Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Keindahan Desain Menara Masjid di Samarinda

Keindahan Desain Menara Masjid di Samarinda

Bangunan masjid adalah hasil olah pikir manusia untuk menciptakan tempat yang bisa dipakai untuk melakukan ritual ibadah sesuai dengan tuntunan agama Islam. Maka dari itu setiap masjid selalu dibangun dengan gaya arsitektur yang juga mampu memunculkan makna atau nilai-nilai ajaran Islam yang baik.

Secara umum, gaya arsitektur masjid yang ada di Indonesia punya konsep yang tidak terlalu jauh berbeda. Namun desain yang dimunculkan selalu diusahakan untuk menyesuaikan diri dengan budaya lokal setempat dimana masjid tersebut dibangun. Hal ini sangat sesuai dengan sifat dari agama Islam yang mau menerima suatu pandangan budaya lain, meski dengan catatan tidak boleh bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri.

Terlebih lagi, untuk membuat bangunan masjid tidak ada ketentuan yang mengatur secara khusus tentang bagaimana bentuk atau desain masjid harus dibuat. Hal ini menjadi semacam peluang untuk menciptakan arsitektur bangunan yang berbeda antara daerah yang satu dengan daerah yang lain.

Contohnya adalah Masjid Shiratal Mustaqim yang ada di Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Masjid yang dibangun pada tahun 1891 Masehi ini juga memasukan unsur lokal atau etnik pada gaya arsitekturnya, termasuk menara yang juga menjadi element utama pada bangunan masjid. Meski selalu dibuat dengan ukuran yang tidak terlalu besar, bangunan menara ini kadang kala justru menjadi daya tarik utama dibanding dengan bangunan masjidnya sendiri.

Keindahan desain menara masjid di Samarinda ini bukan hanya terletak pada model atau gaya arsitekturnya saja, melainkan juga pada element-element yang lain. Apalagi konsep yang digunakan untuk membuat bangunan ini jauh berbeda dengan konsep pembuatan menara masjid yang ada di tempat atau daerah lain.

Perbedaan yang paling utama adalah, konsepnya menggunakan konsep rumah panggung. Jadi lantai bangunan tidak menyentuh permukaan tanah secara langsung. Element penyangga lantai dan bangunan terdiri dari pilar atau tiang dari beton yang ditanam di dalam tanah dan berfungsi sekaligus sebagai pondasi. Menara yang terdiri dari enam lantai ini punya bentuk yang makin mengecil pada bagian atasnya. Jadi seperti kerucut yang ramping dan tinggi menjulang.

Di atas tiang inilah kemudian dibuat lantai bangunan yang terdiri dari empat bagian. Masing-masing ruang yang ada bersifat semi terbuka. Hal ini dikarenakan element dindingnya tidak menutup semua bagian ruang, namun hanya bagian atasnya saja. Dinding yang berbentuk segi enam ini bagian bawahnya tidak dibuat lurus, melainkan melengkung ke atas.

Hal ini memunculkan suatu bentuk seperti kubah yang jumlahnya juga ada enam di setiap lantai. Yang cukup menarik, dinding ini dibuat dari susunan kayu. Demikian pula dengan kerangkanya. Selain itu lantai pada menara ini dibuat dengan ukuran yang lebih luas dari kerangka bangunan. Bagian pinggirnya diberi pagar pengaman yang juga menggunakan bahan dari kayu.

Aplikasinya warnanya menggunakan paduan kuning gading dan hijau. Kuning gading dipakai untuk memberi warna pada element dinding dan pagar, lalu hijau digunakan untuk menciptakan warna pada tiang kerangka dan garis pinggir pada dinding maupun pagar.

Lalu untuk atapnya, juga mengikuti bentuk dari dinding yaitu menggunakan konsep segi enam dan punya bentuk yang lancip pada bagian atasnya. Selanjutnya puncak dari atap ini lalu diberi hiasan berupa menara kecik dari logam warna perak yang berbentuk bulan sabit dan bintang. Penggunaan hiasan bulan sabit dan bintang ini memang sangat umum terjadi pada bangunan masjid. Selain di menara, hiasan ini juga sering dipasang di bagian atas kubah.

Sumber gambar : http://bybay.blogspot.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Arti Container Garden dan Cara Membuatnya Memilih dan Meletakan Lampu Tidur 
 Kecurangan yang Sering Terjadi Pada Proyek Bangunan Teras Terbuka di Atas Bukit 
 Cara Membuat Dinding dari Tempurung Kelapa Terrazzo sebagai Bahan Lantai Ramah Lingkungan 
 Tips Cara Menata Ruang Tamu yang Kecil Ukiran Suku Asmat yang Eksotis 
 Ide Menarik Membuat Hiasan Interior Speaker Kayu Gelondong Teknik Aplikasi Warna Biru Untuk Ruang 
 Tips Perawatan Alang alang Sebagai Atap Rumah Tradisional Bali Ide Menarik Membuat Desain Plafon Dari Plywood 
 Keuntungan Menggunakan Lilin Hias Ekletrik Pengaturan Penghawaan Alami untuk Rumah Tinggal 
 Sawah Bali untuk Landscape Villa Membeli Rumah di Area Suburban 
 Cara Membuat Shower Unik di Kolam Renang Membangun Resort ‘Ala’ Maldives di Indonesia, Mungkinkah? 
 Membeli dan Memilih Besi Kolom Dalam Bentuk Jadi Mengenal Lebih Jauh Tentang Rumah Raswari 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker