Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Konsep Penataan Ruang Klasik dan Art Deco

Konsep Penataan Ruang Klasik dan Art Deco

Membuat konsep desain tata ruang atau interior memang harus selalu disesuaikan dengang gaya arsitektur bangunan. Gaya ini terdiri dari bermacam-macam jenis misalnya ruang yang memakai gaya klasik atau ruang yang menerapkan konsep desain art deco. Masing-masing punya aturan tersendiri yang berbeda-beda.

Beberapa perbedaan konsep penataan ruang klasik dan art deco antara lain yaitu ruang yang menggunakan gaya klasik banyak menerapkan ornament berbentuk ukiran dan profil. Bahkan ornament ini sering menjadi hiasan utama di dalam ruang. Adapun bahan yang paling sering dipakai untuk membuat beberapa element adalah kayu.

Jenis perabot yang menggunakan kayu tersebut antara lain adalah meja dan kursi, lemari dan wardrobe, banyak yang memakai bahan kayu solid. Kayu tersebut biasanya selalu menggunakan ukuran yang lebih besar dan hiasan atau ornament ukiran serta profilnya menghasilkan nuansa yang mewah, anggun dan bersahaja.

Warna yang diaplikasikan adalah warna-warna yang punya sifat alami seperti coklat tua, hijau, kuning emas, dan beberapa warna tanah juga banyak digunakan pada ruang yang menggunakan gaya ini. Selain itu kadangkala hitam juga dipakai untuk memunculkan karakter klasik yang lebih kuat.

Element lain yang menggunakan bahan dari kain misalnya korden, juga dibuat dengan tampilan yang sangat mewah dan selalu menggunakan konsep dua lapis. Jika perabot kursi pada bagian sandaran dan punggung menggunakan busa, maka penutupnya biasanya terbuat dari bahan kulit atau beludru.

Untuk penghias ruangnya, misalnya lukisan dinding selalu dilengkapi dengan pigura atau bingkai yang juga diberi hiasan ukiran atau profil. Gaya ukiran tersebut tentu juga menggunakan gaya yang sama yaitu klasik. Untuk menghadirkan kesan yang lebih mewah dan indah, penggunaan lampu dari bahan Kristal juga sering diaplikasikan, terutama pada ruang yang berukuran besar.

Bagian bawah yaitu lantai, biasanya dibuat dari bahan yang pada jaman dulu sering dipakai oleh orang-orang dari Romawi atau Yunani. Bahan tersebut antara lain adalah kayu atau batu marmer. Ada kalanya pada bagian tengah yang digunakan untuk meletakan perabot meja dan kursi diberi perlengkapan atau hiasan lain berupa kain permadani atau karpet.

konsep penataan ruang klasik dan art decoSedangkan ruang yang menggunakan gaya art deco, lebih sering menggunakan ornament atau hiasan yang punya bentuk bundar dan bulat. Bentuk lain yaitu kotak dan geometris juga sering diaplikasikan, namun hanya dijadikan sebagai tambahan atau pemanis ruang saja bukan sebagai konsep utama. Perabot furniture atau mebelnya juga menggunakan model yang lebih sederhana dan tidak diberi hiasan profil maupun ukiran.

Warna yang digunakan sering menggunakan jenis yang berlawanan namun tetap memunculkan kesan yang lebih terang dan indah. Misalnya putih dikombinasi dengan warna yang paling gelap yaitu hitam. Atau bisa juga coklat tua dipadu dengan warna krem dan warna lain yang punya sifat cerah.

Jika menggunakan hiasan ruang misalnya lukisan, bagian bingkainya menggunakan bentuk yang polos. Jika diberi ornament, biasanya hanya berupa hiasan profil sederhana saja. Vas bunga yang punya warna cerah juga bisa dipasang di tengah meja dan dilengkapi dengan hiasan lain berupa bunga yang biasanya berwarna cerah juga.

Kemudian untuk hiasan lampu gantung, bentuknya lebih sederhana dan logam yang dijadikan sebagai bahan utama punya bentuk dan ukuran yang lebih ramping. Penggunaan ornament yang rumit tidak pernah diaplikasikan.

Untuk bagian bawah dan lantai warna yang paling sering diaplikasikan adalah hitam dan putih. Lantai ini selalu punya tampilan yang lebih licin dan mengkilat. Untuk memunculkan kesan yang lebih sejuk dan lembut, warna lantai ini juga sering diberi kombinasi warna chrome atau perak.

Sumber gambar : http://www.interiordesignpro.org,http://www.decorativehomeinterior.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Kombinasi Pintu dan Dinding Bambu yang Unik di Jawa Barat Penggunaan Kayu untuk Memperbaiki Tampilan Rumah 
 Perbedaan dan fungsi Concrete Bucket dan Concrete Pump Truck Membangun Karakter Ruang Makan 
 Menciptakan Keharmonisan Keluarga di Ruang Keluarga berukuran 9m2 Analisa Gejala Akustik pada Ruang Tertutup  
 Tips Membangun Rumah dengan Biaya Murah Jenis Sertifikat Tanah 
 Style Gaya Arsitektur Rumah dan Kepribadian Anda Jenis-jenis Bangunan Tradisional Suku Lore Sulawesi Tengah 
 Eksotisme Rumah Tradisonal Bali Arsitek dan Lingkungan 
 Cara Membuat Dinding dari Tempurung Kelapa Kolam Taman yang Indah dengan Latar Belakang Rumah Bali 
 Cara Mengurus Sertifikat Tanah Wakaf Teknik Membuat Sambungan Paralon dan Pipa PVC 
 Keuntungan dan Tips Menggunakan Kayu Komposit Untuk Kamar Mandi Skema Kubus Modern pada Rumah  
 Memilih Kunci Jenis Gembok Membangun Resort ‘Ala’ Maldives di Indonesia, Mungkinkah? 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2015 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker