Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Kolam Pemandian yang Indah di Taman Sari

Kolam Pemandian yang Indah di Taman Sari

Selain punya komplek bangunan istana yang megah, keraton Yogyakarta juga punya kolam pemandian yang lokasinya tidak begitu jauh dari istana. Nama pemandian ini adalah Taman Sari yang mempunyai arti taman yang penuh dengan bunga indah. Bangunan ini mulai dibuat pada tahun 1758, tiga tahun setelah proses pelaksanaan perjanjian Giyanti yang membagi kerajaan Mataram Islam menjadi dua, Surakarta dan Yogyakarta dilakukan.

Pada jaman dulu, kolam pemandian yang indah di Taman Sari ini lebih sering digunakan sebagai tempat bagi raja untuk mandi serta melakukan meditasi. Yang sangat menarik dari desain bangunan ini adalah, konsep arsitektur yang digunakan memadukan yang Barok dari Eropa yang berkembang pada abad ke XVII dan gaya Ottoman serta Mongolia.

Konsep memadukan dua gaya seperti ini banyak ditemukan desain taman yang ada di negara Portugis. Hal ini sebenarnya bukan merupakan sesuatu yang aneh, karena arsitek yang membuat Taman Sari ini juga seorang pria yang berasal dari Portugis. Tapi selain desain gaya Barok dan Ottoman serta Mongolia, arsitektur Taman Sari juga mendapat pengaruh gaya Jawa, Belanda, Cina, Islam dan Portugis sendiri.

Element utama, yaitu kolam renang punya bentuk persegi panjang. Di sebelah sampingnya ada pintu yang berbentuk seperti lorong dan menjadi akses untuk masuk ke dalam komplek taman ini. Di bagian muka dari lorong ini terdapat dinding fasad yang berbentuk segitiga. Fasad ini punya tampilan yang sangat indah, karena di dalamnya dipenuhi dengan ornament relief yang berbentuk muka manusia. Di sekeling relief muka ini ada hiasan sulur dan daun serta bunga-bunga kecil yang memenuhi bagian fasad yang lain.

Sedangkan bagian atas lorong atau fasad yang ada di bawah tidak menggunakan bentuk yang lurus tapi melengkung seperti garis pada lingkaran. Model pintu atau lorong seperti ini lebih sering ditemukan pada bangunan yang memakai corak atau gaya Ottonam dan Islam. Sedangkan hiasan relief muka manusia pada fasad banyak dijumpai pada bangunan yang menggunakan gaya Barrok.

Di salah satu ujung kolam, terdapat bangunan tinggi seperti menara yang terdiri dari tiga tingkat atau lantai. Atapnya menggunakan model limas yang sering diaplikasikan pada bangunan rumah tradisional Jawa yaitu rumah Joglo. Di lantai yang kedua dan ketiga atau paling atas, masing-masing terdapat jendela dengan tampilan yang sangat sederhana dan punya ukuran yang kecil.

Di kedua tempat inilah raja sering melakukan meditasi. Namun ada pula yang mengatakan jika kedua lantai yang ada di atas ini digunakan raja untuk mengamati para selirnya yang sedang mandi di kolam. Jika ada salah satu selir yang dikendaki untuk bertemu, raja melempar bunga dari menara tersebut kepada selir tersebut.

Setelah menerima bunga, selir akan menemui raja melalui tangga yang ada di dalam ruang lantai pertama. Sebagaimana yang terlihat pada gambar, dinding yang ada di depan pada lantai pertama ini menyentuk bibir kolam. Di tempat ini ada pintu yang pada bagian atasnya juga punya bentuk yang melengkung seperti bangunan masjid yang biasanya menggunakan corak Islam. Dari pintu kecil ini kemudian selir naik ke atas dan bertemu dengan raja.

Bagian atas dari lantai bawah ini juga diberi fasad segitiga lagi dengan ornament yang bentuknya juga sama dengan hiasan relief yang ada di depan lorong pintu. Namun ukurannya lebih kecil. Fasad ini menempel pada atap yang bentuknya segitiga atau pelana kuda.

Selanjutnya di samping kiri dan kanan bangunan menara, ada bangunan lain yang memanjang dan hanya terdiri dari satu lantai saja. Fungsinya adalah sebagai akses khusus bagi raja untuk masuk dan naik ke dalam menara. Jadi raja tidak perlu melewati pintu gerbang yang ada di samping kolam.

Untuk memperindah tampilan kolam atau taman pemandian, di beberapa tempat diberi tanaman hias yang diletakan pada pot dengan ukuran yang besar. Sedangkan kolam pemandiannya sendiri juga diberi hiasan yang diletakan di bagian pojok dan tengah. Pada salah satu sudut kolam, ada ornament seperti lingkaran bunga yang warnanya coklat. Namun sebenarnya hiasan ini adalah alat untuk mengatur aliran air di dikolam. Namun desainnya memang dibuat sedemikian rupa sehingga mampu menjadi element yang ikut mempercantik tampilan kolam.

Sumber gambar : http://www.dreamersradio.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Keuntungan Menggunakan Dinding Bambu Material Untuk Membuat Sekat Ruang dan Kelebihannya 
 Cara Menggunakan Kayu Gelondong untuk Membuat Hiasan Kelebihan dan Keunggulan Genteng Tanah Liat 
 Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Penataan Interior Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Meninggalkan Rumah 
 Menentukan Arah Hadap Rumah Keuntungan dan Cara Membuat Desain Lantai dari Batu Bata 
 Tempat Tidur di Ruang Terbuka Bernuansa Bali Menjadikan Karya Arsitek Sebagai Simbol Wilayah 
 Perbedaan Aplikasi Warna Rumah Minimalis dan Mediterania Paduan Coklat dan Putih pada Bangunan Villa di Bali 
 Keuntungan dan Cara Membuat Rumah Ramah Lingkungan Dari Kayu Rumah Sehat Dengan Mengidentifikasi Sumber Pencemaran 
 Bangunan Perguruan Tinggi Paling Elegan Bangunan Merah Paling Segar 
 Aneka Jenis Ornament Ukiran Rumah Banjar Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Penataan Cahaya Luar Ruang 
 Tebing Sejuk di Sudut Ruang Makan Memilih Atap Baja Ringan dan Cara Memasangnya 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker