Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Menggunakan Kain Tradisional Untuk Menghias Ruang

Menggunakan Kain Tradisional Untuk Menghias Ruang

Jika kita menyebut nama etnik terutama yang ada di Indonesia, ingatan kita akan tertuju pada motif kain batik yang ada di Jawa, seni ukir yang berasal dari Jepara, atau arsitektur bangunan yang sangat khas di Bali. Padahal negara kita yang sangat luas dan punya aneka jenis seni dan budaya yang bermacam-macam ini masih punya kekayaan lain yang jumlahnya sangat banyak dan bisa dibuat sebagai media untuk menciptakan tampilan rumah dan ruang menjadi makin indah dan cantik.

Etnik sendiri sebenarnya punya arti yang lebih khusus yaitu suku suatu bangsa. Jadi bukan hal yang aneh jika tampilan rumah khususnya bagian dalam atau interior yang menggunakan gaya tradisional atau etnik selalu mencari kekayaan budaya dan seni suatu suku adat lain di Indonesia, tidak terbatas hanya di Jawa atau Bali saja. Semua bia diaplikasikan dengan indah dan mampu menghadirkan kesan yang elegan, tidak kalah dengan ruang lain yang memakai gaya modern.

Contoh yang paling nyata adalah penggunaan bahan dari kain. Selain batik sebenarnya masih banyak kain tradisional lain yang tampilannya sama-sama indah dan punya nilai seni yang tinggi. Hampir semua daerah di Indonesia selalu punya kain tradisional yang masing-masing punya kelebihan dan daya tarik yang istimewa. Misalnya saja kain Ulos yang berasal dari daerah Batak, kemudian kain tenun yang berasal dari Pulau Lombok atau Sumbawa dan seterusnya.

Kain etnik tidak hanya dipakai untuk membuat baju dan pakaian saja. Kain tradisional ini juga bisa dipakai untuk membuat korden penutup jendela, taplak penutup meja, sarung bantal untuk kursi atau tempat tidur dan sebagainya. Jika diaplikasi dengan konsep penataan yang benar, aneka jenis kain tersebut bisa menghadirkan kesan yang unik.

Salah satu contoh teknik dan cara yang baik menggunakan kain tradisional untuk menghias ruang bisa dilihat dalam gambar. Sebagai point of view atau element utama, jendela ruang yang ukurannya cukup besar ditutup dengan kain korden yang menggunakan bahan kain tenun ikat dari Sumbawa. Warna coklat dari kain tersebut sangat kontras dengan warna dinding yang putih.

Sehingga motif yang dibuat pada kain tenun bisa terlihat lebih jelas dan detail. Agar motif yang punya tampilan seperti tubuh orang yang berjajar bisa tampil secara utuh, sebaiknya kain tersebut tidak diberi lekukan seperti kain korden yang selama ini sudah sering kita lihat. Jadi kain tersebut hanya disampirkan pada bagian atas dan langsung lurus ke bawah. Lekukan pada korden lebih cocok diaplikasikan pada kain yang punya motif gambit dengan ukuran yang kecil-kecil saja.

Jika tertarik untuk menggantikan dengan kain etnik yang lain, penutup korden ini bisa diganti degan kain ulos Batak, kain songket dari Sumatera atau kain tradisional lain dari Kalimantan, Sulawesi, Papua dan sebagainya.

Penyekat ruang atau partisi juga dapat digunakan sebagai media untuk menempatkan kain tradisional yang berasal dari daerah lain di Indonesia. Pilihlah yang motif dan warnanya selaras dengan warna kain lain yang ada diruang tersebut dan warna dinding, lantai serta plafon. Warna kain yang lain tersebut misalnya, taplak meja, sarung bantal untuk kursi serta penutup perabot furniture lainnya.

Untuk perabot furniturenya sendiri, selain ukiran dari Jepara juga bisa menggunakan furniture etnik yang lain sepert kursi Betawi yang tampilanya sangat sederhana namun elegan, atau kursi ukir dari Madura yang punya tampilan sangat indah terutama dalam hal paduan warna yang dipakai. Demikian pula dengan gaya ukiran yang berasal dari Batak bahkan Papua, punya desain yang tidak kalah menariknya.

Sumber gambar : http://www.ideaonline.co.id

 

 
Artikel Lainnya :
 Kontraktor Indonesia Terbaik – Solusi Pembangunan Rumah Idaman Anda Warna Coklat yang Elegan pada Bangunan 
 Menghadirkan Kesan Luas Pada Ruang Dengan Cat Tips Renovasi Rumah 
 Mendesain Ruang Gaya Georgian Menghadirkan Nuansa Biru Laut pada Rumah 
 Membuat Lubang Pada Dinding Keramik Memunculkan Nuansa Alami di Kamar Mandi 
 Mengenal Jineman, Rumah Kecil untuk Bersantai Penggunaan Batu Alam Sintetis Pada Bangunan 
 Agar Sudut Dinding Bisa Presisi dan Rapi Arsitektur Rumah Etnik Natural 
 Cara Menggunakan Genteng Tanah Liat Untuk Membuat Dinding Material Untuk Membuat Sekat Ruang dan Kelebihannya 
 Mengenal Jenis-jenis Plafon Landscape Cantik dengan Nuansa Alam Bali  
 Arti Garis Sempadan Bangunan dan Fungsinya Bangunan Kuil Tertua di Dunia 
 Rumah Kereta Kuda Perbandingan Rumah Kayu dan Bambu 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker