Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Perbedaan Desain Istana di Eropa dan Asia

Perbedaan Desain Istana di Eropa dan Asia

Pada umumnya wilayah atau negara yang ada di Asia dan Eropa pada masa lalu sering berbentuk negara kerajaan. Namun saat ini ada beberapa kerajaan yang telah berubah menjadi negara yang menganut paham demokarasi secara penuh. Namun pada sisi yang lain masih pula ada beberapa kerajaan lain yang tetap menganut paham monarki meski tidak secara absolut.

Contoh negara di Asia yang memadukan konsep monarki dan demokrasi adalah Thailand. Untuk wilayah Eropa yang menganut paham seperti ini adalah Inggris, Belanda serta beberapa negara lain. Sedangkan negara yang menganut paham demokrasi secara penuh di Asia adalah Indonesia dan beberapa negara lain yang ada di Timur Tengah. Untuk Eropa, negara yang telah menganut paham demokrasi penuh contohnya adalah Perancis dan Swiss.

Dan meski telah mengalami perubahan konsep tata negara, namun antara Asia dan Eropa tetap punya bangunan istana yang masing-masing punya perbedaan dalam konsep arsitektur maupun desainnya. Perbedaan desain istana di Eropa dan Asia yang muncul ini bukan karena punya standar selera yang berbeda saja, namun juga punya hubungan yang cukup erat dengan budaya yang berkembang.

Untuk negara yang ada di Asia, bangunan istana yang ada di wilayah ini selain pada umumnya dibuat sesuai dengan agama yang dianut oleh raja dan masyarakat yang berada di daerah atau kerajaan tersebut.

Misalnya saja bangunan istana yang ada di Thailand. Karena merupakan penganut agama Budha, maka desain bangunan istananya juga menghadirkan kesan yang sangat khas dan penuh dengan ornament yang menggambarkan kehidupan Sang Budha. Ciri utama yang sering muncul adalah penggunaan stupa yang dipasang pada bagian atap. Bentuk atap stupa ini makin banyak dijumpai pada rumah-rumah peribadatan.

Hal yang sama juga terjadi pada bangunan istana yang ada di Jepang. Hampir semua istana yang ada lebih sering menggambarkan nilai-nilai ajaran Shinto yang menjadi kepercayaan masyarakat negara matahari terbit tersebut. Demikian pula dengan bangunan istana yang berada di Vietnam, India, Cina, Myanmar dan lain lain. Semua selalu memunculkan nuansa yang sangat agamis.

Di Indonesia sendiri, karena masyarakatnya telah banyak yang memeluk agama Islam sehingga konsep desainnya juga sering memunculkan budaya Islam yang berasal dari Timur Tengah. Tapi budaya Hindu dan Budha yang sebelumnya menjadi dominan tetap punya pengaruh yang cukup besar.

Perbedaan istana di eropa dan asiaSedangkan bangunan istana yang ada di negara-negara Eropa, pada umumnya lebih menonjolkan nilai artitiknya. Meski nilai-nilai ajaran agama tetap dimasukan namun hal ini bukan menjadi fokus yang utama. Dan sebagaimana kita ketahui, pada umumnya masyarakat di Eropa memeluk agama Kristen atau Nasrani. Simbol-simbol agama tidak diwujudkan ke dalam bentuk desain bangunan, namun lebih sering diaplikasikan pada hiasan dinding yang berupa lukisan.

Namun khusus untuk bangunan istana yang ada di Yunani terutama pada istana yang dibangunan pada era sebelum Masehi, simbol-simbol kepercayaan justru lebih banyak diaplikasikan dalam bentuk hiasan patung. Hiasan patung tersebut menggambarkan wujud dari dewa-dewa sesuai dengan keyakinan yang saat ini telah menjadi tradisi.

Perbedaan lain yang ada adalah teknik penggunaan warna. Jika pada umumnya istana di Eropa hanya memadukan satu atau dua jenis warna saja yang menjadi dominan, namun untuk bangunan istana yang ada di Asia lebih berani untuk memadukan beberapa jenis warna sekalitus. Selain itu warna yang digunakan juga lebih cerah dan berani. Sedangkan istana di Eropa, lebih menyukai warna-warna yang bersifat kalem namun tetap alami.

Sumber gambar : http://europe-travel-guide.net,http://www.skyscrapercity.com

 
Artikel Lainnya :
 Terrazzo sebagai Bahan Lantai Ramah Lingkungan Memadukan Nuansa Modern dan Etnik Bali Pada Ruang  
 Rumah Kayu di Tengah Pantai Bangunan Tas Anyam/Belanja 
 Bangunan Berbentuk Susunan Buku Hiasan Dinding Pada Ruang Klasik dan Modern 
 Kelebihan dan Teknik Perawatan Pagar Stainless Trik Menjual Rumah Tanpa Perantara 
 Rumah Paling Angker Sedunia Desain Material Kaca pada Bangunan Rumah 
 Tips dan Keuntungan Menggunakan Keramik Komposit Rumah Ceret (kettle) 
 Memadukan Konsep Tradsional dan Modern Rumah Betawi Rumah Unik Berdinding Kaca dan Kayu 
 Membangun Karakter Ruang Makan Kelebihan Perabot Microfiber dan Teknik Perawatannya 
 Tips Memilih Kontraktor Villa Mencari Arsitek di Lombok ? Kami Partner Arsitek Anda di Lombok 
 Ide Menarik Membuat Desain Kursi Eceng Gondok Mengapa Terrazzo Lebih Baik dari Keramik? 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker