik Mendesain Pilar 
 Penangulangan Banjir di Areal Pemukiman Dengan Membuat Lubang Biopori Membedakan Manager Proyek Bangunan dan Leader 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker