Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Memilih Kayu Untuk Atap Sirap dan Cara Pemasangannya

Memilih Kayu Untuk Atap Sirap dan Cara Pemasangannya

Atap yang terbuat dari kayu dinamakan atap sirap. Sebab sirap sendiri punya arti potongan papan yang bentuknya tipis. Atap jenis ini lebih sering digunakan pada rumah atau bangunan lain yang memakai gaya tradisional terutama joglo yang berasal dari Jawa. Namun saat ini sudah banyak rumah yang menggunakan gaya modern tapi tetap memakai atap sirap. Hanya saja bentuk dan desainnya dimodifikasi dan punya tampilan yang selaras dengan konsep serta gaya arsitektur bangunan.

Salah satu keuntungan dari penggunaan atap ini adalah bisa memunculkan kesan natural dan alami. Agar punya daya tahan yang lebih awet dan tahan lama, harus memakai kayu dari jenis tertentu saja. Karena itu ketika memilih kayu untuk atap sirap tidak boleh dilakukan secara sembarangan agar tidak memunculkan penyesalan.

Jenis kayu yang paling bagus untuk membuat atap sirap adalah kayu ulin atau sering dinamakan dengan kayu besi. Bukan puluhan tahun saja, kayu ulin punya daya tahan dalam jangka waktu hingga ratusan tahun. Namun sayangnya kayu ini sekarang makin sulit didapat. Jikapun tersedia, harganya sangat mahal. Sebagai alternatif bisa memakai kayu dari jenis lain yaitu jati. Meskipun kualitasnya masih kalah dengan kayu ulin, namun jati tetap punya daya tahan yang kuat.

Sementara itu, untuk bangunan yang menggunakan gaya arsitektur lebih modern saat ini sudah ada atap sirap atau kayu yang dibuat dengan teknologi yang juga modern dan merupakan hasil industri pabrik. Atap ini dibuat menggunakan mesin pemotong. Karena itu meski terlihat lebih halus namun alur seratnya menjadi tidak teratur. Hal ini bisa membuat daya tahan atap menjadi berkurang.

Berbeda dengan atap sirap yang bahan kayunya dipotong secara manual. Sistem pemotonganya biasanya mengikuti alur atau garis dari serat kayu serta dilakukan secara searah saja. Konsep ini membuat atap punya daya tahan yang lebih kuat. Selain itu tampilannya juga terlihat lebih indah.

Untuk pemasangannya, hal utama yang harus diperhatikan jika ingin menggunakan atap sirap adalah ukuran atau derajat kemiringannya. Minimal derajat kemiringan atas sirap yaitu duapuluh lima derajat dan paling bagus empatpuluh derajat. Ukuran ini membuat air yang jatuh bila hujan sedang turun bisa segera mengalir ke bawah. Jika ukuran kemiringannya ada di bawah duapuluh derajat air tidak mudah mengalir dan bisa membuat atap mudah bocor dan cepat keropos.

Tidak berbeda dengan atap dari tanah liat teknik penyusunan atap sirap juga harus dimulai dari bagian yang ada di bawah lebih dahulu, baru disusul bagian lain yang ada di atasnya. Selain itu sebelum dipasang sebaiknya masing-masing atap diteliti apakah presisinya benar-benar sudah tepat. Presisi yang dibuat sembarangan bisa menimbulkan efek susunan atap menjadi renggang. Jika ini terjadi resiko terjadinya kebocoran lebih besar.

Ada beberapa atap sirap yang pada bagian bawahnya tidak diberi element penutup plafon. Hal ini bertujuan untuk mengekspose tampilan atap yang tampak lebih unik dan cantik dibanding jenis atap yang lain. Maka selain harus terlihat rapi, atap ini harus punya susunan yang lebih rapat dan tidak ada celah sedikitpun. Celah yang muncul membuat sinar matahari bisa menembus lubang pada celah tersebut. Kejadian ini membuat tampilan ruang jadi kurang sempurna keindahannya.

Agar bisa melekat erat dan tidak dapat melorot, kayu atap sirap harus dipaku. Pekerjaan ini harus dilakukan secara cermat agar bilah kayu yang bentuknya tipis tersebut tidak pecah. Lebih bagus lagi bila mau menggunakan paku tembak yang pemasangannya memakai alat komnpresor. Selain resiko pacah pada kayu bisa diminimalkan, waktu yang dibutuhkan juga jauh lebih singkat.

Sumber gambar : http://roof.bz

 
Artikel Lainnya :
 Faktor Yang Berhubungan Dengan Sistem Keamanan Rumah Rumah Unik Berdinding Kaca dan Kayu 
 Ide dan Cara Membuat Wastafel Unik dari Kayu Membeli dan Memilih Besi Kolom Dalam Bentuk Jadi 
 Panorama Indah Landscape Villa di Bali Fungsi dan Teknik Membuat Desain Koridor 
 Perbedaan dan fungsi Concrete Bucket dan Concrete Pump Truck Menciptakan Surga di Kamar Mandi 
 Memilih Tanaman Untuk Pagar Hidup Ide Menarik Membuat Tangga Dari Batu Bata 
 Mengatasi Dinding Rumah yang Merembes Villa Bernuansa Tradisional Bali Berlantai Dua 
 Mengenal Makna Desain Rustic dan Konsepnya Gaya Arsitektur Keraton Sumenep 
 Rumah Panggung Anti Gempa Dari Kayu Jenis-jenis Taman Vertikal dan Cara Pembuatannya 
 Memasang Ubin Pada Dinding Aplikasi Cat Dekoratif Pada Rumah 
 Masalah Yang Paling Sering Muncul Pada Penggunaan Batu Alam Membuat Railing Untuk Tangga 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker