Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Mengenal Jenis-jenis Plafon

Mengenal Jenis-jenis Plafon

Plafon adalah komponen yang menjadi batas antara ruang dan atap. Fungsinya adalah untuk menghadirkan kesan yang lebih rapi. Sedangkan fungsi yang lain cukup banyak, misalnya saja untuk menyembunyikan kabel listrik agar tidak terlihat berantakan, menciptakan sistem sirkulasi udara yang lebih baik serta untuk menghadirkan nuansa yang lebih indah pada interior apabila element ini ada di dalam ruang.

Selain punya fungsi yang sangat banyak, plafon juga terbagi jadi beberapa jenis sesuai dengan bahan yang dipakai untuk membuatnya. Karena masing-masing jenis punya kelebihan maupun kekurangan, maka tidak ada salahnya kita mengenal jenis-jenis plafon tersebut.

Yang pertama adalah plafon dari kayu lapis atau triplek. Ukuran yang paling sering digunakan yaitu 122 x 244 sentimeter dan tebalnya ada yang tiga, empat dan enam millimeter. Agar proses pemasangannya lebih gampang sekaligus untuk menghadirkan kesan yang lebih menarik, triplek ini bisa dipotong menjadi beberapa bagian. Cara termudah tinggal dibagi menjadi empat atau enam potongan.

Kelebihan dari bahan ini antara lain hargannya murah dan mudah dijumpai di toko-toko besi atau bahan bangunan. Waktu pemasangan juga lebih cepat karena proses pemasangannya juga sangat mudah dilakukan. Namun sayangnya triplek tidak punya daya tahan yang begitu kuat terutama jika ada genteng yang bocor dan terkena rembesan air.

Bahan plafon lain yang juga mudah ditemukan adalah eternity. Ukurannya ada yang satu meter persegi dan setengah kali satu meter. Teknik pemasangannya juga tidak beda jauh dengan plafon dari triplek bahkan waktu yang dibutuhkan bisa lebih singkat lagi. Bahan ini lebih awet apabila dibanding dengan triplek karena lebih tahan air.

Hanya saja ketika mau dipasang, harus dilakukan dengan ekstra hati-hati sebab eternity punya sifat yang kaku dang etas. Bila terkena benturan atau goncangan sedikit saja bisa patah dan retak. Dan karena mengandung serat asbes, plafon ini bisa menimbulkan bahaya kesehatan terutama bagi orang yang punya penyakit paru-paru.

Bahan plafon lainnya yaitu fiber yang bentuknya berupa papan bernama GRC atau Glassfiber Reinforeced Cement Board). Ukurannya adalah enampuluh kali seratus duapuluh sentimeter dan ketebalannya empat millimeter. Seperti asbes, bahan ini juga ringan dan tahan air sehingga tidak bisa lapuk atau keropos. Harganya juga murah. Sedangkan kekurangannya adalah mudah pecah dan di tempat-tempat tertentu tidak mudah ditemukan.

Plafon berbahan gypsum paling popular dan paling sering digunakan pada rumah yang bergaya minimalis, klasik dan modern. Meski memakai ukuran tertentu yaitu 122 dan 244 sentimeter, namun ketika dipasang sambungannya tidak terlihat sehingga tampak rapi dan halus. Jika ada kerusakan proses perbaikan dan pergantiannya tidak begitu rumit. Barangnya mudah didapat di mana saja.

Meski begitu hanya tukang yang sudah ahli saja yang bisa memasangnya karena tekniknya juga menggunakan sistem khusus. Air menjadi problem utama dari plafon jenis ini karena punya sifat yang sama dengan triplek yaitu mudah rusak jika terkena rembesan air.

Jenis plafon terakhir yaitu akustik punya kelebihan khusus yaitu bisa mengurangi efek bising dan ramai. Jadi sangat cocok dipakai pada rumah yang lokasinya ada didekat keramaian lalu lintas, pabrik atau pusat keramaian yang lain. Ukurannya ada yang enampuluh kali enampuluh senti dan enampuluh kali seratus duapuluh.

Jika terjadi kerusakan, perbaikannya sangat mudah dilakukan serta tidak memakan waktu yang lama. Hanya saja di wilayah tertentu barang ini masih sulit dijumpai dan dibandingkan dengan jenis plafon lainnya harganya terbilang cukup mahal. Karena itu meski punya tampilannya cukup istimewa, namun hingga sekarang tidak begitu banyak masyarakan yang menggunakannya.

Sumber gambar : http://www.tootoo.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Landscape Hotel yang Indah di Palembang Interior Hotel Paling Mahal 
 Kolam Pemandian yang Indah di Taman Sari Teknik dan Cara Membuat desain Gapura Kampung 
 Keuntungan dan Cara Membuat dan Memasang Lantai Kayu Bundar Mengenal Jenis-jenis Engsel 
 Menciptakan Keharmonisan Keluarga di Ruang Keluarga berukuran 9m2 Memanfaatkan Lahan yang Sempit sebagai Tempat Usaha 
 Keuntungan dan Tips Menggunakan Rotan Untuk Membuat Dinding Aneka Macam Cat Kayu 
 Teknik Pemasangan dan Perawatan Marmer Desain Rumah Minimalis yang Alami 
 Desain Teras Villa di Bali yang Indah Bagian Rumah Yang Perlu Mendapat Perhatian Kesehatan 
 Landscape Villa Atas Bukit dan Tepi Pantai di Bali Aneka Teknik dan Cara Mengawetkan Kayu Bangunan 
 Keuntungan dan Cara Membuat Plafon dari Potongan Kayu Mengetahui Bagian Kusen Jendela dan Pintu dan Cara Merawatnya 
 Rumah Putih Bergaya Kontemporer Keuntungan dan Cara Membuat Atap Kanopi dari Bambu 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker