Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Teknik Melakukan Pembongkaran Rumah

Teknik Melakukan Pembongkaran Rumah

Kelihatannya memang mudah dan sederhana. Tapi jika tidak dilakukan dengan cara yang benar, merobohkan atau membongkar rumah justru bisa menimbulkan resiko bahaya yang tinggi. Oleh dan itu proses pembongkaran rumah harus dilakukan dengan hati-hati dan memerlukan teknik tersendiri, tidak asal meruntuhkan atau membuat ambruk begitu saja.

Pertama, sebelum pembongkaran dilakukan matikan semua sistem dan aliran kelistrikan yang ada. Jika perlu, hubungi pihak PLN untuk memastikan bila semua sistem sudah tidak aktif lagi sehingga tidak ada aliran listrik atau kabel yang bisa membuat orang trkena setrum. Terlebih jika rumah itu menggunakan aliran listrik dengan tegangan yang tinggi. Jika mengenai tubuh, aliran listrik yang lebih tinggi bisa menyebabkan resiko yang makin besar.

Jika semuanya sudah aman, pastikan tidak ada penghuni lain yang masih berada di dalam rumah. Kemudian keluarkan semua perabot yang ada dan singkirkan dalam jarak yang cukup jauh. Baru setelah itu pembongkaran bisa dilakukan. Bagian yang harus dibongkar pertama kali yaitu pintu dan jendela berikut kusen dan element lain yang bisa dilepas secara langsung. Perabot ini masih bisa dipakai lagi sehingga harus diamankan agar tidak rusak terkena runtuhan element yang lain.

Apabila plafon memakai bahan dari enternit, kayu atau yang lainnya lepas semua bagian ini. Dari sini lalu melangkah pada bagian sistem kelistrikan yaitu kabel. Tidak berbeda dengan pintu, ada beberapa element yang masih bida dipakai lagi. Jadi ketika mau melepas jangan asal dicabut dan dipotong begitu saja.

Pekerjaan berikutnya adalah melakukan pembongkaran yang berada di bagian atas yaitu genteng. Lepas satu persatu susunannya lalu dilanjutkan dengan melepas bagian kerangka yang terdiri dari reng dan usuk. Jika memakai bahan dari kayu, perlu lebih berhati-hati karena banyak paku yang bisa melukai kaki atau tangan. Selain itu ketika melepas kayu, perhitungkan dengan cermat agar posisi duduk tidak berada pada kayu yang berhungan dengan kayu lain yang sedang dilepas. Hal yang sama juga harus dilakukan pada kerangka yang terbuat dari besi baja.

Langkah berikutnya yaitu membongkar dinding atau tembok. Pertama kali yang harus dibongkar adalah dinding yang punya ukuran paling tinggi. Karena dinding ini sudah tidak punya element penahan, maka resiko bisa roboh dan jatuh sendiri menjadi lebih besar. Dan sebelum dibongkar sebaiknya dilakukan penyiraman lebih dulu menggunakan air. Tujuannya adalah agar debu yang berterbangan bisa diminimalkan.

Bagian yang tidak boleh dilupakan adalah perhitungkan arah dinding tersebut mau jatuh. Bikin suatu sistem yang membuat arah jatuhnya tidak mengenai bangunan lain yang ada disampingnya. Kecuali jika batu bata yang ada di dalam dinding mau digunakan lagi, bisa dilepas satu persatu agar tidak pecah. Memang pekerjaan ini membutuhkan waktu yang lebih lama, namun jika mau membuat bangunan rumah yang baru lagi dana yang dikeluarkan menjadi lebih hemat dan irit.

Bagian paling sulit dalam pembongkaran dinding adalah ketika harus melepas konstruksi yang terbuat dari tulang besi. Selain butuh waktu yang lebih lama prosesnya juga rumit. Terlebih lagi bila rumah tersebut terdiri dari dua lantai atau lebih. Karena tulang besi tersebut tidak hanya ada di dinding saja namun juga berada di lantai bagian atas. Bahkan element ini menjadi merupakan pekerjaan yang paling melelahkan.

Jika semuanya sudah dibongkar, tinggal melepas lantainya lalu disusul dengan pondasi yang ada di dalam tanah. Pekerjaan ini juga tidak kalah rumit dibanding dengan pembongkaran konstruksi. Kita harus membuat galian atau lubang lebih dahulu.

Sumber gambar : http://austintexasrealestateblog.blogspot.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Teknik Menghindari dan Memperbaiki Keramik Terangkat Memilih Cat Dinding di Daerah Berhawa Panas 
 Pengaturan Pencahayaan untuk Rumah Mewah yang Nyaman Memunculkan Nuansa Alami di Kamar Mandi 
 Jenis Pekerja Bangunan dan Sistem Upahnya Keindahan Atap Rumah Tradisional Minang 
 Jenis-jenis Gypsum dan Cara Memilihnya Membuat Desain Ruang Bernuansakan Timur Tengah 
 Rumah Jembatan di Atas Sungai Menggunakan Talang Untuk Mempercantik Tampilan Rumah 
 Pengertian dan Teknik Perancangan Pondasi Telapak Gabungan Perbedaan Model Lampu Outdoor dan Indor 
 Mengenal Elemen Ruang Makan Asta Kosala Kosali sebagai Acuan Dalam Arsitektur Tradisional Bali 
 Tips Membeli Tanah dan Rumah Warisan Prospek Investasi Tanah dan Rumah di Bali 
 Memilih dan Meletakan Lampu Tidur Teras Terbuka di Atas Bukit 
 Rumah Mewah Berbentuk Huruf L Mengenal Hasil Arsitektur Karya Ir. Soekarno 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker