Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Pengertian Housekeeping Dalam Pekerjaan Konstruksi Bangunan

Pengertian Housekeeping Dalam Pekerjaan Konstruksi Bangunan

Pekerjaan yang berhubungan dengan konstruksi bangunan merupakan kegiatan kotor yang bisa membuat lingkungan sekitarnya jadi tidak bersih bahkan berantakan dan kumuh. Segala macam aktivitas misalnya penggunaan alat yang menimbulkan suara bising, peletakan material atau alat yang sembarangan dan sebagainya bisa membuat penghuni yang tinggal di sekitar lahan tersebut merasa terganggu kenyamanannya.

Bahkan adakalanya proyek tersebut bisa menimbulkan bahaya tertentu jika tidak memperhatikan keselamatan kerja dan lingkungan. Oleh karenanya saat ini ada pemborong atau kontraktor yang mulai menerapkan suatu sistem yang dinamakan housekeeping. Secara harfiah housekeeping dalam pekerjaan konstruksi bangunan ini sendiri mengandung arti menciptakan sistem yang lebih bagus dan sistematik agar lingkungan yang ada di sekitar lokasi pengerjaan proyek tetap bersih dan tidak begitu terganggu oleh beberapa efek yang muncul.

Para kontraktor yang sudah berpengalaman biasanya memasukan sistem housekeeping ini dalam manajemen keselamatan dan kesehatan kerja atau sering disingkat dengan sebutan K3. Sistem atau konsep ini terdiri dari beberapa jenis kategori. Sedang fungsi kontrol dan pelaksanaannya berada di bawah kendali satu manajemen khusus tapi masih dalam satu lingkup dengan proyek pembuatan konstruksi dan bangunan.

Area kerja dari manajemen ini antara lain adalah menciptakan sistem keamanan yang baik bagi tenaga kerja atau tukang dan membuat lingkungan kerja jadi bersih. Misalnya di lokasi proyek tidak boleh ada cairan yang membuat lantai dan jalan menjadi licin atau lokasinya selalu dalam kondisi yang basah sehingga harus sering dikeringkan. Tugas lainnya adalah bisa menyediakan lokasi khusus yang digunakan untuk membuang atau menyimpan sisa material atau kotoran lain agar lingkungan yang ada di tempat tersebut tetap bersih.

Selain itu manajemen housekeeping juga punya tugas lain yaitu menyediakan tempat lain untuk menyimpan material dan bahan bangunan serta aneka macam alat yang digunakan dalam proyek. Misalnya saja mereka harus menyimpan barang yang tidak terpakai pada tempatnya. Jadi apabila pada suatu saat dibutuhkan lagi bisa ditemukan dengan cepat.

Menjaga gudang tempat penyimpanan barang agar selalu dalam kondisi yang bersih dan sehat juga jadi bagian dari tugas housekeeping. Orang yang tugasnya ada dalam lingkup manajemen ini juga harus dapat menyediakan tempat sampah untuk membuang kotoran serta tempat khusus untuk menyimpan limbah yang sekiranya bisa menimbulkan bahaya jika terhirup oleh hidung atau berterbangan karena tertiup angin maupun benda lain yang mudah terbakar.

Khusus limbah yang membahayakan, mencari tempat pembuangan akhir juga menjadi tanggung jawab bagian housekeeping. Jika mau ditimbun di dalam tanah atau dimusnahkan dengan cara dibakar, semuanya harus sesuai dengan standar keselamatan lingkungan dan beberapa undang-undang maupun aturan yang masih atau sedang berlaku pada saat itu. Pada umumnya pekerjaan seperti ini diatur dengan jadwal yang ketat dan dilakukan oleh beberapa orang secara bergiliran.

Dalam waktu tertentu manajemen housekeeping bisa melakukan pertemuan atau rapat dengan level yang ada dibawahnya dengan tujuan untuk memberi tahu kepada segenap karyawan agar mereka mau mematuhi aturan yang telah dibuat dan disepakati bersama demi keamanan mereka sendiri. Jika jumlah tenaga kerjanya cukup banyak manajemen housekeeping bisa memilih atau menunjuk beberapa mandor untuk melancarkan program-program yang telah dibuat. Mandor ini selanjutnya akan menyampaikan kebijasanaan manajemen kepada anak buahnya masing-masing.

Jika sistem housekeeping bisa tercipta dengan baik, maka semua tenaga kerja yang sedang ada dan sedang melakukan tugas proyek pembuatan bangunan bisa merasa nyaman. Dan kondisi ini juga membuat lingkungan yang berada di sekitar proyek tidak merasa terganggu sama sekali.

Sumber gambar : http://www.flickr.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Menata dan Mendesain Foyer Bagaimana Membuat Desain Partisi 
 Membuat Teritisan dan Desainnya Arsitektur Jembatan Paling Panjang di Dunia 
 Paduan Kuning Merah Rumah Kayu di Jawa Barat Fungsi dan Jenis-jenis Batu Split 
 Kelebihan dan Cara Memilih Furniture Dari Logam Membuat Kusen Dari Beton Cor 
 Membuat Desain Ruang Bernuansakan Timur Tengah Asta Kosala Kosali sebagai Acuan Dalam Arsitektur Tradisional Bali 
 Finishing Batu Bata Expose Material Untuk Membuat Sekat Ruang dan Kelebihannya 
 Tips Cantik Mendesain Apartemen Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Jasa Broker Dalam Jual Beli Rumah 
 Patung dan Topeng Untuk Menghias Ruang Menghidupkan Suasana Rumah dengan Pagar Hidup 
 Desain Unik Meningkatkan Value Investasi Rumah Anda Menciptakan Suasana Terang di Ruang Tamu Gaya Bali 
 Mempercantik Ruang Dengan Kaca Patri Desain Gereja Unik di Flores 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker