Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Ukiran Suku Asmat yang Eksotis

Ukiran Suku Asmat yang Eksotis

Selain seni ukir dari Jepara masih ada daerah lain di Indonesia yang juga tradisi membuat ukiran dengan hasil yang tidak kalah cantik dan indahnya. Suku Asmat yang tinggal di daerah pulau Papua tepatnya di Kabupaten Asmat beberapa tahun belakangan ini semakin terangkat nama dan keberadaannya. Hal ini bermula ketika masyarakat menyadari, jika dibalik pola hidupnya yang sangat sederhana, ternyata suku ini punya potensi untuk menciptakan seni ukir yang mutunnya sangat bagus.

Menurut cerita yang beredar, Suku Asmat memang sudah lama menjadi pemahat kayu yang baik. Bahkan saat ini hasil karya mereka telah dikenal oleh para kolektor benda seni dan kerajinan dari luar negeri terutama Eropa dan Amerika. Mereka sangat tertarik dengan hasil pahatan kayu Suku Asmat yang sangat rumit dan detail serta punya tampilan yang sangat luar biasa dan punya nilai seni yang tinggi.

Selain itu masih ada hal yang lebih menarik lagi. Hasil karya ukiran Suku Asmat yang eksotis ini ternyata tidak dipahat menggunakan alat sebagaimana yang sering dilakukan oleh para tukang dan ahli ukir yang lain. Pada umumnya tukang pahat dan ukir selalu menggunakan tatah dalam berbagai macam ukuran, palu dan alat pertukangan yang lain.

Namun untuk Suku Asmat, semua peralatan tersebut tidak pernah digunakan sama sekali. Untuk menciptakan ukiran yang sangat indah tersebut, mereka hanya memakai kapak dari batu, bukan kapak dari besi. Kapak batu ini difungsikan sebagai alat untuk mengoyak atau membelah dan memotong kayu. Untuk membuat pahatan dan ukiran serta menghaluskan, alat yang digunakan adalah gigi taring babi, tiram atau gigi ikan.

Hal inilah yang membuat seni ukir dari Suku Asmat punya daya tarik yang lebih tinggi karena proses pengerjaannya juga sangat unik dan bisa membuat orang menjadi semakin penasaran. Apalagi jika melihat hasil ukiran tersebut yang sangat khas, elegan serta punya pola-pola yang rumit. Bagi orang yang suka dengan benda-benda karya seni, tentu hal ini akan menjadi daya tarik tersendiri.

Selain memakai alat yang tidak biasa, ukiran Suku Asmat juga menggunakan konsep pewarnaan yang juga masih sangat alami. Jenis warna yang lebih sering dijadikan kombinasi adalah hitam, merah dan putih. Masing-masing dari warna ini punya makna sendiri-sendiri. Warna hitam merupakan simbol dari warna kulit yang dipunyai oleh warga Suku Asmat sendiri. Kemudian warna merah dan putih mengandung arti sebagai warna daging dan tulang.

Untuk menghasilkan warna-warna tersebut, mereka menggunakan berbagai macam tumbuhan yang bisa ditemukan dengan mudah di sekitar lingkungan tempat tinggal para pembuat ukiran. Untuk bahan kayu yang digunakan sebagai media pembuatan ukiran, jenis yang paling sering dipakai adalah kayu dari pohon jati dan sagu.

Ukiran Suku Asmat biasanya menggunakan model atau pola yang menampilkan suatu wajah yang dianggap sebagai perwujudan dari nenek moyang atau leluhur mereka yang sudah meninggal atau menjalani kehidupan di alam lain. Namun jika kita menginginkan model yang lain, mereka juga bisa membuatnya sesuai dengan pesanan.
Dan selain membuat ukiran wajah leluhur, mereka juga bisa membuat model binatang seperti burung kasuari atau binatang lain yang sedang melakukan "komunikasi" dengan manusia. Selain itu Suku Asmat juga suka sekali membuat ukiran perahu untuk mencari ikan.

Hal lain yang juga perlu kita ketahui, Suku Asmat ini tidak membuat karya seni ukir atau pahat yang menjadi benda pajangan saja. Mereka juga membuat hiasan pahat pada tiang yang berada di rumah tempat tinggal dan di beberapa bagian atau element yang lain. Semua punya ciri khas yang hampir sama, yaitu menggunakan konsep desain yang bertumpuk-tumpuk atau berjejer.

Sumber gambar : http://www.anneahira.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Arsitektur Stadion Paling Megah Fungsi dan Cara Memilih Angkur 
 Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Penggunaan Atap Baja Ringan Membuat Desain Gazebo Bali yang Asri dan Alami 
 Investasi Meningkat Dengan Desain Rumah Yang Unik Ide Membuat Desain Pintu Unik 
 Rumah Berbentuk Huruf ‘V’ Terbalik Cara Mengurus IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) 
 Perkembangan Konsep Vernakular dalam Mendesain Resort Teknik Penyelidikan Tanah Bangunan 
 Aneka Macam Cat Kayu Mengapa Harus Memilih Kontraktor dan Bukan Pemborong? 
 Ide Menarik Membuat dinding Bangunan dari Pintu Bangunan Tas Anyam/Belanja 
 Teknik Memasang Pondasi Batu Kali Serba-serbi Konstruksi Atap 
 Feng Shui dan Primbon dalam Membangun Rumah Mengenal Jineman, Rumah Kecil untuk Bersantai 
 Faktor Penentu Keawetan dan Kualitas Dinding Bangunan Perbedaan Teknik Penggunaan Kuas dan Rol Untuk Mengecat Dinding 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker