Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Perbedaan Rumah Dari Batu Bata dan Batu Alam

Perbedaan Rumah Dari Batu Bata dan Batu Alam




















Banyak orang yang membuat bangunan rumah yang di bagian dindingnya tidak ditutup dengan lapisan aci atau adonan semen dan pasir. Tujuannya yaitu untuk memunculkan kesan yang lebih unik dan alami. Selain batu bata, ada rumah lain yang menggunakan konsep sama tapi memakai bahan yang berbeda yaitu batu alam. Tujuan dari penggunaan batu alam ini juga tidak jauh beda dengan rumah batu bata.

Cara pembuatan bangunannya juga sama, terutama pada bagian sistem konstruksi dan kerangka serta pondasi. Demikian juga halnya dengan element yang lain misalnya pada pintu dan jendela, atap, plafon dan seterusnya. Semua disesuaikan dengan selera dan diselaraskan dengan bentuk atau gaya desain dan aristektur yang diaplikasikan.

Namun disamping punya kesamaan konsep tujuan dan proses pembangunan, tetap ada beberapa perbedaan rumah dari batu bata dan batu alam. Terutama sekali apabila dipandang dari sisi proses serta teknik pemasangan element utama pada dinding dan hasil tampilan yang didapatkan.

Jika rumah dari batu bata, selalu punya warna dinding yang sama yaitu merah kecoklatan dan abu-abu kehitaman. Sebab selama ini batu bata juga selalu dibuat dari bahan yang sama yaitu tanah liat atau lumpur yang dicetak dan dikeringkan kemudian dibakar. Meski sekarang sudah ditemukan teknik pembakaran yang lebih modern, tapi hasil yang diperoleh tetap punya warna yang sama. Yang membedakan hanya pada bagian kualitas, kepadatan dan kehalusannya saja.

Untuk teknik pemasangan, dinding rumah batu bata lebih mudah dilakukan. Salah satu penyebab utamanya adalah batu bata selalu punya ukuran yang seragam. Jadi hasil tampilan yang didapat juga bisa tampak lebih rapi. Susunan batu bata tersebut adalah pertama pada bagian bawah punya susunan yang berjajar panjang. Lalu lapis kedua separo bagian berada atas bata yang ada di kiri, separonya lagi ada di atas bata yang ada di sampingnya. Demikian seterusnya.

Nat atau semen yang digunakan untuk membuat susunan batu bata selalu memunculkan garis-garis yang tegas secara vertikal dan horizontal. Nat ini menghasilkan warna abu-abu yang berasal dari adonan semen dan pasir. Jika ingin tampilan yang lebih variatif adonan semen yang dipakai ini bisa memakai warna lain. Tapi selain abu-abu warna yang paling umum dipakai adalah putih. Jarang ada rumah atau dinding batu bata yang diberi warna berbeda selain abu-abu dan putih.

perbedaan rumah dari batu bata dan batu alam


















Sedangkan rumah batu, warna dindingnya bisa bermacam-macam sesuai dengan jenis batu yang digunakan. Ada yang abu-abu, krem, hitam, merah, kuning dan sebagainya. Batu yang digunakan ini tidak diproses, tapi langsung dipasang. Hanya saja sebelum dipasang terdapat beberapa jenis batu yang harus dipecah lebih dulu. Tujuannya adalah untuk menghasilkan ukuran yang seragam atau minimal tidak terpaut jauh.

Dinding batu teknik pemasangannya lebih sulit dilakukan. Karena baru selalu punya ukuran yang tidak sama serta bentuknya juga tidak ada yang datar, kecuali batu yang dipotong menggunakan mesin atau alat khusus. Dan meski sudah dipotong, batu tersebut ukurannya juga tidak akan sama persis seperti batu bata yang dibuat dengan menggunakan cetakan.

Karena itu nat yang dihasilkan juga tidak terlihat rapi dan membentuk garis atau pola-pola yang tidak beraturan. Namun justru disinilah letak keindahan dari rumah yang pada bagian dindingnya dibuat dari batu alam. Apalagi jika susunan batu tersebut dikerjakan dengan cita rasa seni yang tinggi, maka hasil yang didapat juga terlihat makin indah, tidak kalah dengan dinding batu bata, meski membutuhkan waktu lebih lama dan perhitungan yang cermat.

Sumber gambar : http://www.hoobly.com,http://en.wikipedia.org

 

 
Artikel Lainnya :
 Faktor Yang Berhubungan Dengan Sistem Keamanan Rumah Bagaimana Cara Membuat Rumah Adem Tanpa Boros Listrik 
 Tidak Ada Dana Membangun Rumah? Manfaatkan Kredit Bank Perkembangan Arsitektur yang Beragam di Kuta Bali 
 Pengaruh Arsitektur Mediterania di Indonesia Bangunan Kuil Tertua di Dunia 
 Menghindari Debu Masuk Rumah Membuat Perabot Furniture Bergaya Tas Bagasi 
 Rumah di Atas Air Terjun Menghias Dinding Menggunakan Kabel dan Stop Kontak 
 Taman Terindah di Dunia Gaya Desain Arsitektur Hotel dan Resort di Bali Menjadi Acuan Dunia 
 Desain Menara Gadang di Bukit Tinggi Hiasan Dinding Pada Ruang Klasik dan Modern 
 Aneka Jenis Sistem Buka Tutup Pintu Pagar Penggunaan Batu Alam Sintetis Pada Bangunan 
 Teknik Membuat Sambungan Paralon dan Pipa PVC Menghadirkan Kesan Mewah Rumah Kayu Bertingkat di Bali 
 Atap Unik Berbentuk Bunga atau Daun Perbandingan Rumah Kayu dan Bambu 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker