Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Desain Interior Ruang Garuda Istana Bogor

Desain Interior Ruang Garuda Istana Bogor

Istana Bogor adalah bagian dari istana negara yang jumlah keseluruhannya ada enam. Istana yang berada di daerah Paledang Kota Bogor Provinsi Jawa Barat ini punya keistimewaan khusus baik dilihat dari sisi sejarah maupun desain arsitekturnya. Istana ini pada jaman dulu terdiri dari tiga lantai dan dibanguna oleh Gubenur Jenderal Gustaaf Wilem Baron di tahun 1744. Pada saat itu bangunan yang digunakan sebagai tempat peristirahatan ini diberi nama Buitenzorg.

Setelah terkena bencana alam gempa bumi serta mengalami keruntuhan pada tahun 1834, Istana Buitenzorg dipugar kembali oleh Gubenur Jenderal Alebertus Jacob Duijmayer Van Twist pada tahun 1850 dan dibuat dalam satu lantai saja. Sejak saat itu bangunan ini tidak pernah mengalami perubahan yang berarti hingga sekarang.

Dan setelah Indonesia mendapatkan kemerdekaan, pada tahun 1950 Istana Buitenzorg ditetapkan sebagai istana resmi negara dan namanya dirubah menjadi Istana Bogor. Selanjutnya pada tahun 1968, Presiden Soeharto memberi ijin kepada masyarakat untuk menikmati keindahan bangunan istana ini.

Keindahan Istana Bogor tersebut bukan hanya terletak pada gaya arsitektur landscape, bangunan dan eksteriornya saja. Karena desain interiornya juga punya tampilan yang tidak kalah indah dan memikat. Salah satu ruang tersebut adalah apa yang dinamakan dengan Garuda yang berada di dalam bangunan utama.

Tidak berbeda jauh dengan bangunan lain yang merupakan peninggalan dari masa penjajahan kolonial Belanda, desain interior Ruang Garuda Istana Bogor ini menggunakan gaya Eropa yang sangat kental. Terutama sekali gaya yang berkembang pada abad ke XVIII maupun XIX. Bentuk ruang ini adalah bundar yang memanjang atau lonjong. Sehingga pada bagian pojoknya tidak membentuk sudut yang lancip, namun berupa lengkungan.

Ciri utama yang lain bisa terlihat pada ornament berbentuk ukiran yang berada dibagian langit-langit atau plafon ruang. Hiasan ini penuh dengan gambar relief yang menerapkan gaya klasik Yunani. Palfon ini tidak dibuat lurus atau datar, namun punya bentuk yang melengkung dan cembung ke atas. Hal ini mampu menjadikan ruang tersebut tampak lebih tinggi dan anggun.

Kemudian untuk hiasan lampu gantung dari bahan kristal yang berada di tengah, juga memakai gaya yang sama. Lampu kristal ini disusun secara berderet dari satu ujung plafon ke ujung plafon yang lain. Lampu yang ada di tengah punya ukuran yang lebih besar dari lampu yang berada di bagian pinggir.

Tiang penyangga atau pilar dengan ukuran yang sangat besar dan disusun secara berderet, menggunakan konsep desain Korintia. Salah satu ciri dari gaya Korintina yang juga berasal dari Yunani ini adalah punya ukuran besar dan bundar serta di susun dengan posisi saling berdekatan, tidak menggunakan jarak yang jauh. Dengan adanya tiang penyangga bangunan yang berada di dalam ruang menjadikan tampilan ruang tersebut terlihat lebih megah, anggun tapi tetap punya karakter yang kokoh dan kuat.

Dinding yang ada di belakang pilar penyangga juga dibuat menggunakan konsep yang tidak jauh berbeda. Kerangka atau konstruksi bangunan yang melekat dan tertanam di dalam dinding juga diberi ornament berupa ukiran pada bagian atas dan bawahnya. Perbedaannya terletak pada bentuk lapisan penutup atau aci, tidak dibuat bundar namun lurus persegi.

Kursi yang dipakai tempat duduk bagi tamu yang berkunjung disusun secara melingkar dibagian pinggir dekat tiang penyangga dengan, mengikuti bentuk ruang yang ada. Dengan cara seperti ini maka mereka bisa saling berhadapan secara langsung.

Dengan tujuan untuk menciptakan suasana khas Indonesia, di salah satu pilar yang ada di pojok diberi bendera merah putih yang dipasang pada sebuat tiang kayu. Tidak jauh dari tempat ini ada gambar Burung Garuda yang menjadi lambang negara yang ditempelkan pada dinding.

Sumber gambar : http://bernadeta-ms.blogspot.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Membuat Sertifikat Tanah Girik atau Adat Membuat Hiasan Pada Dinding yang Retak 
 Desain Pintu Jendela Rumah Mediterania dan Tropis Menggunakan Furniture Multifungsi untuk Efisiensi Ruangan 
 Tips Membeli Tanah dan Rumah Warisan Teknik Pembuatan Lantai Carport 
 Teknik Merawat Lantai Kayu Arsitektur Rumah Batu Bata yang Mengagumkan 
 Teknik Membuat Basement Rumah Minimalis Modern yang Makin Diminati 
 Kenapa Harus Membuat Gambar Kerja pada Pembangunan Rumah? Rumah Panggung Anti Gempa Dari Kayu 
 Merancang Rumah Tropis Modern Yang Ideal Arstiektur Rumah Badui yang Alami 
 Rumah Pohon Suku Korawai Papua Membuat Aquarium Untuk Pemisah/Penyekat Ruang 
 Perbandingan Rumah di Komplek Perumahan dan Perkampungan Nuansa Bali yang Elegan di Kamar Tidur 
 Membuat Desain Kolam dan Teras Bali Agar Terlihat Serasi dan Menyatu Aneka Masalah Teknik Pengerjaan Proyek Bangunan 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker