Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Desain futuristik pada Museum PP IPTEK

Desain futuristik pada Museum PP IPTEK

Selain di kota Bandung, Museum IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) juga bisa ditemui di kota Jakarta, yaitu di komplek TMII (Taman Mini Indonesia Indah). Luas keseluruhan bangunan yaitu 24 ribu meter persegi, sedang luas keseluruhan adalah lebih dari 42 ribu meter persegi.

Museum ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 April tahun 1991 lalu mulai memakai tempat yang permanen seperti sekarang ini pada tahun 1995, bersamaan dengan peringatan hari Pahlawan Nasional yaitu tanggal 10 November. Tujuan dari pendirian museum ini yaitu sebagai salah satu media pendidikan di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang ditujukan kepada masyarakat umum.

Arsitektur bangunan yang ada di museum ini menggunakan konsep desain futuristik, yaitu suatu gaya yang selalu mengutamakan tema yang menggambarkan kehidupan masa depan yang lebih dinamis dan serta selalu mampu mengikuti perkembangan jaman yang terus bergerak.

Desain futuristik pada Museum PP IPTEK ini menggunakan tiga kombinasi warna dominan yaitu merah, hitam serta putih. Warna merah diaplikasikan pada dinding di depan yang menutup teras. Dinding ini bentuknya memanjang dari kiri hingga kanan bangunan. Namun pada kedua ujungnya dibuat miring ke bawah. Di bagian bawah dari dinding ini masih ada dinding lain yang merupakan dinding dari pondasi bangunan. Hitam dipakai untuk memberi warna pada bagian ini.

Di tengah dua dinding ini ada semacam hiasan berupa tugu atau menara kecil yang punya bentuk sangat unik. Tiang tugu ini bagian bawahnya diberi tongkat-tongkat kecil yang dibuat menjadi susunan seperti spiral yang naik ke atas. Warna yang digunakan pada hiasan ini yaitu putih yang menjadikan tampilannya bisa terlihat lebih jelas dan detail.

Sementara itu di sebelah kiri dan kanan dinding ada tangga berundak yang ditutup lantai dari batu untuk akses naik dan masuk dalam ruang. Kedua tangga ini punya konsep desain dan bentuk serta ukuran yang sama. Dari tangga inilah pengunjung sebelum masuk ke dalam ruang museum harus berada di ruang teras lebih dulu.

Atap dari lantai pertama bentuknya tidak miring, namun datar. Pada bagian pinggir yang berada di depan ditutup dengan element dinding lain yang bentuknya miring. Merah diaplikasikan lagi untuk memberi warna. Sedangkan dinding yang berada di bawah atau dalam ruang teras, diberi warna putih kekuningan.

Bagian yang ada di puncak atau atas, punya tampilan yang paling menarik dan menjadi point of view sekaligus point of interest atau daya tarik utama bangunan meski punya ukuran yang tidak begitu besar. Bangunan ini berada tepat di bagian tengah lantai atap pertama. Bentuknya seperti tabung bundar tapi pada bagian tengahnya membentuk cekungan ke dalam.

Dindingnya ditutup dengan semacam jeruji atau teralis dari logam besi yang bentuknya seperti tongkat yang disusun secara saling menyilang. Konsep susunan ini menghasilkan bidang-bidang seperti jajaran genjang yang kecil. Warna yang digunakan adalah putih dan menghasilkan nuansa yang lebih terang.

Bagian atasnya terdapat ornament berupa hiasan profil atap yang berbentuk lingkaran. Di atasnya lagi atau puncak bangunan ada hiasan lain yang juga menggunakan warna putih. Bentuknya yaitu api yang sedang menyala. Jadi secara keseluruhan, bentuk bangunan di lantai atas ini menyerupai batang lilin yang sedang mengeluarkan sinarnya.

Secara umum, bangunan museum ini juga punya makna filsafat yang dalam, yang ditampilkan pada bangunan lantai atas dengan bentuk seperti lilin sedang menyala tersebut. Analoginya tentu mudah sekali ditebak, yaitu keberadaan museum ini bisa menjadi penerang ilmu bagi masyarakat yang ingin mengetahui seluk beluk tentang penerapan teknologi dan perkembangannya dari masa lalu hingga masa yang akan datang. Jadi sangat sesuai dengan konsep desain bangunan yang futuristik.

Sumber gambar : http://mencoba-sukes.blogspot.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Kekurangan dan Kelebihan Kusen Kayu dan Alumunium Tips Cantik Mendesain Apartemen 
 Mengenal Beberapa Jenis Kran Air Teknik Pembuatan Konstruksi dan Pembagian Ruang Rumah Adat Lobo di Ternate 
 Ide Menarik Menyatukan Kelambu Tempat Tidur dan Plafon Cara Membuat Tempat Tidur berbentuk Tabung 
 Menggunakan Kayu Utuh atau Glondong Untuk Dinding Aneka Furniture Rumah dan Perawatannya 
 Hal yang Harus Diperhatikan saat Mendesain Kamar Mandi Tip dan Ide Menarik Menghias Lampu Gantung Dengan Bunga 
 Ruang Makan Bernuansa Hutan di Malang Rumah Kayu Dengan Tampilan yang Sangat Segar 
 Memasang dan Memilih Roster Rumah Panggung Bergaya Modern 
 Tampilan Rumah yang Dingin Namun Segar Serta Romantis Tampilan Rumah yang Membentuk Huruf G 
 Membuat Jalan Beton dan Pebandingannya dengan Jalan Aspal Apa Perbedaan Rumah dengan Konsep Modern dan Post Modern Arsitektur ? 
 Cara Membuat Taman Dinding dari Batu Bata Menghilangkan Kerak di Kamar Mandi 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker