Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Mengenal Jenis-jenis Keramik

Mengenal Jenis-jenis Keramik

Keramik adalah salah satu jenis bahan untuk membuat lantai. Jika dibanding bahan lain seperti marmer, keramik lebih populer di masyarakat karena ada berbagai kelebihan yang dimiliki. Salah satu kelebihan itu adalah bahan ini tidak hanya terdiri dari satu jenis saja sehingga masyarakat punya banyak pilihan dan alternatif. Namun karena jenisnya begitu banyak, hal ini kadang kala justru membuat mereka bingung untuk menentukan jenis mana yang sekiranya cocok dan sesuai dengan kebutuhan.

Memang ada beberapa kriteria yang bisa dipakai untuk membedakan dan mengenal jenis-jenis keramik . Jika dilihat dari tipenya, ada dua macam yaitu keramik yang diberi lapisan atau glazur disebut glazed dan keramik yang tidak diberi lapisan disebut unglazed.

Keramik glazed lebih mudah ditemukan dipasaran. Lapisan ini biasanya dipakai untuk membuat motif dan tekstur dan sangat cocok diaplikasikan pada lantai dan dinding. Sedangkan keramik unglazed karena tidak menggunakan lapisan, maka pembuatan motif dilakukan secara langsung dalam proses produksi. Keramik ini biasanya punya ukuran yang agak tebal dan punya kwalitas yang lebih kuat.

Jika dibedakan menurut kerapatan dan kemampuan menyerap air, keramik dibedakan menjadi empat. Yang pertama adalah yang punya daya serap hingga lebih dari tujuh persen. Keramik ini cocok digunakan pada ruang yang ada di dalam karena kurang tahan jika terjadi perubahan suhu udara. Jenis kedua punya daya serap antara tiga sampai tujuh persen dan kwalitasnya tidak beda dengan jenis pertama.

Jenis ketiga daya serapnya sekitar setengah hingga tiga persen dan bisa dipakai di luar ruang tapi tidak boleh terkena sinat matahari secara langsung. Kemudian jenis keempat punya daya serap kurang dari setengah persen dan bisa dipakai diluar ruang yang terkena sinar matahari.

Jenis lainnya bisa dilihat dari proses produksinya. Keramik Bicottura adalah jenis yang dibuat dengan cara dibakar sebanyak dua kali. Pertama untuk permukaan bawah dan yang kedua untuk memberi lapisan glazur. Keramik ini hanya cocok untuk menutup bagian dinding, bukan lantai. Lalu yang kedua adalah Monocottura yang menerapkan konsep satu kali bakar saja. Kwalitasnya lebih bagus dan tahan lama serta baik intuk menutup lapisan lantai.

Selain itu jenis keramik juga bisa dibedakan dari permukaannya. Ada yang licin dan mengkilat, sering dipakai untuk dinding dan lantai yang kondisinya selalu kering. Ada lagi keramik yang tampilan mukanya tidak mengkilat ataui doff, lebih bagus digunakan pada rumah dan bangunan bergaya minimalis. Sedangkan keramik yang punya tekstur kasar, biasanya dipakai untuk lantai yang ada di kamar mandi dan tempat terbuka. Sedangkan keramik yang permukaannya siku pada sisinya disebut cutting edge yang punya tampilan paling sempurna namun harganya lebih mahal.

Keramik masih bisa dibedakan lagi berdasarkan warna body ata permukaan bawahnya. Ada yang warnany putih dan ada yang merah. Keduanya tidak punya pengaruh terhadap kwalitas maupun teknik pemakaian karena jika sudah terpasang tidak akan terlihat dari luar. Perbedaan ini muncul karena tanah liat yang digunakan sebagai bahan baku juga punya warna yang berlainan.

Di Indonesia, kwalitas keramik sendiri pada umumnya dibedakan menjadi tiga jenis yaitu KW1, KW2 dan KW3. Untuk KW1 yang punya kwalitas terbaik, sudutnya benar-benar siku dan jika ada perbedaan ukuran biasanya tidak lebih dari satu millimeter saja. Jika dipasang tampilannya terlihat sangat rapi. Selain itu warnanya bisa dikatakan sama persis.

Sedangkan keramik KW2, sudutnya kurang begitu presisi. Jika ada selisih ukuran, bisa sampai dua millimeter karena ada sisinya yang melengkung. Tapi dalam perwarnaan, tampilannya juga nyaris sama dengan keramik KW1. Kemudian KW3, adalah keramik yang kwalitasnya paling rendah dan ukuran selisihnya bisa lebih dari tiga millimeter. Bagian sisinya juga banyak yang tidak rata dan menggelembung.

Sumber gambar : http://typesofflooringonline.blogspot.com

 

 
Artikel Lainnya :
  Jangan Takut Biaya Arsitek Mahal, Ukur Budget Pembangunan Rumah Anda Mengenal Jenis-jenis Jendela 
 Teknik Merawat Lantai Kayu Membuat Desain Ruang Bernuansa Peringatan Bahaya Merokok 
 Konstruksi dan Desain Rumah Panggung Tradisional di Tengah Sungai di Jawa Barat Sistem Kerja Septic Tank Biologis dan Teknik Memilihnya 
 Tips Bagaimana Membuat Teras Yang Nyaman Ide Menarik Membuat Tempat Tidur Anak Bertema Mobil 
 Mengatur Sistem Pencahayaan dan Interior Ruang Televisi Membuat Ventilasi Jendela Untuk Tabung Gas 
 Memilih Rangka Atap Baja Ringan Untuk Rumah Mengatasi Ventilasi Yang Terlalu Sempit 
 Rumah Cantik di Tepi Danau Keuntungan dan Tips Membuat Taman Terasering 
 Gapura Keraton Cirebon yang Menggunakan Gaya Majapahit Arsitektur Tradisional Bali, Bagian 1 
 Desain Atap Unik Dari Toraja Makna Filasafat Arsitektur Rumah Tradisional Buton 
 Gazebo Bertingkat Gaya Bali yang Eksotis Memunculkan Nuansa Alami di Kamar Mandi 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker