Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Aplikasi Kaca Pada Bangunan

Aplikasi Kaca Pada Bangunan

Sejak dulu kaca sudah sering digunakan sebagai salah satu komponen pelengkap bangunan baik itu rumah hunian atau bangunan publik. Kaca sendiri sebenarnya merupakan bahan non organik, hasil pencampuran beberapa macam bahan yang didinginkan hingga fasanya jadi padat. Salah satu jenis bahan utama untuk membuatnya adalah pasir silika.

Aplikasi kaca pada bangunan yang paling sering dilakukan adalah element jendela dan pintu, kara mirror yang diletakan dalam ruang atau interior, partisi dan lain-lain. Penggunaan kaca pada bangunan ini bisa memberi beberapa keuntungan antara lain yaitu jika ada kotoran yang melekat bisa dibersihkan dengan mudah. Selain itu jika konsep aplikasinya dilakukan dengan cara yang benar, kaca bisa membuat tampilan ruang dan bangunan menjadi lebih indah dan mewah.

Bukan hanya itu saja, kaca juga punya umur pemakaian yang sangat lama bahkan bisa mencapai ratusan tahun. Bagi mereka yang ingin melakukan penghematan dalam penggunaan energi listrik terutama untuk konsep penerangan dan pencahayaan, kaca dapat menjadi bahan andalan utama. Dan yang lebih menarik lagi, kaca punya sifat anti abrasi. Jadi meski terkena cairan atau air yang mengandung garam, asam atau bahan kimia lainnya kaca tidak bisa mengalami perubahan baik itu bentuk, ukuran maupun warnanya.

Kaca sendiri terbagi menjadi beberapa jenis yang semuanya dapat diaplikasikan pada bangunan. Misalnya kaca bening atau float glass dan sering juga disebut dengan nama kaca murni. Sifatnya sangat bening dan transparan. Jika ingin membuat suhu ruang menjadi lebih hangat kaca jenis ini bisa digunakan pada jendela, pintu atau dipasang pada atap genteng. Sinar matahari yang masuk tidak akan terhalang sama sekali. Selain itu kaca ini juga bisa digunakan untuk membuat hiasan kaca gravir, ukir dan sebagainya.

Lain lagi dengan kaca berwarna. Jenis kaca yang satu ini masih terbagi lagi menjadi tiga macam yaitu rayben hitam, panasap dan rayben warna yang biasanya memakai warna biru, hijau, coklat, merah dan sebagainya. Kaca rayben hitam bisa membuat ruang terasa lebih sejuk sekaligus bisa meningkatkan nilai privacy penghuni karena sifatnya tidak tembus pandang jika dilihat dari arah luar.

Sedangkan kaca panasap dulu lebih sering dipakai pada mobil dan kendaran transportasi lainnya. Namun saat ini penggunaan untuk bangunan dan rumah hunian sudah mengalami peningkatan. Kelebihan dari kaca ini adalah bisa memantulkan sinar ultra violet sehingga pengendara mobil tidak akan merasa silau. Jika digunakan pada dinding ruang yang ada didalam tetap terang tapi tidak terasa panas dan tetap sejuk.

Kemudian ada lagi kaca reflective yang terdiri dari dua macam, stopsol dan one way. Dua jenis sering digunakan untuk membuat dinding, pintu dan jendela. Kelebihannya orang yang berada di dalam ruang bisa melihat kondisi di luar dengan jelas sedangkan dari arah luar tidak bisa melihat kearah dalam. Khusus kaca jenis one way, tampilan luarnya seperti kaca cermin.

Masih ada jenis kaca lain yang dinamakan dengan kaca berpola yang juga terbagi menjadi tiga yaitu kaca flora yang sering digunakan untuk membuat kaca hias yang diletakan di atas dinding dan jendela dan kaca es serta raindown. Dua jenis yang terakhir ini lebih sering digunakan untuk membuat dinding luar atau dinding penyekat.

Kemudian untuk kaca hias yang sering digunakan untuk mempercantik tampilan ruang ada enam jenis yaitu kaca patri, ukir, painting, grafir, inlay dan sandblasting. Masing-masing jenis kaca ini punya tampilan yang berbeda-beda sehingga pengunaannya harus bisa disesuaikan dengan desain ruang dan gaya arsitektur bangunan.

Jenis kaca yang terakhir adalah kaca pengaman yang biasanya digunakan pada bangunan yang punya nilai sangat strategis seperti istana negara, mobil presiden dan sebagainya. Kemudian ada beberapa jenis lagi seperti kaca cermin yang dilapisi dengan bahan perak dan lain sebagainya.

Sumber gambar : http://www.tpcglass.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Membuat Paper Crete (Beton Kertas) Lantai Laminasi dan Cara Membuatnya 
 Penangulangan Banjir di Areal Pemukiman Dengan Membuat Lubang Biopori Gunakan Interior Designer, Furniture Toko belum tentu Cocok untuk Ruang Anda ! 
 Gaya Desain Eklektik Untuk Rumah dan Ruang Memunculkan Nuansa Alami di Kamar Mandi 
 Atap Miring yang Unik di Museum Iptek Bandung Tips dan Cara Membuat Kursi Taman Dari Roda Kereta 
 Pengaturan Pencahayaan untuk Rumah Mewah yang Nyaman Interior Ruang Terbuka Bergaya Urban Dalam Rumah 
 Menata Perabot Modern (Elektronik) Untuk Rumah Bergaya Tradisional Penataan Rumah dengan Konsep Modern Minimalis 
 Menjadikan Atap Sebagai Point of View Atap Balkon Atas di Rumah Bali yang Menawan 
 Desain Interior Toko Buku dan Perpustakaan Ide Menarik Membuat Lemari dari Tonk Sampah 
 Jenis Data yang Dibutuhkan Untuk Mengukur Tanah Bangunan Tips Memilih Kontraktor Villa 
 Bagaimana Merencanakan Kolam Hias Sebagai Element Pemanis Rumah Ukiran Bali yang Anggun di Pintu Kamar Tidur 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker