Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Atap Miring yang Unik di Museum Iptek Bandung

Atap Miring yang Unik di Museum Iptek Bandung

Fungsi utama dari jam adalah sebagai petunjuk waktu. Karena merupakan kebutuhan yang vital, benda ini sering dipasang pada tempat-tempat strategis yang mudah dilihat oleh banyak orang. Bahkan ada beberapa orang yang sengaja menggunakan jam tangan dengan tujuan agar lebih mudah melihat tanda waktu tersebut. Pada saat ini setiap ponsel atau handphone juga selalu diberi fasilitas penunjuk waktu untuk memudahkan pengguna mengatur jadwal kegiatan mereka.

Penggunaan jam sebagai petunjuk waktu ini sebenarnya sudah dilakukan manusia sejak ribuan abad yang lalu, sebelum masehi. Namun ketika itu jenis jam petunjuk waktu yang digunakan masih sangat sederhana. Untuk menentukan waktu, digunakanlah jarum atau benda lain yang ditancapkan pada tanah. Ketika terkena sinar matahari, jarum tersebut akan memunculkan suatu bayangan yang bisa dijadikan sebagai tanda waktu. Sistem inilah yang kemudian sering disebut dengan jam matahari atau sun dial.

Bagi yang belum mengetahui bagaimana rupa dan bentuk jam ini, di Museum Ilmu Pengetahuan dan teknologi atau Iptek Bandung terdapat jam matahari yang sangat besar, bahkan merupakan jam matahari terbesar yang di Indonesia. Jam ini berada di bagian atas atau atap dari bangunan museum tersebut. Bentuknya sangat unik dan jarumnya punya ukuran panjang hingga limapuluh meter dan ketinggiannya adalah limabelas meter di atas permukaan tanah.

Bangunan ini berada di bagian tengah dari suatu lahan yang bentuknya bundar seperti lingkaran. Jika dilihat dari arah atas, landscape museum ini akan tampak seperti mesin jam yang asli. Sebab bangunan yang ada ditengah tersebut juga punya bentuk yang bundar.

Bagian yang paling menarik adalah adanya atap miring yang unik di Museum Iptek Bandung tersebut. Selain punya bentuk yang miring, atap ini juga punya ukuran yang jauh panjang dari bangunan. Bahkan panjang atap ini hingga mencapai bagian pinggir dari batas lapangan museum yang bentuknya bundar. Selain itu atap ini juga berfungsi sebagai media untuk menempatkan jarum jam matahari.

Daya tarik lain dari bangunan bundar ini adalah penggunaan warna pada dindingnya. Dua warna yang diaplikasikan adalah merah dan kuning. Penggunaan paduan warna yang sangat kontras ini menghasilkan kesan yang sangat modern dan penuh nuansa masa kini yang sangat kental. Tentu hal ini merupakan suatu keunikan tersendiri, karena bangunan untuk museum pada umumnya lebih sering menggunakan warna-warna yang netral dan tidak terlalu mencolok.

Selain itu dinding tersebut juga dibuat miring ke samping, yang menjadikan bentuk bangunan tampak seperti tabung namun makin membesar pada bagian atas. Dan yang tidak kalah penting, dinding miring ini menjadikan ruang yang ada di lantai atas punya ukuran yang lebih besar jika dibanding dengan ruang yang ada di lantai bawah.

Untuk membuat bangunan seperti ini tentu membutuhkan perhitungan yang rumit, terutama pada pekerjaan membuat kerangka dan konstruksi. Terlebih lagi bangunan museum ini tidak dibuat utuh secara langsung, namun terbagi menjadi dua bagian, dinding depan dan dinding belakang.

Untuk dinding yang berada di depan dan diberi warna merah, berbentuk setengah lingkaran serta punya ukuran yang lebih besar, namun lebih rendah. Di tempat ini ada beberapa pintu dengan tampilan yang sangat sederhana, cenderung minimalis.

Sedangkan dinding kuning yang ada di belakang, juga punya bentuk setengah lingkaran namun punya ukuran yang lebih panjang dan besar. Sebagian dari dinding ini masuk ke dalam dinding depan, sehingga meski punya ukuran yang panjang dan tinggi, namun ruang yang ada di dalam ukuran lebarnya menjadi lebih kecil.

Antara bagian belakang dan depan dari kedua dinding ini juga punya ukuran yang beda, dimana dinding belakang punya ukuran yang lebih rendah, sementara dinding depan punya ukuran yang lebih tinggi. Hal inilah yang membuat atap pada bagian atas juga menjadi miring.

Sumber gambar : http://mencoba-sukes.blogspot.com

 
Artikel Lainnya :
 Tips dan Cara Membuat Desain Taman Kota Membuat Lubang Pada Dinding Keramik 
 Tips Menjaga Kebersihan Lantai Rumah Penggunaan Kayu dan Kaca Pada Rumah Bernuansa Alami 
 Tips Memilih Kontraktor Villa Arsitektur Museum Karst yang Indah di Jawa Tengah 
 Memilih Atap Baja Ringan dan Cara Memasangnya Desain Atap Unik Dari Toraja 
 Rumah Gadang yang Unik dan Menarik Menciptakan Batu Kawat Untuk Hiasan Eksterior 
 Pengertian Dari Istilah Dinding Bernafas Butuh Interior Designer di Bali? Hubungi Kami ! 
 Ide Menarik Membuat Kios Warung dari Bambu Membuat Hutan Mini di Rumah 
 Rumah Tropis yang Sejuk Tips Membuat Konstruksi Rumah yang Murah 
 Bentuk Bangunan Paling Lucu Perbedaan Antara Membeli Rumah Siap Huni dan Membangun Sendiri 
 Mengenal Lebih Jauh Desain Interior Ruang Keluarga Gedung Putih Yang Perlu Diperhatikan Saat Serah Terima Rumah 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker