Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Bangunan Kuil Tertua di Dunia

Bangunan Kuil Tertua di Dunia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Kuil atau juga sering disebut dengan candi adalah suatu bangunan yang selalu atau lebih sering digunakan untuk menjalankan ritual keagamaan. Penggunaan kuil ini usianya juga nyaris sama dengan usia peradaban manusia di dunia. Maka bukan merupakan hal yang aneh lagi jika dalam dunia arkeologi banyak ditemukan kuil-kuil yang diperkirakan sudah dibangun sejak ribuan atau bahkan ribuan tahun yang lalu.
 
Kuil ini ditemukan tidak hanya di satu wilayah atau daerah saja, melainkan tersebar di segala penjuru dunia. Dan karena punya tampilan yang sangat khusus, hal ini menjadi salah satu bukti jika pada jaman dulu manusia telah mengenal ilmu arsitektur bangunan dan mengaplikasikannya pada bangunan kuil tersebut. Bahkan hingga saat ini ada beberapa konsep atau ilmu arsitektur yang belum bisa dipecahkan dan tetap menjadi misteri. Terlebih lagi jika usia kuil tersebut makin tua.
 
Setelah melakukan beberapa penelusuran, imagebali mencatat ada lima kuil atau candi yang usianya sudah puluhan ribu tahun dan menjadi bangunan kuil tertua di dunia. Yang pertama adalah kuil Luxor yang letaknya ada di sebelah timur sungai Nil Mesir. Pendiriannya dilakukan sekitar 1.400 sebelum Masehi dibawah perintah Raja Pharaoh Amenhotep III dan direnovasi lagi oleh Raja Ramses II. Kemudian pada masa kekuasaan Alexander, candi ini diperbarui kembali.

Sebelum masuk ke kuil, di bagian pintu gerbang teradapat obeliks yang terbuat dari batu granit warna merah muda dan punya ukuran tinggi sekitar 25 meter. Sebenarnya obelik ini ada dua. Namun yang satunya diberikan kepada negara Perancis pada abad ke XIX sebagai hadiah dari Raka Mohammed Ali. Saat ini obeliks tersebut ada di kota Paris.
 
bangunan kuil tertua
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Kuil tertua yang nomor dua adalah Hatshepsut atau Mortuary yang letaknya juga ada di kota Thebet Mesir dan dibangun tahun 1479 sebelum Masehi oleh Ratu Hatpespsut yang memegang kekuasaan selama duapuluh tahun. Adapun nama arsitektnya yaitu Senemut dan tujuan dari pembangunan kuil adalah untuk memuliakan Amun.

Posisi kuil ini ada di bagian bawah dari suatu tebing yang letaknya di sebelah Barat sungai Nil. Bentuk bangunannya banyak menggunakan tiang dan terdiri dari beberapa tingkata. Agar bisa naik ke atas, bagian depan diberi semacam jalan yang miring ke atas dan diletakan di tengah bangunan.

Daya tarik utama dari kuil ini adalah terdapatnya patung Raja Pharaoh Hatshepsut yang berjenis kelamin perempuan. Namun dalam patung tersebut dia digambarkan sebagai seorang laki-laki lengkap dengan janggut yang ada di dagunya.
 
bangunan kuil tertua
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Kuil Hypogeum yang ada di Malta menempati posisi tiga sebagai kuil yang paling tua. Selain itu kuil ini juga merupakan bangunan kuno yang dibuat di bawah atau bagian dalam tanah, karena selain dijadikan sebagai sanggar pemujaan juga sebagai tempat untuk pemakaman raja-raja. Kuil ini terdiri dari tiga tingkat dan punya satu ruang yang bisa memunculkan suara gema ketika ada pengunjung yang berteriak. Ruang tersebut sebenarnya merupakan gua batu tapi dipahat dengan gaya arsitektur yang unik.
 
bangunan kuil tertua
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Posisi yang keempat adalah kuil Seti yang ada di Abydos Mesir, tidak jauh dari Sungai Nil. Kuil ini dibangun pada 1279 sebelum Masehi, ketika Raja Seti mulai berakhir masa kekuasannya dan diselesaikan oleh anaknya yang bernama Ramses Agung. Kuil ini dipakai untuk menyimpan jenasah Firaun Seti I dan sebagai tempat pemujaan kepada para dewa. Kuil Seti merupakan kuil yang punya hiasan relief paling lengkap dan detail di Mesir
 
bangunan kuil tertua
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Kuil tertua yang terakhir adalah kuil Hagar Qim yang dibuat sekitar 3.600 sebelum Masehi dan merupakan bangunan megalitik. Letaknya ada di atas sebuah tebung di Malta dan menyatu dengan kuil lain yang diberi nama Mnjadra yang lokasinya berjarak sekitar 600 meter di bawah tebing. Di komplek ini banyak ditemukan peninggalan-peninggalan berupa artefak yang menjadi bukti jika tempat ini dipakai sebagai pusat kegiatan ritual atau agama.
 
Sumber gambar:http://www.touropia.com,http://www.flickr.com,http://aktivnyjturizm.ru,http://www.historvius.com,http://www.maltesering.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Beberapa Pertanyaan Penting Sebelum Memilih Arsitek Mengganti Lantai Keramik Dengan Konsep Tile on Tile 
 Memilih Aksesoris, Elemen Penting Pendukung Estetis Interior Rumah Mengenal Desain Gaya Oriental 
 Kolam Cantik di Dunia Menghindari Kebocoran Pada Plafon Gypsum  
 Rumah Cantik Berdinding Kayu Memilih Atap Baja Ringan dan Cara Memasangnya 
 Ide Menarik Membuat Tangga Dari Batu Bata Nuansa Bali yang Elegan di Kamar Tidur 
 Condotel, Pilihan Investasi Terkini Yang Kian Merebak di Bali Aplikasi Cat Dekoratif Pada Rumah 
 Mengenal Jenis-jenis Genteng Rumah Bergaya Victorian 
 Tips Mencegah Terjadinya Kecelakaan Pada Proyek Bangunan Mengukur Kenyamanan Bangunan Berdasarkan Kondisi Tubuh dan Suhu 
 Mozaik Putih pada Jalan Setapak di Taman Bernuansa Bali Pengaturan Penghawaan Alami untuk Rumah Tinggal 
 Mengenal Jenis-jenis Plafon Cara Membuat Tangga Bambu Untuk Hiasan Interior 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker