Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Konsep Konstruksi Rumah Kayu dan Bambu

Konsep Konstruksi Rumah Kayu dan Bambu

Antara rumah kayu dan bambu sebenarnya punya konsep yang sama yaitu menggunakan bahan yang diambil dari alam secara langsung. Demikian dengan tujuannya. Tujuan tersebut antara lain adalah untuk memunculkan kesan yang lebih alami pada banguan. Dan yang lebih penting yaitu rumah yang menggunakan kedua bahan ini bisa tahan goncangan atau gempa yang sering terjadi di beberapa daerah.

Kedua rumah ini juga sama-sama punya kelebihan yang lain. Karena punya bobot bangunan yang lebih ringan, meski kondisi tanah atau lahan yang digunakan tidak begitu padat atau keras keduanya tetap bisa dibangun di tempat ini.

Selain itu arsitektur bangunannya juga sama, yaitu lebih sering menggunakan bentuk rumah panggung. Entah itu yang menggunakan gaya etnik atau tradisional maupun yang menggunakan gaya lain yang lebih modern, rumah panggung lebih sering diaplikasikan pada bangunan yang memakai bahan dari kayu dan bambu. Karena itulah secara garis besar konstruksi rumah kayu dan bambu juga tidak jauh berbeda. Meski ada beberapa perbedaan, bukan merupakan hal yang begitu prinsip.

Misalnya saja, rumah kayu pada umumnya juga menggunakan tiang penyangga dari bahan yang sama. Namun untuk bangunan yang lebih modern, tiang penyangga ini bisa diganti dengan tiang dari bahan cor beton. Tujuannya yaitu agar bisa lebih kuat menahan beban yang harus disangga. Apalagi jika bangunan tersebut punya ukuran yang lebih tinggi dan terdiri dari dua lantai atau lebih.

Teknik penyambungan antar bagian atau element bisa menggunakan beberapa sistem. Dan yang paling mudah adalah menggunakan paku logam besi atau baja. Karena bahan ini bisa digunakan secara langsung, maka tinggal menancapkannya saja. Selain paku bahan lain yang bisa dipakai adalah pantek, yaitu paku bikinan sendiri yang juga terbuat dari bahan kayu yang diserut menjadi kecil seperti paku besi.

Cara lainnya adalah menggunakan sistem saling mengkait. Sistem ini lebih sering diaplikasikan pada rumah panggung yang bersifat portable dan bisa dipindah-pindahkan. Di Indonesia, rumah kayu yang paling sering menggunakan konsep seperti ini adalah rumah panggung yang memakai gaya tradisional Kudus dari Jawa Tengah.

konsep konstruksi rumah kayu dan bambu Untuk rumah bambu, tiang penyangganya tetap harus menggunakan bahan dari kayu. Jika ingin menggunakan bahan dari bambu harus dipilih yang punya ukuran lebih besar dan punya sifat yang kuat. Lebih bagus lagi juga menggunakan bahan cor beton yang terdiri dari tulang besi dan ditutup dengan lapisan batu kerikil serta adonan semen dan pasir. Konstruksi tiang penyangga ini pada umumnya dibuat dengan ukuran yang lebih pendek jika dibanding dengan tiang penyangga rumah kayu.

Sistem penyambungannya bisa menggunakan pantek atau mur dan baut. Penggunaan paku dari logam besi sebaiknya dihindari karena kekuatan yang dihasilkan kurang begitu sempurna jika diaplikasikan untuk rumah bambu. Sistem saling mengkait juga tidak bisa diaplikasikan karena bambu punya bentuk yang khusus yaitu bundar dan pada bagian tengahnya kosong.

Agar lebih kuat, di setiap sambungan konstruksi rumah bambu selalu diberi tali untuk mengikat dari ijuk atau rotan. Selain menjadikan konstruks lebih kuat menahan beban, penggunaan tali ini juga punya tujuan yang lain yaitu untuk memunculkan kesan yang lebih rapi dan artistik.

Bagian lantai rumah bambu juga tidak menggunakan bahan yang sama. Pada umumnya lantai itu tetap menggunakan bahan lain yaitu papan kayu. Demikian pula dengan element lain misalnya pada pintu dan jendela, terutama pada bagian kusen juga lebih bagus menggunakan bahan ini. Jadi jika rumah kayu semua bagiannya bisa menggunakan bahan ini semua, namun untuk rumah bambu harus memakai bahan tambahan yang lain.

Sumber gambar  : http://www.tootoo.com,http://beginahome.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Ukiran Suku Asmat yang Eksotis Pencahayaan Buatan untuk Rumah Mungil 
 Menghadirkan Kesan Megah Pada Rumah Villa Bergaya Bali Jenis-jenis Taman Vertikal dan Cara Pembuatannya 
 Bangunan Berbentuk Teratai yang Unik dan Indah Kekurangan dan Kelebihan Kusen Kayu dan Alumunium 
 Mengenal Jenis Agregat Menata dan Mendesain Foyer 
 Mengenal Desain Gaya Oriental Ide Menarik Memperindah Gazebo Dengan Roda Kereta 
 Teknik Pernis Ulang Pada Kayu Secret Garden di Taman Tropis Museum Lukisan Sidik Jari 
 Memilih dan Merawat Pompa Air Agar Jendela Rumah Tampil Artistik 
 Teknik Memilih Wastafel Rumah Teras Villa di Bali yang Cantik dan Menyatu dengan Kolam 
 Membuat Kusen Dari Beton Cor Aneka Jenis Sistem Buka Tutup Pintu Pagar 
 Desain Rumah Tinggal untuk Iklim Tropis Keuntungan dan Tips Menggunakan Kayu Sintetis 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker