Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Gapura Keraton Cirebon yang Menggunakan Gaya Majapahit

Gapura Keraton Cirebon yang Menggunakan Gaya Majapahit

Sebagaimana komplek bangunan istana yang lain, keraton kota Cirebon yang dinamakan dengan keraton Kasepuhan atau sering disebut sebagai Istana Pakung Wati, pada bagian depannya juga terdapat pintu gerbang atau gapura yang menjadi akses keluar masuk komplek istana tersebut. Namun desain gapura yang ada di Keraton Kasepuhan tersebut punya tampilan yang mungkin bagi sementara orang terlihat agak aneh.

Meski berada di daerah Jawa Barat yang sangat terpengaruh oleh budaya Sunda, namun gapura tersebut justru menggunakan gaya desain dari kerajaan Majapahit yang berada di daerah Jawa Timur. Hal ini sebenarnya bukan merupakan hal yang aneh. Karena sekitar tahun 1529, ketika terjadi perang antara kerajaan Demak dan Majapahit, pihak Keraton Cirebon membantu Demak untuk memenangkan peperangan.

Setelah masa peperangan berakhir dan Demak mendapat kemenangan, Keraton Kasepuhan dapat bantuan ahli arsitektur bangunan Majapahit yang saat itu telah menjadi tawanan perang. Raja Cirebon yang berkuasa saat itu, Sunan Gunung Jati sangat tertarik dengan desain arsitektur yang ada di komplek istana Majapahit. Karena itulah, meski menggunakan ukuran yang lebih kecil, konsep desain landscape yang ada di keraton Cirebon juga menggunakan gaya yang tidak terlalu berbeda dengan komplek bangunan Istana Majapahit.

Demikian pula dengan gapura yang ada di depan komplek keraton. Selain itu bahan yang dipakai untuk membuat gapura Keraton Cirebon yang menggunakan gaya Majapahit tersebut juga sama, yaitu sejenis batu bata yang dibuat dari tanah liat atau sering disebut sebagai teracota. Pada umumnya bangunan di Kerajaan Majapahit memang selalu memakai bahan ini untuk membuat dinding, pondasi dan element yang lain. Dan bukan bangunan tempat tinggal saja, candi yang digunakan untuk melakukan sembahyang ketika dibangun juga menggunakan bahan ini.

Gapura yang ada di Keraton Kasepuhan Cirebon ini menggunakan salah satu bentuk desain yang berkembang di Majapahit yaitu suatu gaya yang dinamakan gaya bentar. Karena punya tampilan yang sangat unik dan cantik, beberapa tahun yang lalu pemerintah Kota Cirebon mengeluarkan suatu keputusan, agar setiap bangunan kantor baik swasta atau pemerintah agar menggunakan desain gapura bergaya bentar ini sebagai sebagai pintu gerbang bangunan tersebut.

Gapura ini memang punya tampilan yang sangat khas dan etnik. Gapura tradisional yang ada di daerah lain terutama di Jawa Tengah selalu menggunakan konsep yang sama. Yaitu bagian yang ada di bawah selalu punya ukuran yang lebih besar, kemudian makin mengecil pada bagian atas. Namun untuk gapura bentar, konsep ini tidak berlaku.

Seperti yang terlihat dalam gambar, meski bagian bawah atau pondasi gapura punya ukuran yang lebih besar, namun ketika berada di sekitar sepertiga bagian tinggi, ukuran dinding dibuat lebih kecil. Kemudian dinding ini membesar lagi hingga mencapai ukuran setengah dari ukuran tinggi dinding secara keseluruhan. Selanjutnya ukuran yang dibuat menjadi makin mengecil lagi hingga pada bagian puncak.

Perbadaan lain yang juga terlihat mencolok adalah, bagian atas atau puncak dari pintu gapura ini tidak menggunakan bentuk yang lancip, tapi rata seperti terpotong. Perbedaan lain yang juga terlihat cukup nyata adalah, susunan batu yang digunakan pada bagian pinggirnya membentuk garis yang bertingkat-tingkat. Sedangkan gapura gaya Jawa Tengah, bentuknya lurus selalu lurus atau melengkung dari atas hingga bawah.

Selain itu, penggunaan hiasan yang ada di bagian samping bawah juga membuat tampilan gapura ini menjadi lebih istimewa. Hiasan tersebut berupa piring keramik yang berasal dari negara Cina. Jika gambar gapura ini terlihat secara penuh, hiasan piring yang ditempelkan tersebut jumlahnya tidak hanya sepasang saja, namun ada beberapa piring hias lagi yang dipasang pada dinding pagar. Hal ini menjadikan tampilan gapura terlihat makin cantik dan menarik.

Sumber gambar : http://cirebonis.blogspot.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Memilih Cat Kusen Pintu dan Jendela Melakukan Renovasi Berdasarkan Usia Bangunan 
 Persamaan Desain Arsitektur Gaya Islam dan Eropa Rumah Tropis Bergaya Eksotis 
 Ruang Tidur Modern Bernuansa Etnik Bali Membangun Villa sebuah Investasi Menarik di Bali 
 Membuat Sertifikat Tanah Girik atau Adat Rumah Di Atas Bukit Berbatu 
 Landscape Kolam Renang di Bali yang Indah Memilih Aksesoris, Elemen Penting Pendukung Estetis Interior Rumah 
 Jenis Sertifikat Tanah Rumah Bali Bernuansa Tempo dulu 
 Panorama Indah Landscape Villa di Bali Cara Memilih Jenis Asuransi untuk Melindungi Aset Rumah Anda 
 Memilih Lokasi Untuk Membuat Taman Rumah Panggung Bergaya Modern 
 Arsitektur Jembatan Paling Panjang di Dunia Mengapa Perlu Mengitung RAB (Rencana Anggaran Biaya) Rumah?  
 Pengertian dan Kelebihan Credenza Aneka Jenis Ornament Ukiran Rumah Banjar 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker