Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Arsitektur Tradisional Sasak di Lombok

Arsitektur Tradisional Sasak di Lombok

Suku Sasak adalah penduduk terbesar dan menjadi mayoritas di daerah Lombok Nusa Tenggara Barat. Keberadaan suku ini telah dicatat oleh Empu Nala yang berasal dari kerajaan Majapahit sekitar abad ke XII atau XIII. Ini merupakan suatu bukti nyata jika suku Sasak pada saat itu telah punya sistem budaya yang baik, termasuk saat membuat bangunan yang dijadikan sebagai rumah hunian atau tempat tinggal.

Bagi Suku Sasak, selain untuk tempat tinggal bangunan rumah yang baik harus selalu punya nilai filsafat dan estetika. Hal ini bukan hanya dilihat dalam bentuk bangunannya saja, melainkan juga pada konsep penataan ruang atau interiornya.

Arsitektur tradisional Sasak di Lombok
selalu menggunakan bentuk yang tidak jauh berbeda. Atapnya punya bentuk seperti gunungan, lalu turun ke bawah menggunakan jarak sekitar satu setengah hingga dua meter di atas permukaan tanah. Atap ini dibuat menggunakan bahan dari rumput alang-alang, lalu dindingnya menggunakan bahan dari bambu yang dibelah dan dibuat menjadi anyaman.

Ruang atau rongnya di bagi menjadi beberapa bagian yang diantaranya adalah ruang utama atau Inan Bale, kemudian ruang untuk tidur dan istirahat atau Bale Luar serta ruang untuk menyimpan aneka jenis harta benda yang dinamakan dengan Bale Dalem. Selain itu masih ada ruang lain yang bisa dipakai untuk ibu yang mau melahirkan anaknya atau untuk meletakan jenasah orang meninggal sebelum dibawa ke tempat pemakaman.

Selain untuk menyimpan harta, Bale Dalem juga dilengkapi dengan dapur dan tempat untuk menaruh makanan serta alat-alat rumah tangga yang lain yang namanya sempare. Bahan untuk membuatnya menggunakan bambu dengan ukuran dua kali dua meter persegi. Selain itu masih ada lagi ruang tamu yang disebut Sesangkok, memakai pintu yang sistem buka tutup dilakukan dengan cara digeser.

Yang cukup unik adalah, sempare ini ketika dibuat harus menggunakan perhitungan khusus agar istri bisa menjangkau dan mengambil peralatan yang ditaruh di tempat tersebut dengan mudah. Jadi tidak hanya menghitung nilai estetikanya saja. Demikian dengan pintu rumah, juga selalu menggunakan ukuran tubuh istri pada ukuran lebarnya. Ini menandakan jika wanita punya posisi yang sangat terhormat bagi Suku Sasak.

Antara ruang yang ada di Bale Luar dan Dalam, ada pintu lain dan dilengkapi dengan tangga karena punya posisi yang lebih tinggi. Tangga tersebut terdiri dari tiga trap dan dibuat dari bahan kayu. Adapun lantainya dibuat dari bahan tanah lalu dicampur dengan kotoran binatang kuda atau kerbau serta abu jerami dan diberi tambahan getah dari tumbuhan.

Hal lain yang cukup menarik, anak tangga yang terdiri dari tiga trap tadi bukan sekedar untuk menyesuaikan ketinggian lantai, tapi juga punya makna filsafat yang cukup tinggi. Jumlah tiga trap tersebut menggambarkan proses kehidupan manusia mulai dari lahir, kemudian tumbuh dan berkembang lalu meninggal.

Kemudian dalam satu keluarga, meski masing-masing anggota punya bangunan rumah sendiri namun selalu menggunakan lokasi yang berbeda. Rumah untuk orang tua selalu punya posisi yang paling tinggi, kemudian disusul oleh anak tertua atau sulung dan bungsu berada pada lokasi yang paling rendah. Konsep ini menandakan jika orang yang lebih muda harus selalu memberi hormat kepada pihak yang lebih tua.

Selanjutnya untuk pintu yang dibuat dengan ukuran lebih pendek juga mengandung arti bahwa tamu atau pengunjung yang datang ke rumah tersebut harus memberi hormat kepada tuan rumah dengan cara menundukan kepala atau badan mereka. Pintu rumah ini selalu menghadap kearah Timur dengan tujuan agar bisa mendapat sinar matahari secara maksimal terutama di pagi hari.

Sumber gambar : http://baitdesain.blogspot.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Membuat Kursi Unik Cantik Multiguna Fungsi dan Teknik Membuat Desain Koridor 
 Supplier & Manufacture Bahan Bangunan Indonesia - Undangan Kerjasama Desain Hotel Paling Artistik 
 Mengenal Lebih Jauh Desain Interior Ruang Keluarga Gedung Putih Finishing Batu Bata Expose 
 Interior Pesawat Terbang Kelas Bisnis Tingkat Internasional Memunculkan Nuansa Alami di Kamar Mandi 
 Nilai Artistik Rumah Panggung Kuno di Bali Mengenal Jineman, Rumah Kecil untuk Bersantai 
 Penataan Rumah dengan Konsep Modern Minimalis Trend Desain Interior Tahun 2013 
 Mosaic Untuk Memperindah Tampilan Dinding dan Lantai Pintu Pagar Tradisional Bali yang Eksotis 
 Pengertian Arsitektur Gaya Neoklasik Gedung Kantor Unik di Jakarta 
 Mengenal Jenis-jenis Engsel Agar Jendela Rumah Tampil Artistik 
 Rumah Prefab dan Knock Down Membuat Cor Beton Untuk Rumah Tumbuh 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Instagram - Image Bali Arsitek dan Kontraktor Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2016 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Web developed by BaliWS
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker