Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Keindahan Warna dan Ukiran Perabot Mebel Madura

Keindahan Warna dan Ukiran Perabot Mebel Madura

Penduduk pulau Madura terkenal dengan sifatnya yang lebih terbuka dan egaliter. Karakter yang sangat bersahaja ini punya pengaruh yang cukup besar terhadap model pakaian yang dikenakan, terutama pada warna baju tradisional mereka. Berbeda dengan penduduk Jawa yang tinggal di daerah pedalaman, mereka lebih suka menggunakan kain batik yang disominasi oleh coklat dan warna gelap lainnya.

Sedangkan untuk penduduk asli Madura, mereka lebih suka membuat baju batik dengan paduan warna-warna yang lebih terang dan cerah. Hal yang sama juga berlaku pada desain perabot atau furniture yang digunakan di dalam ruang. Selain punya model yang lebih variatif, penggunaan warnanya juga selalu memunculkan kesan yang lebih meriah karena jenis yang diaplikasikan tidak hanya terdiri dari satu warna saja.

Contoh nyata dari keindahan warna dan desain perabot mebel Madura
tersebut bisa dilihat dalam gambar. Meski memasukan unsur modern, terutama pada penggunaan papan yang dipakai untuk tempat duduk, namun konsep desain utamanya tetap memakai gayar tradisional Madura yang sangat khas. Terutama sekali pada penggunaan gaya ukiran dan warna yang diaplikasikan pada sandaran punggung dan element lain yang berada di kaki serta bagian bawah depan.

Desain mebel gaya Madura, meski masih kalah popular dibanding dengan ukiran Jepara, namun hasil karya dari pulau garam ini sebenarnya juga punya banyak penggemarnya. Tidak hanya di Indonesia saja, namun hingga ke manca negara. Sentra pembuatan mebel dan ukiran Madura ada di desa atau kampung Karduluk, bagian dari kabupaten Sumenep.

Ciri utama dari desain ukiran gaya tradisional Madura adalah tidak pernah memakai motif yang menggambarkan kehidupan binatang apalagi manusia. Motif yang paling sering diaplikasikan adalah bunga, daun, buah dan sulur. Hal ini sesuai dengan kepercayaan penduduk setempat yang melarang menghadirkan secara visual aneka makluk hidup yang bernafas dan punya kemampuan untuk bergerak sendiri.

Untuk ukiran daunnya, biasanya menggunakan bentuk seperti gerigi-gerigi yang lancip di bagian pinggirnya. Sedangkan ujungnya selalu berikal. Namun adakalanya pula daun ini punya bentuk yang melengkung, lalu bagian pinggirnya dibuat seperti daun yang terbelah atau sobek mulai dari pangkal dan hingga bagian ujung yang lancip.

Kemudian untuk penggunaan warna yang terdiri dari aneka jenis, juga menjadi cirri utama yang lain. Warna yang paling sering digunakan serta dibuat kombilasi antara lain adalah biru, merah, hijau dan kuning. Menurut cerita yang sering beredar, penggunaan warna ini punya hubungan dengan sifat orang Madura yang selalu berani dan tegas namun tetap mengutamakan kejujuran.

Walau memunculkan kesan yang sangat meriah, tapi karena dibuat dengan konsep yang sangat sempurna maka paduan warna ini juga bisa memunculkan kesan yang elegan dan mewah. Dan meski selalu menggunakan warna yang terang, penggunaan coklat dan coklat tua tetap diaplikasi, terutama untuk memberi warna pada bagian-bagian kayu yang tidak diberi hiasan ukir.

Kemudian untuk bahannya, kebanyakan menggunakan jenis kayu jati yang didatangkan dari wilayah Jawa Timur. Karena kualitas kayu dari daerah ini dianggap lebih bagus dan kuat dibanding dari daerah lain. Dan selain jati, jenis kayu lain yang juga sering dipakai adalah kayu dari pohon kecik dan akasia.

Seiring dengan perkembangan jaman yang terus maju, penggunaan desain, ukiran dan warna khas Madura ini tidak hanya diaplikasi pada perabot mebel dan furniture saja, tapi juga dipakai untuk membuat aneka barang lain seperti kandang burung hias, hiasan dinding dan beberapa jenis barang kerajinan yang terdiri dari berbagai ukuran dan dijadikan sebagai hiasan pajangan untuk mempercantik tampilan ruang atau interior.

Sumber gambar : http://kajukonah.com

 

 
Artikel Lainnya :
  Investasikan Uang Anda dalam Bentuk Rumah dan Tanah, Jangan Disimpan di Bank ! Fungsi Tanda Keselamatan Pada Proyek Bangunan dan Cara Penggunaannya 
 Jenis Data yang Dibutuhkan Untuk Mengukur Tanah Bangunan Mengenal Jenis Retakan Pada Dinding dan Cara Mengatasinya 
 Merenovasi Hotel Tua dengan Konsep Desain Terkini Jenis-jenis Saklar Untuk Menghidupkan Listrik 
 Beberapa Pertanyaan Penting Sebelum Memilih Arsitek Masalah Yang Paling Sering Muncul Pada Penggunaan Batu Alam 
 Merubah Bangunan Rumah Lama Menjadi Rumah Unik Feng Shui dan Primbon dalam Membangun Rumah  
 Unik dan Cantik Rumah Kayu di Bali Cara Membuat Desain Dinding dari Bambu 
 Ruang Makan Bernuansa Hutan di Malang Aneka Jenis Desain Dapur 
 Apa itu Green Architecture? Desain Tugu Kota di Kuala Kapuas Kalimantan 
 Keindahan Arsitektur Gedung Sate di Bandung Jawa Barat Paduan Modern dan Etnik Dayak Pada Atap dan Jendela Rumah 
 Memaksimalkan Fungsi Sosial Pada Ruang Fasad Atap Rumah Villa di Bali yang Indah 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker