Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Desain Unik Museum Purna Bhakti Pertiwi

Desain Unik Museum Purna Bhakti Pertiwi

Sebagai ibukota negara, Jakarta memang punya fasilitas yang lebih lengkap dengan daerah yang lain di Indonesia. Salah satunya adalah fasilitas wisata sejarah misalnya museum yang juga bisa dijadikan sebagai media pendidikan untuk anak sekolah dan mahasiswa. Di kota metropolitan ini terdapat museum yang jumlah keseluruhannya ada enampuluh buah.

Salah satu museum di Jakarta yang punya tampilan sangat menarik adalah museum yang berada di komplek Taman Mini Indonesia Indah. Pendirian museum yang dinamakan dengan Museum Purna Bhakti Pertiwi ini diprakasai oleh Ibu Tien Soeharto sebagai simbol cinta beliau kepada suaminya, Presiden Soeharto.

Daya tarik utama dari desain unik Museum Purna Bhakti Pertiwi ini terletak pada bentuk dan konsep bangunan yang dibuat. Jika bisa dilihat secara utuh dari atas, komplek bangunan museum ini akan tampak seperti hidangan nasi tumpeng yang sangat terkenal dalam budaya tradisional masyarakat Jawa. Nasi tumpeng ini pada umumnya dibuat untuk acara syukuran sebagai wujud terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala anugerah yang diberikan.

Meski terdiri dari beberapa bangunan, namun semua menggunakan konsep desain yang sama. Yang berbeda hanyalah ukuran dan tampilan dinding dan hiasan serta ornament yang digunakan. Konstruksi bangunan berbentuk kerucut yang lancip. Konsep ini memang meniru bentuk nasi tumpeng yang bentuknya juga seperti kerucut.

Bangunan yang ada di tengah, punya ukuran yang paling besar dan tinggi sekaligus menjadi sentral bagi semua bangunan yang ada di komplek museum tersebut. Konstruksi dan kerangka pada bangunan ini terlihat dengan jelas dibuat dengan ukuran yang lebih tebal dari dinding.

Selain itu dinding ini tidak menutup secara penuh, namun masing-masing lantai yang terdiri dari enam tingkat dipisah oleh dinding lain yang dibuat dari kaca riben warna hitam. Dinding kaca riben ini membentuk garis yang melingkar dan mengelilingi dinding kerucut.

Selanjutnya semua bagian dinding diberi semacam teralis yang disusun dan membentuk bidang seperti jajaran genjang yang ditata secara vertikal. Teralis ini tidak dibuat dari besi seperti teralis yang ada pada jendela ruang, namun menggunakan tulang besi yang dibeli lapisan cor beton.

Susunan tulang ini dipasang dari bawah, kemudian keatas dengan posisi yang agak miring dan melengkung. Pada bagian atas, tulang-tulang teralis ini kemudian disatukan dengan dinding yang pada bagian bawahnya membentuk bidang segitiga.

Sementara itu, bagian paling puncak atau atas punya tampilan yang sangat unik dan sangat mewah. Di tempat ini terdapat ornament yang diberi warna kuning emas yang mengkilap. Hiasan tersebut dilengkapi dengan ornament lain berbentuk ukiran emas yang posisinya seperti bidang yang diletakan secara menyamping dari bawah ke atas.

Kemudian untuk bangunan lain yang ada di sekelilingnya, meski punya ukuran yang lebih kecil dan pendek namun menggunakan konsep desain yang tidak jauh berbeda. Semua tetap memakai bentuk kerucut seperti nasi tumpeng. Meski lebih sederhana, namun tampilan bangunan ini tetap menarik dan punya nilai keunikan tersendiri.

Dinding yang ada di bawah dibiarkan polos dan tidak diberi ornament sama sekali. Dinding putih ini sebenarnya bertujuan untuk menggambarkan warna nasi yang juga putih bersih. Sedangkan bagian yang ada di atas, diberi hiasan warna hijau seperti daun pisang yang juga sering dipasang untuk menutup bagian atas nasi tumpeng.

Sedangkan bagian pinggir dari bangunan tumpeng juga diberi dinding lagi dengan ukuran yang tidak begitu tinggi dan diberi warna kuning. Dinding ini merupakan penggambaran dari wadah yang digunakan sebagai tempat untuk meletakan nasi tumpeng yang terbuat dari bahan bambu.

Secara keseluruhan bisa dikatakan bangunan ini memang punya nilai keunikan dan keistimewaan tersendiri yang tidak bisa ditandingi oleh desain bangunan yang lain.

Sumber gambar : http://www.indoplaces.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Desain Material Kaca pada Bangunan Rumah Dulu Kayu sebagai Kayu Bakar, Kini Kayu Memewahkan Sebuah Bangunan 
 Membedakan Manager Proyek Bangunan dan Leader Teknik Menyambung Bambu Pada Bangunan 
 Cara Membuat Desain Ruang Untuk Pameran Lukisan Perlu Arsitek Bertangan Dingin Untuk Investasi Resort Anda di Raja Ampat 
 Kesalahan yang Paling Sering Terjadi Saat Membeli Rumah Menggunakan Kayu Utuh atau Glondong Untuk Dinding 
 Pengaruh Budaya Islam Dalam Arsitektur Indonesia Tips Menata Pencahayaan Buatan untuk Rumah Tinggal 
 Solusi Mengharumkan Ruangan dengan Bau Alami Rumah Pohon Suku Korawai Papua 
 Kelebihan Rotan Sintetis dan Cara Memilihnya Membuat Desain Roof Deck 
 Penggunaan Kayu Dengan Konsep yang Sama pada Rumah dan Pagar Desain Atap Unik Dari Toraja 
 Ciri Taman Rumah yang Menggunakan Gaya Eropa dan Mediterania Pemanfaatan Material Bangunan sebagai Penahan Radiasi Panas Matahari 
 Landscape Lapangan Golf Paling Bagus di Dunia Mencari Arsitek Landscape/Lanskap di Bali? 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker