Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Membuat Pondasi Sesuai Jenis Tanah

Membuat Pondasi Sesuai Jenis Tanah

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan dalam proses pembuatan pondasi untuk bangunan dan rumah hunian. Pertama yaitu membuat perhitungan jumlah atau berat beban pada bangunan yang harus disangga oleh pondasi kemudian dilanjutkan ke dalam tanah. Yang kedua membuat ketentuan besarnya daya dukung dan ukuran luas pondasi.

Kemudian yang ketiga atau terakhir adalah membuat rancangan struktural berdasarnya data yang diporoleh dari kegiatan pertama serta kedua, kemudian dilanjutkan dengan membuat perhitungan momen lentur maupun gaya geser yang dapat terjadi di pondasi tersebut. Dari sinilah bisa dibuat keputusan jenis pondasi yang cocok dibuat. Namun selain berat bangunan dan limpahan beban, pemilihan pondasi juga ditentukan oleh jenis tanah yang ada di lokasi tempat pembuatan atau proyek bangunan dilaksanakan.

Bahkan jenis tanah tersebut justru lebih sering menjadi hal utama yang dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Karena masing-masing jenis tanah punya daya dukung yang berlainan. Karena itu efek penurunan yang sering terjadi juga selalu tidak sama. Sehingga membuat pondasi sesuai jenis tanah itu punya pengaruh yang sangat besar terhadap ketahanan bangunan.

Untuk tanah yang berpasir, masalah yang paling sering muncul adalah pondasi sering mengalami tingkat penurunan yang tidak merata. Oleh sebab itu sebelum pondasi itu dibuat harus dilakukan penelitian secara akurat yang meliputi, uji kerucut statis, SPT atau Soil Penetration Test serta uji beban pelat dan sebagainya yang berkaitan dengan daya tahan tanah bila harus menahan beban.

Sedangkan lahan yang mengandung tanah liat atau lumpur merupakan lahan yang paling sulit untuk dibuat pondasi. Sebab jenis tanah yang satu ini kandungan airnya selalu menyatu dan air yang ada di tempat tersebut sering jenuh. Agar bisa kuat menahan beban, sebaiknya pembuatan pondasi dikerjakan pada posisi yang lebih dalam. Dengan cara seperti ini air tidak bisa terkena pengaruh serta dampak terjadinnya perubahan iklim maupun lingkungan yang berada di sekitar tempat tersebut.

Ada lagi jenis tanah yang dinamakan dengan tanah lanau. Tanah ini adalah paduan antara tanah pasir dan tanah liat. Sifatnya utamanya adalah agak gembur dan kurang padat serta longgar. Bila dipakai untuk membuat pondasi, bisa sering mengakibatkan terjadinya penurunan yang cukup dalam. Karena punya tingkat resiko yang cukup besar, sebaiknya pondasi tidak dibuat pada lahan seperti ini. Jalan terbaik adalah memindah atau memilih lokasi lain.

Jenis tanah organik juga tidak bagus untuk membuat pondasi sehingga tidak layak untuk dipilih untuk dijadikan sebagai lokasi pembuatan proyek bangunan. Tingkat penurunan pondasinya juga sangat besar dan bisa menimbulkan resiko bangunan amblas ke dalam tanah. Meskipun proses pemadatan dilakukan berulang-ulang namun jenis tanah organik sangat sulit menjadi keras dan kuat. Bahkan meski sudah diuruk dengan material lain, tingkat kegemburannya tetap tinggi.

Untuk tanah timbunan, jenis yang satu ini adalah material tanah yang asalnya dari daerah lain kemudian dipindah ke suatu lahan tertentu yang akan dijadikan sebagai lokasi proyek pembuatan bangunan. Biasanya material yang dipindahkan tersebut punya sifat yang lebih keras dibanding dengan tanah yang diberi timbunan tersebut. Meski demikian agar kekuatan penahanan beban bisa terjamin kuat harus dilakukan pengujian lebih dulu kapasitas dan kekuatan dukungnya. Dan yang tidak kalah penting, sebelum pondasi dibuat lahan harus dipadatkan menggunakan mesin.

Terakhir adalah tanah batu. Tanah ini dibanding dengan jenis yang lain punya kapasitas dukung yang paling bagus sehingga pondasi yang dibuat di tempat ini juga akan kuat menahan beban. Kecuali jika tanah tersebut berupa batuan kapur yang biasanya selalu punya banyak lubang dan rongga. Masalah ini juga harus dijadikan sebagai bahan perhitungan agar pondasi atau bangunan yang dibuat punya tingkat stabilitas yang sudah teruji.

Sumber gambar : http://www.blogymate.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Cara Membuat Taman Dinding dari Batu Bata Arsitektur Bangunan Perusahaan Terbesar 
 Penggunaan Batu Alam Sintetis Pada Bangunan Menghadirkan Kesan Mewah Rumah Kayu Bertingkat di Bali 
 Tips Membangun Villa Unik Mengenal Jenis Pasir dan Semen 
 Menghadirkan Nuansa Biru Laut pada Rumah Perhatian Penting Sebelum Membangun Ruko 
 Menata Ruang yang Tidak Menggunakan Plafon Membeli dan Memilih Besi Kolom Dalam Bentuk Jadi 
 Nilai Moral, Estetika dan Filosofi dalam Membangun Sebuah Rumah Membangun Resort ‘Ala’ Maldives di Indonesia, Mungkinkah? 
 Tips Desain Plafon Rumah Menciptakan Keharmonisan Keluarga di Ruang Keluarga berukuran 9m2 
 Kelebihan Lantai Terakota dan Cara Memasangnya Kekurangan dan Kelebihan Kusen Kayu dan Alumunium 
 Tips Tentang Cara Membuat Gazebo pada Hunian Rumah Desain Pagar Rumah Mencerminkan Sifat Pemilik Rumah 
 Taman di Bali yang Menggunakan Pohon Kelapa sebagai Point of View Menata Ruang Sempit? Kenapa tidak…? 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker