Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Atap Bambu yang Unik Pada Bangunan Rumah Adat Cikondang Jawa Barat

Atap Bambu yang Unik Pada Bangunan Rumah Adat Cikondang Jawa Barat

Cikodang adalah nama sebuah desa yang berada di Kecamatan Cimaung dan Banjaran. Dari arah Bandung, untuk mencapai tempat ini jarak yang harus ditempuh adalah sekitar sebelas kilometer saja. Nama Cikondang konon berasal dari kata Ci atau Cai yang artinya mata air dan Kondang yang merupakan nama pohon yang banyak tumbuh di sekitar mata air.

Sebagaimana suku lain yang ada di daerah Indonesia, warga desa Cikondang juga mempunyai desain rumah tradisional sendiri dengan tampilan yang sangat khas. Selain itu gaya artsitektur rumah hunian mereka juga penuh dengan makna filsafat yang sangat dalam, berisi tentang ajaran kepada manusia dalam menjalani kehidupan mereka sehari-hari.

Setiap bagian atau element selalu dibuat dengan perhitungan tertentu dan selalu mengandung nilai-nilai budi pekerti, sopan santun dan selalu bersyukur terhadap Tuhan karena telah memberi anugerah yang sangat besar, yaitu alam yang bisa dipakai semaksimal mungkin untuk menunjang kehidupan mereka.

Sebenarnya rumah adat desa Cikondang ini punya desain dan gaya arsitektur yang tidak jauh berbeda dengan rumah adat lain yang merupakan bagian dari suku Sunda. Baik Sunda Wiwitan, yaitu suku Sunda yang terus mempertahankan tradisi agama kepercayaan maupun suku Sunda yang mulai menganut ajaran Islam, punya pengaruh yang sangat besar terhadap bentuk arsitektur bangunan rumah adat Cikondang.

Meski punya beberapa kesamaan, ada element yang cukup menarik sehingga tampilan rumah adat Cikondang ini menjadi agak berbeda. Perbedaan ini terutama sekali pada atap bangunan. Atap ini tidak menggunakan bahan dari rumput ilalang, ijuk atau genting tanah liat, namun menggunakan bahan dari bambu.

Atap bambu yang unik pada bangunan rumah adat Cikondang Jawa Barat ini memang punya tampilan yang sangat berbeda dibanding rumah adat lain yang sama-sama berasal dari Sunda. Meski terkesan sangat sederhana, tapi modelnya terlihat sangat unik dan punya beberapa kelebihan. Diantaranya adalah air hujan yang jatuh bisa langsung turun kebawah secara langsung melalui bagian dalam bilah bambu.

Cara membuat atap seperti ini juga sangat mudah sekali dikerjakan. Pertama tinggal menyiapkan batang bambu yang ukuran besarnya sama, berdiameter sekitar limabelas hingga duapuluh senti meter. Jumlahnya disesuaikan dengan panjang ruang yang mau ditutup dengan atap bambu. Sedangkan ukuran panjang bambu yang digunakan disesusaikan dengan ukuran lebar ruang.

Yang perlu diperhatikan, atap bambu ini hanya bisa diplikasikan pada atap ruang atau bangunan yang ada di bagian pinggir, tidak berada di atas secara langsung. Karena bambu tidak punya daya tahan yang kuat seperti kayu, sehingga penempatanya harus selalu berada di bagian bawah dan tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Setelah terkumpul, batang bambu ini dibelah menjadi dua dengan ukuran yang sama. Ros yang berada di bagian dalam harus dibersihkan sehingga permukaannya menjadi rata dan halus. Tujuan dari pembersihan ros ini adalah agar proses pemsangan menjadi mudah dilakukan dan air yang mengalir ketika hujan turus bisa langsung ke bawah tanpa ada halangan sama sekali.

Belahan bambu yang sudah bersih ini kemudian disusun secara selang seling dengan posisi telentang dan tengkurap. Namun sebelum dipasang, dinding yang digunakan sebagai sandaran harus diberi kayu atau bambu lain untuk menahan beban atau susunan atap bambu ini. Hal yang sama juga dilakukan pada dinding atau konstruksi yang berada di bagian pinggir atau bawah.

Jika dilakukan dengan baik dan menggunakan teknik yang benar, proses pengerjaan atap bambu ini tidak membutuhkan pasak atau paku sama sekali. Karena antara susunan bambu yang satu dengan susunan bambu yang lain bisa saling mengunci. Sistem penguncian tersebut bisa bekerja dengan sempurna bila diameter bambu yang dipakai dan belahan bambu yang dipotong selalu menggunakan ukuran yang sama persis. Jadi perhitungannya harus benar-benar akurat.

Sumber gambar : http://korantekno.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Jangan Percayakan Desain Rumah Anda pada Tukang Cara Menggunakan Kayu Gelondong untuk Membuat Hiasan 
 Mengukur Kenyamanan Bangunan Berdasarkan Kondisi Tubuh dan Suhu Tower Klasik Pada Rumah Modern 
 Desain Interior Ruang Perjanjian Linggarjati Memperbaiki Lantai Kayu yang Rusak 
 Desain Pergola Alami di Taman Bali Mengatur Sistem Pencahayaan dan Interior Ruang Televisi 
 Atap Lebar pada Bangunan Tropis Membuat Green Wall Sendiri Untuk Rumah 
 Secret Garden di Taman Tropis Museum Lukisan Sidik Jari Nuansa Bali yang Elegan di Kamar Tidur 
 Kelebihan dan Kekurangan Tinggal di Apartemen Mengenal Lebih Jauh Tentang Rumah Raswari 
 Benteng Unik di Keraton Buton Memilih dan Merawat Genset Rumah 
 Desain Atap Bertingkat Rumah Villa Gaya Bali Desain Gereja Unik di Flores 
 Ruko sebagai Alternatif Mengatasi Tempat Tinggal dan Usaha yang Jauh Atap Unik di Dunia 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker