Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Desain Interior Ruang Istana Maimun

Desain Interior Ruang Istana Maimun

Salah satu ikon atau trade mark yang ada di kota Medan yaitu bangunan Istana Maimun. Banyak orang yang bilang, rasannya belum pernah pergi ke Medan jika tidak mengunjungi istana yang merupakan peninggalan dari dinasti Kesultanan Deli tersebut.

Istana Maimun ini mulai dibangun ketika pemerintahan kerajaan di bawah kendali Raja Sultan Ma'moen Al Rasyid Perkasa Alam. Beliau adalah raja yang kesembilan. Konsep arsitektur dan gaya desain yang dipakai tidak berbeda jauh dengan gaya Melayu di kerajaan lain yang ada di pulau Sumatera.

Namun selain gaya etnik khas Melayu, bangunan istana ini juga memasukan unsur gaya yang lain yaitu, India, Spanyol, Italia dan Timur Tengah atau Islam. Penggunaan kombinasi beberapa gaya ini tidak hanya diaplikasikan pada bentuk bangunan atau eksteriornya saja, tapi juga pada konsep penataan ruang atau interiornya.

Salah satu ciri khas dari bangunan yang ada di daerah Sumatera atau Melayu adalah penggunaan warna kuning yang dijadikan sebagai warna dominan. Contoh yang paling nyata adalah konsep desain interior ruang Istana Maimun ini. Penggunaan warna ini memang berkaitan dengan pola pikir masyarakat setempat yang menganggap warna ini sebagai simbol dari keagungan dan kebesaran.

Seperti yang terlihat pada gambar, warna kuning emas diaplikasikan pada tempat yang dipakai untuk singgasana raja. Tempat singgasana ini terdiri dari tiga bagian yaitu ruang utama yang ada di tengah dan ruang tambahan atau sayap yang ada di samping kiri dan kanan. Ketiganya punya konsep yang sama. Namun untuk ruang sayap punya ukuran yang lebih kecil dan posisinya agak menjorok ke belakang.

Selain itu tempat singgasana ini dibuat dengan posisi yang lebih tinggi dari permukaan lantai dasar yang ada di ruang tersebut. Untuk masuk ke dalam tempat duduk singgasana, dibuat tangga berudak yang ditutup dengan kain karpet warna kuning. Bahkan dinding tangga yang warnanya hitam juga diberi warna sama pada bagian garis-garis lantainya.

Ruang utama yang digunakan untuk raja, di bagian dalamnya terdapat tempat duduk yang semua elementnya ditutup dengan kain beludru warna kuning. Sandaran untuk punggung punya bentuk seperti guling yang memanjang ke samping.

Di atasnya ada ornament seperti mahkota raja yang diberi warna putih perak. Mahkota yang berada di atas ornament lain berbentuk segitita ini menggunakan gaya Eropa yang sangat kental. Jadi bukan merupakan bentuk mahkota raja yang sering dipakai oleh para Sultan di kerjaan Melayu.

Ruang singgasana ini juga diberi batas berupa dinding yang ditutup dengan kain korden. Lagi-lagi warna kuning kembali diaplikasikan pada element ini, namun punya sifat yang lebih cerah. Dinding tersebut pada bagian atasnya memakai desain gaya Timur Tengah. Hal ini tercermin secara nyata pada bentuk kubah yang ada di bagian atas baik di depan atau samping ruang singgasana.

Dinding ini penuh dengan ornament motif daun, bunga dan sulur dengan cara memadukan warna yang sepadan. Bagian tepinya diberi garis hiasan lain berupa garis segitiga warna biru yang menghasilkan kesan sangat kontras. Kemudian di atas bagian luar diberi hiasan lagi dari logam yang juga diberi warna kuning dan menggunakan gaya India.

Untuk menambah kesan yang lebih megah dan agung, di tempat ini juga diberi lampu gantung dengan ukuran yang cukup besar. Lampu ini menggunakan model Eropa dan terbuat dari kristal bening. Lampu yang jumlahnya ada dua tersebut diletakan di bagian samping kiri dan kanan.

Dinding yang ada di belakang tempat singgasana tidak menggunakan warna dominant kuning lagi, namun memadukan warna biru dan putih serta coklat. Desain gaya India dan Timur Tengah kembali diaplikasikan pada element yang punya ukuran cukup besar ini. Namun pemakaian gaya ini tidak mengurangi nuansa Melayu yang lebih kental dan dominant, terutama sekali pada warna kuning yang diaplikasikan pada hampir semua element tempat singgasana raja.

Sumber gambar : http://www.kratonpedia.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Pengertian dan Cara Membuat Taman Komunal Mengenal Jenis Retakan Pada Dinding dan Cara Mengatasinya 
 Menata Ruang yang Tidak Menggunakan Plafon Membuat Taman Gaya Tradisonal Bali 
 Arti dan Cara Membuat Patio Bentuk Ruang yang Lahir dari Fungsi Bangunan 
 Fungsi dan Cara Memilih Besi Wiremesh Tips Dan Cara Membuat Taman Balkon 
 Arsitektur Gaya Kontemporer yang Menggunakan Lekukan Menggunakan Exhaust Fan Sebagai Alternatif Ventilasi Rumah 
 Hadirkan Suasana Pantai di Rumah Perkembangan Arsitektur yang Beragam di Kuta Bali 
 Kolam Parit Elegan Menyambut Tamu Penataan Rumah dengan Konsep Modern Minimalis 
 Kelebihan Kolam Parit dan Teknik Aplikasinya Rumah Berlantai Tiga Dengan Tampilan yang Unik 
 Membuat Mural Untuk Memperindah Tampilan Dinding Arsitektur Perpustakaan Unik di Riau 
 Penggunaan Batu Alam dan Kayu untuk Fasad Memilih dan Merawat Bantal Duduk 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker