Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Perbedaan Penggunaan Kaca Pada Bangunan Kuno dan Modern

Perbedaan Penggunaan Kaca Pada Bangunan Kuno dan Modern

Dari jaman dulu hingga saat ini, penggunaan kaca masih sering dilakukan untuk memperindah tampilan suatu bangunan atau untuk menambah nilai estetika pada element sekaligus dipakai untuk menciptakan suatu barang atau benda yang bersifat fungsional. Jadi bisa dikatakan konsep penggunaannya juga tidak jauh berbeda antara bangunan kuno serta bangunan yang sekarang lebih sering menggunakan gaya modern.

Hanya saja, ada beberapa perbedaan penggunaan kaca pada bangunan kuno dan modern . Terutama sekali pada jenis dan warna yang diaplikasikan pada suatu element tersebut. Jika pada bangunan kuno jenis kaca yang digunakan justru lebih variatif. Demikian pula dengan warna yang dipakai serta sistem aplikasinya.

Misalnya saja pada element jendela. Pada bangunan kuno, jenis kaca yang digunakan tidak selalu polos. Ada yang menggunakan kaca jeruk atau jenis kaca lain yang permukaannya tidak halus. Sedangkan warnanya juga tidak selalu bening. Ada yang berwarna hijau, putih buram dan lain-lain. Daun pada pintu jendela juga ada yang berbentuk nako, yaitu jendela yang sistem buka tutupnya menggunakan suatu alat yang diletakan di samping kusen jendela bagian dalam. Kaca yang digunakan juga terdiri dari potongan-potongan yang berbentuk persegi panjang.

Lalu untuk kaca yang diletakan pada bagian atas dan berfungsi sebagai media untuk menciptakan sistem pencahayaan yang alami, bentuk desainya bahkan lebih komplit. Ada yang membuatnya menjadi hiasan kaca patri, yaitu hiasan kaca yang terdiri dari potongan-potongan kaca kecil dan membentuk suatu lukisan atau motif tertentu.
Metode lain yang dipakai untuk menciptakan sistem pencahayaan alami pada bangunan kuno adalah memasang genteng yang terbuat dari kaca. Bentuknya juga sama persis dengan genteng yang terbuat dari tanah liat. Sehingga ketika dipasang, sinar matahari bisa masuk secara langsung dari arah atas.

Untuk kaca mirror, unsur utama yang ditonjolkan adalah frame atau pigura yang dipakai untuk memasang kaca tersebut. Jika menggunakan bahan dari kayu, sering diberi ornament atau hiasan berupa ukiran dengan aneka motif dan gaya. Kaca mirrornya juga tidak selalu persegi panjang ke bawah atau bundar saja, namun ada yang melengkung kearah dalam pada bagian tengahnya. Hal ini lebih sering diaplikasikan pada bangunan kuno yang menggunakan gaya tradisional Jawa.

perbedaan penggunaan kaca pada bangunan kuno dan modernSedangkan untuk bangunan yang memakai konsep gaya arsitektur modern, jenis yang digunakan jauh lebih sederhana. Untuk bangunan modern terutama yang minimalis, jenis kaca yang paling sering dipakai hanya terdiri dari dua jenis saja yaitu polos transparan atau kaca riben berwarna hitam.

Tapi ada pula beberapa bangunan yang menggunakan kaca mirror untuk menutup semua bagian dinding. Hal ini lebih sering dijumpai pada bangunan yang bukan merupakan tempat tinggal melainkan bangunan yang terdiri dari banyak tingkat atau lantai dan berfungsi sebagai kantor atau kegiatan lain yang bersifat bisnis.

Jika digunakan untuk element jendela, lebih sering menggunakan yang transparan maupun riben hitam yang diberi lapisan kain korden pada bagian dalamnya. Sistem buka tutupnya memakai engsel yang diletakan pada bagian atas atau samping.

Bangunan kuno yang menggunakan pintu kaca biasanya terdiri dari dua lapis yaitu pintu kaca di bagian dalam dan pintu kayu pada bagian luar. Untuk bangunan modern, meski menggunakan pintu kaca, biasanya hanya terdiri dari satu lapis saja.

Kemudian untuk penggunaan pada sistem pencahayaan alami, jenis kaca yang dipakai juga polos tidak membentuk hiasan atau ornament yang rumit. Jika tetap memakai ornament maupun hiasan biasanya berbentuk kaca grafir atau airbrush. Hiasan seperti ini juga bisa diaplikasikan untuk jendela, pintu dan element yang lain.

Sumber gambar: http://triajita.multiply.com,http://archinspire.org

 

 
Artikel Lainnya :
 Seluk-Beluk Kontrak Kerja dengan Arsitek atau Kontraktor Tips Desain Rumah Tahan Banjir 
 Ruang Keluarga dan Tidur yang Menyatu dan Menggunakan Ornament Khas Bali Arsitektur Rumah Etnik Natural 
 Gabungan Mewah dan Etnik Tempat Tidur Bambu Dari Bali Membuat Desain Dapur Terbuka (Open Kitchen) 
 Perbandingan Antara Meningkat dan Membesarkan Bangunan Mempercantik Tampilan Ruang Dengan Pixel 
 Menjadikan Lemari Sebagai Penyekat Ruang Peristiwa Alam yang Sering Memunculkan Masalah Pada Proyek Bangunan 
 Rumah Bergaya Spanyol Membuat Sudut Pada Bangunan 
 Membuat Railing Untuk Tangga Membuat Desain Meja Bergaya Jewelry 
 Investasi Properti di Bali, Begitu Menarikkah? Cara Menggunakan Kayu Gelondong untuk Membuat Hiasan 
 Mau Membangun Rumah di Bali, Anda butuh Arsitek atau Kontraktor? Pesona Gereja Blenduk di Semarang 
  Meningkatkan Nilai Jual Kamar Hotel dengan Lantai Terrazzo (Teraso) Rumah Gerobak Pelukis Affandi 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker