Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Konsep Desain Jembatan Semanggi

Konsep Desain Jembatan Semanggi

Selain tampil sebagai seorang prokamator kemerdekaan dan presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno juga dikenal sebagai seorang arsitektur dan ahli bangunan yang sangat handal. Banyak karya yang beliau hasilkan dan bisa kita saksikan hingga saat ini. Yang paling terkenal sekaligus monumental adalah Monumen Tugu Nasional atau sering disingkat dengan sebutan Monas.

Dan bukan itu saja, masih banyak bangunan atau hasil karya arsitektur lain yang tidak kalah unik dan prestisius. Misalnya jembatan Semanggi yang juga berada di jantung ibukota Jakarta. Pasti diantara kita tidak banyak yang mengetahui, jika konsep desain jembatan Semanggi yang letaknya di Setia Budi tidak jauh dari komplek Senayan ini merupakan hasil pemikiran dari Presiden Soekarno.

Meski ketika itu banyak yang melakukan protes terhadap pembangunan jembatan ini, namun Ir. Soekarno tetap bertekad untuk melanjutkan rencananya, yang bagi sementara orang dianggap sebagai salah satu bentuk penghambur-hamburan keuangan negara yang sedang dalam kondisi yang tidak baik. Apalagi beliau juga mendapat dukungan secara penuh dari Menteri Pekerjaan Umum yang dijabat oleh Ir. Soetami. Tokoh ini juga merupakan ahli arsitektur bangunan terbaik yang pernah dipunyai oleh bangsa Indonesia.

Jika dilihat dari atas, jembatan ini punya tampilan yang melingkar-lingkar. Lingkaran tersebut jumlahnya ada empat dan masing-masing berada pada posisi yang saling berhadapan, sehingga tampak seperti kupu-kupu yang sedang terbang dan mengembangkan sayapnya. Tapi sebenarnya bentuk yang melingkar-lingkar ini merupakan ide dasar dari Presiden Soekarno yang mengambil bentuk dari daun semanggi yang juga punya empat lingkaran. Maka dari itu jembatan ini juga diberi nama Jembatan Semanggi.

Penggunaan bentuk seperti daun semanggi ini selain memunculkan kesan yang prestisius dan sangat indah, juga mengandung makna dan arti tertentu. Memang sudah menjadi ciri khas dari Bung Karno, jika membuat karya arsitektur bangunan tidak hanya sekedar menghadirkan kesan yang indah saja tapi juga mengandung makna filsafat yang tinggi.

Daun semanggi terdiri dari empat bagian, namun tetap sebagai satu kesatuan yang utuh karena daun tersebut tetap berada pada satu tangkai atau batang daun yang sama. Jadi gaya desain yang diambil dari bentuk daun semanggi tersebut merupakan simbol dari suku-suku yang ada di negeri ini, namun tetap dalam satu bingkai yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bagian tengah atas dari jalan yang melingkar seperti kupu-kupu atau daun semanggi ini terdapat jalan layang yang terbagi menjadi empat. Dua jalan yang ada di tengah punya bentuk yang langsung lurus menuju kearah Jalan Gatot Soebroto.

Sedangkan dua jalur yang ada di pinggir dan bentuknya melingkar, masing-masing miring ke bawah kemudian turun lalu menuju ke jalan yang ada di bawah dan bertemu pada dua jalur jalan yang merupakan bagian dari Jalan Jenderal Soedirman.

Selanjutnya antara Jalan Gatot Soebroto dan Jendral Soedirman yang saling bersilangan ini lalu disatukan oleh jalan lain yang lebih kecil dan saling berhubungan serta menampilkan bentuk kotak atau bujur sangkar. Selain memunculkan bidang bujur sangkar, jalan yang jumlahnya ada empat ini juga mengurung bentuk daun pada jalan yang melingkar.

Bagian tengah dari jalan yang melingkar serta jalan yang membantuk kotak bujur sangkar ada bidang atau lahan kosong. Lahan tersebut tidak dibiarkan begitu saja, namun diberi tanaman hijau yang besar dan berfungsi sebagai hutan kota.

Meski pernah menjadi kontroversi, namun Jembatan Semanggi sekarang telah menjadi semacam landmarknya kota Jakarta. Hal ini bisa terjadi karena desain jembatan ini punya konsep gaya yang sangat jelas dan tentu saja, punya nilai seni arsitektur yang sangat tinggi.

Sumber gambar : http://indonesiaphotography.com

 

 

 

 
Artikel Lainnya :
 Atap Susun dari Rumput di Teras Rumah Bali Teknik dan Cara Membuat desain Gapura Kampung 
 Membuat Peneduh dan Mempercantik Fasade Rumah dari Tanaman Rambat Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Penataan Cahaya Luar Ruang 
 Keuntungan dan Cara Menggunakan Kusen Alumunium Ide Menarik Membuat Dinding dari Potongan Kayu 
 Skema Kubus Modern pada Rumah Fungsi dan Jenis-jenis Batu Split 
 Tips Merancang Rumah Tinggal Sendiri Meningkatkan Nilai Jual Hotel dengan Desain Arsitektur Unik 
 Membuat Desain Kamar Untuk Bayi Rumah Batu yang Rupawan 
 Investasi di Bali, Membeli Tanah atau Mengontrak Tanah? Jenis Metode Pemasangan Marmer Dinding 
 Arsitek dan Lingkungan Material Untuk Membuat Sekat Ruang dan Kelebihannya 
 Menempatkan AC Secara Baik dan Benar Bagaimana Cara Menghitung Luas Bangunan? 
 Bagaimana Membuat Desain Partisi Mendesain Ruang Gaya Georgian 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker