Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Teknik Memasang dan Merawat Lantai Decking

Teknik Memasang dan Merawat Lantai Decking

Yang dimaksud dengan decking adalah lantai dari kayu yang dibuat di tempat terbuka dan berada di luar ruang, misalnya teras, lantai yang ada di samping kolam renang, dermaga dan sebagainya. Dan seperti lantai kayu atau parket yang dibuat di dalam ruang, decking juga bisa memunculkan kesan yang lebih indah dan alami pada bagian eksterior dimana element ini dibuat.

Karena berasa di luar ruang dan lebih sering terkena terpaan sinar matahari yang panas atau air hujan yang sering membuat basah, kayu yang dipakai untuk membuat lantai decking harus punya kualitas yang lebih bagus dan punya daya tahan lebih kuat dan punya sifat yang keras atau hard wood. Jenis kayu ini misalnya jati hutan (bukan jati kebun), bangkirai, merbau, damar laut, ulin dan kruing.

Dari semua jenis kayu tersebut yang terbaik adalah ulin yang berasal dari pulau Kalimantan dan jati. Lantai decking yang dibuat untuk dermaga di pelabuhan lebih sering memakai bahan dari jenis kayu ini. Selain punya kualias yang bagus dan tahan lama, kayu ulin juga mampu menahan beban yang lebih berat.

Saat ini sudah ada toko kayu dan bahan bangunan yang menyediakan bahan kayu khusus untuk membuat lantai decking. Bentuknya ada bermacam-macam. Bahkan ada pula toko yang menjual kayu decking yang bagian permukaan atasnya diberi ornament dan hiasan gaya tertentu serta punya tampilan yang lebih menarik. Jadi tidak ada salahnya menjadikan decking sebagai salah satu pilihan alternatif untuk membuat lantai eksterior selain dari cor beton atau paving blok.

Adapun teknik pemasangannya, hal pertama yang harus dilakukan adalah meratakan lahan atau tanahnya lebih dulu. Kemudian disusul dengan pembuatan pondasi dari cor beton. Ketinggiannya disesuaikan dengan kebutuhan. Cor beton ini bisa diberi tiang penyangga yang juga terbuat dari kayu atau logam besi. Setelah itu masing-masing pondasi atau tiaang penyangga dihungkan dan disatukan dengan kayu yang dipasang di atasnya secara mendatar.

Jarak antar tiang penyangga ini harus disesuaikan dengan ukuran kayu yang digunakan. Jika jaraknya terlalu jauh bisa menyebabkan kayu memunculkan lenturan yang muncul ketika lantai diinjak. Hal ini bisa membuat kekuatan lantai decking jadi berkurang jika menahan beban yang lebih berat. Akibatnya kayu lantai decking bisa mudah patah.

Langkah berikutnya tinggal memasang lantai decking atau floring di atasnya. Pemasangan ini bisa menggunakan sekrup atau pantek yaitu sejenis paku yang dibuat sendiri dari potongan kayu kecil. Ada decking yang disusun secara rapat namun ada pula yang disusun secara renggang dan menghasilkan celah-celah kecil diantara susunan kayu tersebut. Asal dibuat dengan perhitungan yang matang keduanya tetap punya daya tahan dan kekuatan yang baik.

Adapun cara merawat lantai decking tekniknya juga tidak berbeda dengan lantai kayu dalam ruang. Bahkan bisa dikatakan sistemnya lebih sederhana karena lantai decking biasanya tidak diberi lapisan khusus untuk mengkilatkan bagian permukaannya. Tapi yang harus diperhatikan adalah, ketika membersihkan jangan menggunakan sabun atau deterjen yang punya kandungan kimia tinggi.

Selain itu jika terkena siraman air segera mungkin dikeringkan dengan lap terutama pada bagian celahnya. Celah ini sering terjadi pengendapan air yang bisa menyebabnya munculnya jamur dan membuat kayu menjadi cepat keropos. Lebih bagus lagi jika lantai decking ini juga diberi lapisan atau cairan khusus anti jamur dan rayap.

Selanjutanya agar tidak mudah terjadi kerusakan, jika lantai decking ini mau digunakani untuk menaruh perabot atau furniture, pilihlah yang punya bobot lebih ringan serta bagian bawahnya diberi lapisan karet agar tidak mudah menimbulkan goresan.

Sumber gambar : http://www.achlandscapes.co.uk

 

 
Artikel Lainnya :
 Raja Ampat - Papua, Prospek Eco-Tourism Masa Depan Bagian-bagian dan Fungsi Tower Crane 
 Villa Mewah di Bali yang Bernuansa Tropis dan Alami Menata dan Mendesain Foyer 
 Merubah Bangunan Rumah Lama Menjadi Rumah Unik Lantai dan Dinding Rumah yang Bersih Mencerminkan Jiwa Pemilik Rumah 
 Jenis Pekerja Bangunan dan Sistem Upahnya Menciptakan Kesan Lebih Tinggi Pada Langit-langit 
 Trik Menjual Rumah Tanpa Perantara Asta Kosala Kosali sebagai Acuan Dalam Arsitektur Tradisional Bali 
 Mengenal Jenis-jenis Kayu Olahan Tips dan Cara Menata Kamar Tidur untuk Anak 
 Mengenal Lebih Jauh Arsitektur Jengki Rumah Panggung Anti Gempa Dari Kayu 
 Kelebihan dan Cara Membuat Desain Kolam Renang Dalam Ruang Memilih Kunci Jenis Gembok 
 Mengapa Memilih Pagar Besi Tips Renovasi Rumah 
  Jadikan Rumah Anda Spesial, Bukan Rumah Kebanyakan ! Menggunakan Cat Tranparan Untuk Kayu 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker