Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Landsacpe Komplek Perumahan Adat Wae Rebo di NTT yang Indah

Landsacpe Komplek Perumahan Adat Wae Rebo di NTT yang Indah

Selain bangunan rumah, arsitektur dan desain landscape juga punya pengaruh yang sangat besar bagi lingkungan sekitar untuk menciptakan rasa nyaman dan tentram bagi semua penghuni yang tinggal di suatu komplek pemukiman. Karena itu landscape perlu penataan khusus dengan tujuan agar penghuni bisa merasa betah dan merasa menyatu dengan alam yang ada di tempat itu.

Lalu bagaimanakah suatu desain landscape bisa dikatakan bagus atau sempurna?. Konsep desain landscape yang bagus adalah jika desain yang dibuat tidak hanya sekedar memunculkan suatu tampilan yang indah saja, namun juga harus memperhitungkan keseimbangan antara kelestarian alam dan kebutuhan warga yang tinggal di suatu komplek pemukiman. Dari sini akan tercipta lingkungan yang terlihat indah sekaligus bisa bersifat fungsional dan mampu memenuhi segala kebutuhan warga baik kebutuh rohani maupun jasmani.

Suku Wae Rebo yang tinggal di daerah pegunungan meski tidak pernah belajar seni arsitektur landscape di sekolah formal ternyata mampu mengaplikasikan teori dari ilmu tersebut ke dalam lingkungan tempat tinggal mereka. Desain landscape komplek perumahan Suku Wae Rebo di NTT yang indah ini bisa dilihat dalam gambar.

Meski terlihat sederhana, namun desain landscape yang dibuat oleh suku Wae Rebo ini mampu menciptakan suatu sistem kehidupan manusia yang menyatu dengan alam. Lahan yang dipakai untuk membangun komplek pemukiman berada di atas bukit yang datar. Bangunan rumah yang ada ditata dengan posisi berjajar, dari arah depan kemudian lurus hingga ke atas, lalu dari bagian yang atas kembali lagi menuju arah bawah. Jika dilihat dari depan, pemukiman ini membentuk huruf ‘n'. Namun jika dilihat dari arah belakang, tampilannya membentuk huruf ‘u'.

Dengan konsep penataan yang demikian antara penghuni rumah yang satu dengan penghuni rumah yang lain dapat melakukan berkomunikasi dengan mudah, karena posisi rumah saling berhadapan. Jadi tidak berbeda jauh dengan pemukiman modern yang ada di daerah perkotaan.

Untuk menciptakan suasana yang lebih akrab dan harmonis, masing-masing bangunan rumah tidak diberi pagar pembatas. kondisi seperti ini memang menjadi hal yang lumrah bagi komplek rumah adat yang berada di Indonesia bagian Timur. Hampir semua komplek rumah tradisional di sana tidak pernah menggunakan pagar sama sekali. Jika ada tetangga ingin bertemu, bisa masuk ke dalam rumah secara langsung.

Batas kepemilikan lahan pribadi hanya ditandai dengan lahan kosong tanpa tanaman rumput yang ada di sekeliling bangunan rumah. Dan untuk menciptakan rasa keadilan, masing-masing keluarga punya lahan untuk membangun rumah dengan ukuran yang sama.

Demikian pula dengan bentuk bangunan rumahnya, juga menggunakan model serta desain yang seragam. Hal ini menjadikan problem sosial yang berkaitan dengan kesenjangan taraf ekonomi yang sering muncul di masyarakat bisa dihindari secara optimal. Apalagi semua penduduk yang tinggal di tempat ini punya profesi yang sama yaitu petani.

Kemudian halaman yang ada di tengah atau depan rumah, punya ukuran yang cukup luas dan bisa dijadikan sebagai media interaksi semua warga. Jadi penggunaan halaman tidak dilakukan secara pribadi, namun bersama-sama. Dan untuk menciptakan suasana yang lebih akrab, halaman atau lapangan tersebut tidak diberi tanaman yang tinggi dengan tujuan untuk menghindari adanya gangguan pada pandangan.

Namun pada sisi yang lain, semua pohon yang berada di bagian depan, samping maupun yang ada di belakang komplek bangunan tetap dibiarkan tumbuh tanpa ada penebangan sama sekali. Selain memunculkan suasana yang lebih segar dan alami, konsep keselarasan dan hubungan yang harmonis antara manusia dan alam bisa teraplikasi dengan baik.

Sumber gambar : http://archiholic99danoes.blogspot.com

 
Artikel Lainnya :
 Material Rumah yang Baik bagi Kesehatan Ide Menarik Membuat Desain Atap  
 Jenis Skema Pewarnaan Pada Dinding Interior Menggunakan Kain Etnik Untuk Hiasan Interior 
 Batu Ekspos sebagai Focal Point Ruang Makan Membeli Rumah di Area Suburban 
 Keuntungan dan Cara Menggunakan Kusen Alumunium Menata dan Mendesain Foyer 
 Pesona Gereja Blenduk di Semarang Bagaimana Cara Menghias Dinding Rumah dengan Keramik Motif 
 Patung dan Topeng Untuk Menghias Ruang Rumah Kontemporer dengan Atap Melengkung 
 Mengapa Perlu Mengitung RAB (Rencana Anggaran Biaya) Rumah? Gabungan Mewah dan Etnik Tempat Tidur Bambu Dari Bali 
 Rumah Megah di Atas Bukit Teknik Aplikasi Warna Biru Untuk Ruang 
 Restoran Unik dengan Desain Rustik Tips Membuat Dinding Batu Bata yang Baik 
 Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Membuat Air Mancur Taman Jenis Chandelier dan Cara Memilihnya 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker