Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Teknik Menentukan Desain dan Arsitektur Rumah

Teknik Menentukan Desain dan Arsitektur Rumah

Membuat desain rumah itu bukan hanya bertujuan untuk menampilkan suatu keindahan terhadap bentuk bangunannya saja. Karena selain keindahan, arsitektur bangunan juga harus menghitung segala hal yang berhubungan dengan keserasian, ketentraman, kekuaatan bangunan, biaya yang harus dianggarkan dan sebagainya. Apa gunanya jika rumah itu terlihat bagus namun tidak layak untuk dijadikan sebagai tempat hunian?. Pasti hal ini tidak diharapkan bisa terjadi.

Membuat Desain dan arsitektur rumah yang baik seharusnya dapat memperhitungkan hal-hal berikut ini. Yang pertama yaitu strukturnya. Semua perlu dihitung agar bisa didapat semua data jenis serta dimensi dan volume material yang harus disediakan sehingga bangunan bisa didirikan dengan kuat dan kokoh dengan biaya yang tidak begitu besar.

Jangan sekali-kali menggunakan konsep yang hanya berdasarkan perkiraan atau kebiasaan saja. Misalnya ketika mau memakai ukuran tertentu untuk membuat kolom beton. Sebab setiap bentuk bangunan membutuhkan perhitungan yang berbeda-beda sesuai dengan bentuk dan arsitekturnya. Ukuran ini punya hubungan yang sangat erat dengan kwalitas dan kekuatan bangunan yang mau dibuat.

Demikian pula dengan pondasinya, sebelum ditentukan ukurannya perlu melakukan tes terhadap jenis tanah yang dijadikan sebagai lahan dan kekuatannya ketika harus menahan beban bangunan yang terdiri dari banyak element seperti dinding, atap dan sebagainya.

Pembuatan kolom dan pondasi ini juga tidak boleh melupakan resiko terjadinya bencana seperti gempa bumi. Sehingga ketika bencana itu datang dengan skala yang besar, meskipun bangunan rumah roboh atau hancur, namun penghuni yang tinggal di tempat ini tetap dapat selamat bahkan resiko terjadinya luka akibat kejatuhan element bangunan bisa diminimalkan atau dihilangkan.

Bencana lain yang mungkin timbul yaitu kebakaran, terutama sekali pada bangunan rumah yang tidak terdiri dari satu lantai saja namun dua, tiga bahkan lebih. Sistem pemadaman api dan upaya penyelamatan diri, terutama bagi penghuni yang tinggal di lantai paling atas perlu mendapatkan prioritas tersendiri. Jalur-jalur untuk menghindarkan diri dari kobaran api yang menyala juga jadi bagian dari konsep desain yang dibuat.

Selanjutnya adalah sistem instalasi listrik, tidak boleh memunculkan resiko besar seperti konslet yang terjadi akibat adanya hubungan arus pendek atau yang lainnya. Selain tidak boleh membuat nilai arsitektur jadi berkurang, kabel dan perabot pemasangan listrik lainnya tetap memunculkan sistem pengaman yang baik dan sempurna.

Baru setelah itu bisa mempertimbangkan bentuk atau gaya arsitektur yang mau dibuat. Desain ini harus bisa menghadirkan nilai-nilai keselarasan pada lingkungan sekitar. meski ukurannya lebih besar dan tinggi namun kesan angkuh harus bisa dihindari. Jangan terlalu memaksakan diri bila gaya arsitektur yang diterapkan tidak menyatu dengan bangunan lain yang ada di tempat itu.

Gaya arsitektur dan desain rumah juga harus disesuaikan dengan kepribadian penghuni. Jangan sampai terjadi pemilik rumah merasa jadi orang asing meski berada di tempat tinggalnya sendiri. Jika ini terjadi suasana nyaman dan tentram yang ingin dimunculkan gagal tercipta dengan baik. Apabila dirasa perlu, diskusikan masalah ini dengan penghuni lainnya, tidak ditentukan oleh satu orang saja. Demikian pula dengan penataan ruang dalam atau interiornya. Harus dilakukan hal yang sama.

Langkah berikutnya tinggal dilanjutkan pada pemilihan bahan dan material yang digunakan serta disesuaikan dengan dana yang tersedia. Bila tidak mencukupi bisa dibuat sistem rumah tumbuh, yaitu konsep bangunan yang bisa dibuat secara bagian per bagian namun tidak mengurangi nilai keindahan dan tetap memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai tempat hunian yang layak.

Sumber gambar : http://www.gharexpert.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Perlunya Menggunakan Jasa Konsultan Warna Atap Ilalang yang Menyatu Dengan Dinding di Rumah Bali 
 Menjadikan Atap Sebagai Point of View Rumah Tua yang Anggun 
 Menjadikan Karya Arsitek Sebagai Simbol Wilayah Memilih dan Menggunakan Keramik Corak 
 Bangunan di Tengah Danau Buatan Menggarap Proyek Bangunan Saat Musim Hujan Tiba 
 Ide Menarik Membuat Hiasan Pengaman Stop Kontak Tips Memilih Arsitek Villa 
 Arstiektur Rumah Badui yang Alami Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Penataan Cahaya Luar Ruang 
 Kolam Cantik Dilengkapi Saung untuk Bersantai Fungsi dan Jenis Lapisan Plester Dinding 
 Menata Ruang Unfinished Teras Villa di Bali yang Cantik dan Menyatu dengan Kolam 
 Keuntungan dan Cara Membuat Atap Kanopi dari Bambu Butuh Kontraktor Landscape/Lanskap untuk Villa atau Hotel Anda? 
  Manfaatkan Perkembangan Teknologi Bahan Untuk Rumah Terbaik Anda Perbedaan Bak Mandi dan Shower 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2016 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Web developed by BaliWS
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker